
Malam hari selesai sholat isya Arvila baring-baring dikasur, waktu pun menunjukkan pukul 22.15 Wit tak sadar dia ketiduran. "dreet dreet dreet" suara ponselnya bergetar terlihat dilayar smartphone nya ada panggilan masuk dari Sakti. Orang yang ditemuinya tadi siang. Dengan segera diangkatnya siapa tahu ada kabar yang menggembirakan buatnya.
"Hallo Met malam kak". sahutnya buru-buru terbangun memperbaiki duduknya.
"Malam juga. Sudah tidurkah?" Sakti menyaut dari rumahnya karena dia baru pulang dari kantor.
"Belum kak"celetuk Arvila berbohong yang emang tadi udah tidur.
"kamu ngapain jam gini belum tidur?"gerutu Sakti asal
"Nonton youtup kak"jawabnya asal kena kebingungan.
__ADS_1
"Aq ada kabar buatmu, besok kamu kekantor tepat jam delapan pagi tidak boleh telat. okey !" suara Sakti begitu nyaring terdengar, kabar yang ditunggu-tunggu. Tidak disangka secepat ini dikabari.
"Kak Sakti tidak bercanda kan?"Tanya Arvila seakan tidak percaya dengan kabar yang diberikan Sakti.
"Loh koq ga seneng? kamu gak suka kalau gitu aq kasih orang lain aja" seru Sakti bercanda.
"Jangan kak aq butuh sekali pekerjaan ini"Larang Arvila sedikit cemas dan ragu-ragu secepat itu lamarannya dijawab. Sakti tertawa
"Aq tunggu besok pagi dikantor ya". Lanjut Sakti sambil tertawa menutup pembicaraan, "Kak makasih makan siangnya..."Belum usai bicara Sakti mematikannya.
Teriaknya berulang-ulang. Ada tawa ceria yang terpancar dihati gadis itu. Tiba-tiba tawa itu terhenti tatkala dari balik pintu ada seseorang yang menggedor pintu kamar kosnya"door ..door door!!! eh berisik ganggu orang tidur!!!" Teriak Santi teman satu kosnya yang terganggu oleh ulahnya. "Sorry Cantik aq terlalu senang" sahut Arvila gembira. "ini su malam cinta teriaknya besok-besok aja dilapangan!!" Teriak Santi dari balik pintu menggodanya. Arvila menutup mulutnya sambil tersenyum bahagia karena besok akan kerja. Santi pun ikut senang jika temannya gak nganggur lagi. Bisa bekerja di Kantor seperti dirinya.
__ADS_1
Sakti adalah seorang Aparatur Sipil Negara yang masih bujang kini umurnya menginjak 37 tahun umur yang tidak muda lagi untuk berumah tangga. Di kota D ia tinggal seorang diri, ada saudara laki-lakinya tapi sudah berkeluarga. Dia tidak mau merepotkan kakak tertuanya, mereka jarang bertemu karena pekerjaan beda tempat. Sedangkan ayahnya telah lama meninggal tinggal ibunya yang masih hidup tinggal di Manokwari dengan kedua saudaranya.
Sakti menempati rumah dan pekarangannya dari hasil jerih payahnya menjadi abdi negara selama puluhan tahun. Dia bukan dari keluarga kaya almarhum ayahnya seorang mantan pejuang pembebasan Irian Barat tahun 1963. Di bumi cendrawasih ia dilahirkan bersama ke empat saudaranya. Sakti jarang pulang ketemu ibunya paling hanya via telpon. Jarak antara kota D dengan kota kelahirannya memakan waktu 7-8 jam kalau jalan bagus. Maklum masih pedalaman infrastruktur belum memadai tapi baginya ini jauh lebih baik dari tahun 2005 akses ke kota D butuh waktu hampir satu Minggu.
Flasback
selama jadi Aparatur Sipil Negara lebih dari 10 tahun hidupnya hanya begitu-begitu saja bahkan dia melupakan masa-masa indahnya pacaran dengan seorang wanita. Ada luka yang masih belum terobati. Saking sepinya banyak orang mengira kalau dia gay bahkan ada yang bilang dia antipati dengan ceweq. Padahal dia laki-laki normal yang ingin hidup punya istri dan anak untuk mengisi hari-harinya. Umurnya tidak muda lagi sudah mau kepala empat, Tapi Tuhan belum menemukan jodoh yang cocok sesuai kriterianya. Sakti terlalu tertutup untuk urusan ceweq makanya jadi bujang lapuk. Padahal di Kantor ada yang naksir Sakti, namanya Bu Hanna jabatannya Bendahara.
Dulu sewaktu kuliah pernah beberapa kali pacaran tapi selalu gagal, Bahkan ada satu ceweq yang sempat membuatnya hampir menikah tapi sayang tidak gagal karena beda agama. Hatinya terpuruk pada gadis pujaannya itu. Sejak itu Sakti enggan berpacaran dan lebih memilih fokus dengan pekerjaan sebagai ASN di Pemda Kabupaten D yang baru menginjak 14 tahun.
Entah mengapa dia bantu Arvila Carikan kerja, padahal ia tidak begitu mengenalnya, tapi atas bujukan temannya Arie dia bersedia membantunya. kalau bukan Arie mana mau dia terlalu cuek apalagi kalau urusan dengan ceweq banyak maunya itu bikin malas ribet urusannya bro.
__ADS_1
Kebetulan dikantor ada lowongan untuk bagian diruang kerja Ketua DPRD. Arie juga seorang Aparatur Sipil Negara di Kantor Perhubungan kebetulan dikantornya tidak ada lowongan makanya dia minta tolong sama Sakti yang kebetulan ada. Oh ya sahabat pembaca perlu diketahui kantor DPRD adalah lembaga politik siapa saja yang pandai berpolitik dia mampu mengendalikannya. Ya Sakti seorang ASN secara tidak langsung ikut terlibat politik praktis. Hampir semua ASN baik dipusat maupun di daerah ikut terlibat politik praktis karena sanksi yang diberikan tidak tegas.
Malam ini dua insan yang berbeda tempat tinggal tidur dengan membawa mimpi yang berbeda. Arvila tidur dengan mimpinya esok masuk kerja pertama kalinya di kantor DPRD jangan mengecewakan Pak Sakti orang yang baru dikenalnya, sedangkan Sakti dengan rasa penatnya setelah aktivitas seharian dikantor berharap kegiatan sidang pelantikan berjalan lancar tanpa ada masalah. Karena setiap kegiatan sidang Sakti yang diberikan kepercayaan untuk menyusun skenario kegiatan sidang DPRD baik APBD maupun non APBD kalau dilihat dari background pendidikannya Sakti seorang Sarjana Ekonomi Manajemen dari Universitas Negeri Cendrawasih Jayapura tapi dia mampu menempati di Bagian Persidangan Sekretariat DPRD Kabupaten D. Baginya suatu prestasi yang membanggakan untuknya bisa menjadi Abdi Negara yang mampu bekerja dan berprestasi bukan ASN yang hanya makan gaji buta. Karena sikap dan pribadinya yang fokus di pekerjaan dia dipercaya menduduki jabatan sebagai Kabag Persidangan hampir lima tahun ini.