
Perdebatan yang begitu memanas dan semakin sengit tentu membuat Pak Sekwan bingung.
"Stop Stop Stop jangan bicara lagi. Siapa yang mau saya dengar Pak Sakti atau Bu Hanna?" Tegas Pak Sekwan menengahi. Ricky masih melongo dengan keributan tersebut. "Kasih kesempatan untuk mendengarkan. Jangan bikin keributan di hotel" Lanjutnya Pak Sekwan ikut kesal dengarnya.
"Saya tidak terima Pak Sekwan ini fitnah" Lanjut Sakti masih tidak terima.
"Saya korban Pak Sekwan dari kebiadaban Pak Sakti tolong lindungi saya wanita yang lemah ini Pak! Pak Sekwan harus laporkan Pak Sakti ke kantor Polisi" Bujuk Bu Hanna menangis-nangis penuh drama hingga penghuni kamar hotel keluar.
"Ibu Hanna jangan asal bicara. Saya tidak pernah menyentuh anda apalagi memperkosa anda. Bukannya ibu yang terus mengejar-ngejar saya tidak terima atas keputusan saya menikah?" Serang Sakti masih kekeh dengan pendiriannya.
"Tega sekali Bu Hanna memutar balikkan fakta"
Mendengar ocehan Sakti yang menyudutkannya. Bu Hanna lalu menamparnya. Ia ingin menunjukkan di hadapan mereka jika dirinya wanita yang teraniaya. Sebab rekan kerjanya sudah pada datang di depan kamar Sakti.
"Plaaak" Tamparan keras melayang di pipi Sakti. Rasanya ia ingin membalasnya tapi Sakti urungkan.
"Sebagai laki-laki pantang memukul seorang wanita" Batinnya bicara sendiri. Sebab sedari dulu itu ajaran yang diberikan kepada sang ayah. Agar jangan pernah memukul seorang perempuan karena itu tidak seimbang.
"Sungguh tega Pak Sakti bicara begitu setelah anda merenggut kesucian saya" Ucap Bu Hanna penuh berapi-api menatap Sakti.
"Bu Hanna tolong hentikan ini tidak enak didengar tamu hotel. Mari kita selesaikan secara kekeluargaan" Bujuk Pak Sekwan untuk lebih menjaga sikap. Sebab Bu Hanna mulai main tangan.
"Mari kita visum akan saya buktikan jika saya tidak bersalah. Saya akan tuntut balik anda karena sudah mencemarkan nama baik saya masuk kamar tanpa permisi dan mencoba memperkosa saya" Lanjut Sakti masih bernada emosi.
__ADS_1
"Itu tidak benar bapak saya disuruh Pak Sakti ke kamar katanya ada hal penting yang mau dibicarakan? Tapi begitu saya masuk Pak Sakti mau memperkosa saya pak" Bu Hanna mengeluarkan versi ceritanya. Membuat Sakti menggelengkan kepala.
"Laporkan saja ke Kantor Polisi!!" Teriak salah satu penghuni hotel yang melihat dan mendengar keributan tersebut.
"Iyo mentang-mentang dia atasan bisa sesuka hati memperlakukan seorang wanita" Bisik wanita penghuni hotel.
"Laporkan ke Pihak yang berwajib mana yang benar ini sebab dua-duanya saling baku tuduh" Protes penghuni yang lain.
"Tidak lihatkah jika dia hanya memakai handuk berarti dia pelakunya!" Tuduh ibu itu dengan emosi yang meluap-luap.
Mendengar begitu banyak suara yang membelanya Bu Hanna tersenyum dalam hati. Senyum kemenangan atas kekalahan Sakti.
"Sudah saatnya kamu akan bertekuk lutut dihadapanku. Sebentar lagi akan kubuat kamu tak berdaya. Lihat saja istri cantikmu akan menangis meninggalkanmu" Bisiknya dalam hati. Bu Hanna memang sakit hati dan tidak terima atas keputusan Sakti menikah dengan wanita lain.
"Iyo betul itu"
"Tapi bapak lebih baik pecat saja ASN yang mesum di hotel" Selak ibu itu masih emosi
"Saya tidak bersalah saya tidak pernah menjamahnya. Justru dia yang ingin menjamah saya" Bantah Sakti emosi.
"Satpam.. Satpam usir laki-laki mesum ini ke kantor polisi atau kita masa dia" Teriak penghuni hotel yang tidak suka mendengar penjelasan Sakti.
Mendengar keributan antar penghuni hotel Pak Sekwan juga tak ingin jika anak buahnya di arak masa seperti berita di televisi.
__ADS_1
"Dengan rasa hormat dan selaku pimpinan mereka saya meminta maaf atas keributan ini. Mohon kembali ke tempat masing-masing ini bukan untuk konsumsi publik" Pak Sekwan meminta orang-orang kembali ke kamar masing-masing.
"Bapak sebagai pimpinan tidak bisakah memberi contoh yang baik untuk anak buah" Selak penghuni tersebut.
"Saya minta dengan hormat kembali ke kamar masing-masing. Saya akan menyelesaikan masalah ini secepatnya" Sahut Pak Sekwan penuh wibawa.
Lalu mereka kembali ke kamar masing-masing dengan membawa pikiran yang berbeda-beda. Apa benar wanita tersebut atau pihak laki-laki. Sebab banyak kasus laki-laki yang memperkosa wanita.
Sebab keduanya saling baku tuduh. Sebagai seorang atasan yang bijak Pak Sekwan meminta agar keduanya saling menahan diri. Ia tak menyetujui jika masalah tersebut dibawa ke ranah hukum. Tentu akan memperburuk citra Abdi Negara.
Bu Hanna antusias sekali ingin melaporkan masalah tersebut ke Kantor Polisi tapi beliau cegah. Pak Sekwan ingin membawa masalah tersebut secara kekeluargaan.
Sakti tidak menyangka jika Bu Hanna memfitnahnya sekeji itu. Sakti menarik nafas panjang. Reputasi dan karirnya sebagai seorang Abdi Negara hancur akibat rasa cinta yang tak terbalas. Karir yang selama ini ia bangun hancur berkeping -keping oleh perbuatan yang tak pernah ia lakukan. Sakti tidak akan diam begitu saja. Sebab Sakti merasa tidak melakukannya.
Rasa ngantuk yang semula mendera merubah segalanya. Menjadi malam yang paling menyebalkan dan penuh menguras emosi dan pikiran. Sakti masih tidak percaya dengan apa yang dialaminya. Dengan berat hati ia mengikuti keputusan Pak Sekwan. Sebetulnya ia ingin menjelaskan awal mula kejadiannya, tapi percuma Bu Hanna begitu lihai memainkan drama itu.
Wahai pembaca yang terhormat dan tercinta jika menelisik kasus ruda paksa jangan melihat sisi korban wanita saja. Adakalanya korban juga bisa laki-laki. Disini penulis bukan membela atau menyudutkan jenis kelamin tapi hanya sebatas konteks dalam cerita yang diangkat. Mohon maaf kalau ada salah kata atau kurang berkenan dihati.🙏🙏🙏
Betul kata orang semakin tinggi pohon semakin kencang angin menerpanya. Sakti mencoba untuk berpikir jernih dengan masalah yang sedang menimpanya. Sebab masalahnya bukan masalah yang sepele. Sedikit saja ia salah berkata dan bertindak akan jadi bumerang untuknya.
Sakti yang semula ingin memberi kabar istrinya, jika ia telah sampai di hotel tidak sempat ia menghubunginya karena maslaah tersebut. Rasanya ia ingin beteriak dan menyumpal mulut Bu Hanna yang beracun dengan pisau belati. Andai bisa tentu Sakti sudah lakukan sedari tadi tapi untuk kali ini tak semudah dalam pikirannya. Fitnah itu begitu keji dan mencabik-cabik harga dirinya sebagai seorang Aparatur Negara yang memegang teguh sumpah dan janji sebagai pelayan publik.
Rupanya aksi Bu Hanna tidak main-main. Bu Hanna lapor ke kantor Polisi tanpa mengikuti arahan Pak Sekwan. Dimana dalam laporan Bu Hanna dengan tuduhan ruda paksa dan perbuatan tidak menyenangkan. Berita yang penuh kontroversi dan sensasional muncul di media online.
__ADS_1