AKHIR PENANTIAN SEBUAH ASA

AKHIR PENANTIAN SEBUAH ASA
Masakan Favorit


__ADS_3

Sakti meminta istrinya untuk belanja ke pasar ia ingin dimasakkan sayur asam. Pasti enak kalau dimakan dengan tempe goreng, Ikan asin dan sambal trasi. Mungkin itu makanan kampung tapi itu masakan favorit nya. Mamanya sering masak itu jika ia pulang kerumah. Sakti mengantar istrinya belanja bahan kebutuhan rumah yang banyak habis. Walau hanya di dalam mobil saja ia sangat senang mengantar istrinya belanja.


Flashback dulu yah


"Dek berani ke Pasar?" Tanya Sakti baring memainkan jemari halus istrinya.


"Naik ojek aja ya mas" Suara Arvi menimpali.


"Jangan saya antar pake mobil" Sahut Sakti tak ingin istrinya panas-panas naik ojek.


"Tapi mas masih sakit loh?" Selanya


"Aq sudah sembuh dek"


"Yakin sudah baikan?"


Sakti mencium bibir istrinya, Arvi pun tak menolak ketika Sakti menciumnya.


"Yakin sayang mas sudah sehat koq" Suaranya berbisik ditelinga. Arvi tersenyum geli dengan tingkah manja suaminya.


Sakti meraih dompet diatas meja dan membuka isi dompet kulit berwarna coklat.


"Dek ini ATM mulai sekarang jadi hakmu kamu bisa pake untuk kebutuhan hari-harimu juga kebutuhan kita" Sakti menyodorkan sebuah kartu ATM berwarna hitam. Arvi menerimanya sambil menoleh ke arah suaminya.


"Mas bawa aja nanti kalau butuh baru aq minta. Gajiku masih ada koq".


"Ini hak mu dek. Kita kan suami istri mas mau kamu yang kelola keuangan mas".


"Tapi saya takut mas"

__ADS_1


"Kamu istriku dek sudah kewajiban mas kasih nafkah ke kamu. Soal kamu ada gaji kamu simpan itu hak mu. Kamu kerja atau dirumah juga ga pa-pa mas beri kebebasan untukmu"


"Aq mantap bekerja mas itu kesepakatan kita dari awal"


"Mana nyamannya kamu yang penting kamu tidak terbebani. Tapi kita tidak mungkin menyembunyikan soal status kita dek di kantor. Cepat atau lambat orang kantor akan tahu kalau kita suami istri"


"Tapi tidak sekarang mas"


"Bagaimana dengan orang tuamu di Semarang? Aq juga ingin mengenal mereka"


Arvi menghela nafas panjang.


"Mas jangan bahas ini dulu. Aq ke pasar dulu mas mau pesan apa?"


Sakti memeluk erat istrinya mencoba membuat istrinya nyaman.


"Aq terima kau apa adanya dek. Aq orang terdekatmu tidak perlu di tutupi" Sakti meyakinkannya.


"Baiklah kalau begitu mas ngerti. Lebih baik kamu masakin mas sayur asem goreng tempe, ikan asin sambal trasi pasti enak dek" Usul Sakti pada istrinya.


Sakti tersenyum mengacungkan jempol menyetujui ide suaminya.


Selesai masak Arvi meminta suaminya untuk makan. Sakti sangat lahap menikmati masakan sang istri. Walau rasa masakannya berbeda dengan buatan ibunya tapi setidaknya ada kebahagian tersendiri dimasakkan oleh orang tercinta. Baru ia tahu dibalik sikap manja istrinya ternyata dia juga pandai masak.


Selesai masak Arvi membereskan meja makan dan mencuci peralatan yang terpakai di dapur. Dengan setianya Sakti menunggui istrinya mencuci peralatan di dapur.


"Hp mu kenapa dek?"


"Ga tahu mas error' tiba-tiba mati"

__ADS_1


"Nanti kita ke konter ya beli Hp"


"Ga usah mas perbaiki dulu"


"Aq mau belikan untuk istriku koq"


"Kan uangnya bisa dipake untuk yang lain mas" Sakti tersenyum melihat istrinya.


"Apa gunanya aq kerja kalau istriku tidak menikmati hasilnya. Pokoknya aq mau beli Hp untukmu dek"


"Terserah mas aja"


Mendengar persetujuan dari Arvi, Sakti lalu menghubungi salah satu Konter Hp milik temannya. Sesuai permintaan dari Sakti. Tidak berapa lama salah satu karyawan Konter Hp datang ke rumah membawa pesanan Sakti. Sakti membayarnya dengan cash. Terlihat rona bahagia dari pegawai Konter karena dibayar secara tunai oleh pelanggan setia bossnya.


Arvi tidak melihat kedatangan pegawai Konter dari rumah. Arvi hanya melihat Hp yang dipilih Sakti lewat internet. Arvi sibuk berbenah dikamar. Setelah itu ia mandi membersihkan badan karena sudah sore.


Ketika hendak keluar dari kamar mandi sebuah kotak Hp ada diatas tempat tidur.


Arvi tersenyum melihat hadiah dari suaminya. Sebuah Hp baru dengan merk ternama seperti di iklan televisi. Yang canggih banyak menawarkan aplikasinya.


Sakti masuk ke kamar. Arvi bergegas memeluk suaminya.


"Kapan mas beli koq cepat sekali sudah ada barangnya" Tanya Arvi penuh ceria.


"Beli dari teman punya konter Hp"


"Oh.. Makasih ya mas hadiahnya"


Lanjut Arvi memeluk suaminya. Sakti membalasnya sebuah ciuman dipucuk kepalanya.

__ADS_1


Cerita bisa ditebak adegan apa yang dilakukan sepasang pengantin baru berada dikamar. Mereka melakukan hubungan suami istri. Gairah Sakti muncul menyaksikan istrinya sehabis mandi. Arvi tak bisa menolaknya karena sudah jadi kewajibannya.


Sakti tahu kalau Hp miliknya sudah rusak. Bahkan layarnya retak akibat beberapa kali jatuh. Sakti pernah pegang itu Hp sewaktu ketinggalan di Kantor. Sudah jadi kewajibannya untuk memenuhi kebutuhan istrinya. Arvi anaknya gak neko-neko.


__ADS_2