AKHIR PENANTIAN SEBUAH ASA

AKHIR PENANTIAN SEBUAH ASA
Bu Hanna Ratu Fitnah


__ADS_3

Sakti pun masuk ke kamar setelah membeli oleh-oleh untuk sang istri yang lagi hamil. Ia berharap Arvi akan menyukainya.


Tanpa Sakti menyadari jika ada orang lain selain dirinya di kamar. Orang itu tertidur dengan pulasnya diranjang tempatnya menginap. Siapa lagi kalau bukan Bu Hanna.


Sakti melepas sepatu dan mengganti sandal yang telah tersedia di hotel. Segera Sakti menuju kamar mandi. Ia ingin segera membersihkan diri di Kamar mandi. Sekitar dua puluh menit Sakti melakukan aktivitasnya di kamar mandi.


Sakti keluar dari kamar mandi dengan badan terlilit handuk. Sakti mencoba mengambil baju yang ada di koper. Namun pandangannya teralihkan pada tubuh yang tertutup selimut diranjang hotel.


"Siapa kamu? Sedang apa di kamar saya?" Lantang Sakti menghentikan aktivitasnya dan bersiap untuk mengantisipasi sesuatu yang tak terduga.


"Tidak usah teriak-teriak mas saya hanya menunggumu sampai ketiduran dikamar ini" Suara manja seorang wanita cantik dari balik selimut. Rupanya Bu Hanna duduk membuka selimut. Mata Sakti terbelalak kaget.


"Dia lagi dia lagi..? Apa yang dia mau? Tidak cukupkah penjelasanku?" Batin Sakti bergejolak melihat Bu Hanna memakai kimono seksi.


Bu Hanna memakai kimono. Nampak dua buah gunung yang menyembul dari balik kimono seksinya. Sakti mencoba mengalihkan pandangannya. Sakti tak ingin terkena paparan racun di depan matanya. Ya racun yang bisa memabukkan bagi yang melihat.


Memang pemandangan itu membuat siapa pun lelaki akan betah melihatnya. Tapi Sakti mencoba untuk melawan hati dan pikirannya. Ia sadar sesadar-sadarnya jika ia telah berkeluarga. Disinilah kesetian seorang suami diuji. Setia disini bukan berarti selingkuh tiada akhir😁😁😁


Menyadari lawan bicaranya mencoba menghindar Bu Hanna tidak kehilangan akal. Dengan sigap bangkit mendekat ke arah Sakti. Bu Hanna tampak agresif sekali. Berapa kali Sakti menelan ludahnya. Ia mencoba mengingat sang istri.


Sakti mengusap wajahnya dengan kasar. Ia tak mengira Putri Keuangan bisa masuk ke kamarnya dengan leluasa.


"Bu Hanna sangat tidak sopan tanpa seizin saya masuk ke kamar tanpa permisi" Ucapnya emosi menaruh kedua tangannya dipinggang.


Bu Hanna mencoba mendekat dan memeluk tubuh Sakti yang hanya terlilit handuk. Dengan agresifnya ia berusaha mencium Sakti dengan nafsunya. Lalu Sakti mendorongnya kebelakang hingga terjungkal. Sakti tampak jijik dengan ulahnya yang liar.


"Saya tidak menyangka serendah ini kelakuanmu? Gak Salah aq menikahi istriku" Ungkit Sakti geram dengan kelakuan rekan kerjanya itu


"Apa sih mas kurangnya aq?" Gerutu Bu Hanna bangkit dari lantai. Ia lalu mencoba membuka kimono yang dikenakannya. Terlihat dengan jelas tubuh Bu Hanna yang putih mulus.

__ADS_1


"Jika mas menolakku aq akan teriak" Ancam Bu Hanna.


Sakti tidak menyangka Bu Hanna bisa senekat ini.


"Kumohon Bu Hanna hentikan sandiwara ini. Aq sudah berkeluarga. Diantara kita memang tidak pernah terjadi sesuatu" Bujuk Sakti menjelaskan. Sakti terus mengalihkan pandangannya. Ia laki-laki normal. Siapa yang tidak tertarik melihat pemandangan tubuh Bu Hanna tanpa sehelai benang.


"Mas kumohon jangan menolakku. Aq yang mencintaimu bukan dia. Wanita itu hanya memanfaatkanmu" Teriaknya semakin lantang dan bernafsu menciumi Sakti dengan agresif. Nafasnya memburu sementara Sakti terus meronta mencoba menghindar serangan agresifnya.


"Please hentikan Bu Hanna" Sergahnya mencoba menghindar dari Bu Hanna yang begitu bernafsu terus mencumbunya hingga ia terpojok di dinding hotel.


Benar saja Bu Hanna sudah kepalang basah tidak mungkin ia menghentikan aksinya. Apalagi dia sudah kesetanan dengan ***** yang memburu mencoba memperkosanya.


"Ku mohon Bu Hanna istriku sedang hamil menunggu kehadiranku" Ucap Sakti mendorongnya ke lantai tanpa menatapnya.


Segera Bu Hanna tersadar dengan kata-kata Sakti barusan. Ia terdiam mematung tiada daya.


"Sehina inikah aq dimatamu? Hingga kamu tidak mau menjamah tubuhku? Tidak adakah rasa cinta dihatimu walau hanya secuil?" Ucap Bu Hanna menitikan air matanya tersungkur dilantai tanpa busana.


"Aq tidak ingin menodai janji suci perkawinan ku. Maaf Bu Hanna hubungan kita cukup sebatas rekan kerja tidak lebih"


Bujuk Sakti masih memalingkan mukanya.


Sakti tidak tega dengan tangis Bu Hanna.


"Hiiks... Hiiks... Hiiks..."


"Sebegitu hinanya aq dimatamu mas hingga kamu tidak mau menjamahku? Sebegitu besarnya kau mencintainya? Hingga tidak ada setitik celah untukku?" Bu Hanna masih tidak terima dengan sikap Sakti yang jual mahal dan tidak menuruti keinginannya.


Sakti mencoba bangkit meraih kimono yang jatuh dilantai. Segera ia menutup tubuh Bu Hanna yang bugil dengan kimono yang tadi ia kenakan. Lelaki mana yang mampu menahan dan menolak tubuh indahnya.

__ADS_1


Sakti berusaha tidak mempedulikan ucapan Bu Hanna. Sebab ia tak ingin memperburuk keadaannya.


"Aq tahu kamu jijik melihatku hingga mas tidak mau menjamah tubuhku?" Tanya Bu Hanna berurai air mata.


"Saya kira kamu tahu jawabnya. Kamu berhak hidup bahagia tapi tidak denganku" Jelas Sakti.


"Kenapa kamu jahat begini mas?"


"Keluarlah dari kamarku sebelum teman-teman kantor melihat kita seperti ini. Apa anggapan mereka terhadap kita nantinya? Saya tidak ingin ada gosip diantara kita" Ucap Sakti memintanya keluar dari kamar.


Bu Hanna pun mengikuti permintaan Sakti untuk keluar dari kamarnya. Ketika hendak membuka pintu.


"Ceklek"


Pintu terbuka alangkah Sakti terkejut jika ada Dua orang telah berdiri didepan pintu kamarnya. Kedua orang itu tak lain Pak Sekwan dan Ricky rekan kerjanya.


Keduanya pun ikut terkejut dengan kondisi tersebut. Melihat Bu Hanna keluar dari kamar Sakti dengan kimono seksi mata yang sembam. Sementara Sakti masih memakai handuk belum mengenakan baju. Siapapun akan mencurigainya.


Bu Hanna tak membuang kesempatan itu.Tak diduga Bu Hanna langsung memeluk Pak Sekwan yang ada dihadapannya.


"Pak Sekwan tolong saya Pak Sakti sudah memperkosa saya". Adu Bu Hanna berakting sembari menangis memeluk Pak Sekwan. Bak disambar petir tubuh hati Sakti terbakar dengan dahsyat nya. Ia tidak menyangka Putri Keuangan memfitnah nya.


"Pak Sekwan jangan dengar omongannya! Bu Hanna jangan memfitnah saya dengan tuduhan yang tidak pernah kulakukan" Sakti mencoba membela diri. Pak Sekwan dan Ricky hanya melongo melihat perdebatan keduanya


"Pak Sekwan lihat sendiri Pak Sakti hanya membela diri untuk menutupi kelakuan bejatnya" Tutur Bu Hanna berakting sembari menangis-nangis seolah-olah dia korban pemerkosaan.


"Dasar kamu wanita j*****m bisanya menghalalkan segala cara untuk memenuhi ambisimu" Sakti semakin emosi menghadapinya.


"Saya bisa membuktikannya jika saya dijebak dan di fitnah justru saya adalah korban dari Bu Hanna yang mencoba ingin memperkosa saya" Lanjut Sakti penuh amarah menjelaskannya.

__ADS_1


"Pak Sekwan bantu saya mana ada seorang wanita berwibawa sepertiku berbuat seperti itu" Sangkal Bu Hanna meminta perlindungan Pak Sekwan.


Mendengar perdebatan keduanya yang semakin sengit.


__ADS_2