Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 33.2


__ADS_3

Flashback


"Kenapa tumben sekali kau mengajak kami bertemu seperti ini...", tanya Nicholas saat baru saja sampai pada Felix, di sana sudah ada Aurora dan Aprilio yang sampai lebih dulu, dan Melinda yang memang datang bersama dengan Felix.


"Ck kau ini... sudah datang terlambat... tapi sudah banyak tanya...duduk dulu sih...", omel Melinda yang memang tidak pernah akur dengan Nicholas.


"Aku bertanya pada Felix kenapa kau yang marah... memangnya kau siapa nya Felix huh...", sarkas Nicholas membuat Melinda tak bisa menjawab.


"Kau-


"Hey sudah-sudah... jangan bertengkar...maaf ya semuanya...aku tadi masih harus menangani pasien dulu...", sela Laura tidak enak.


"Tidak apa-apa Kak...santai saja...", ujar Aurora.


"Kita sebaiknya pesan minuman dan makanan saja... biar aku yang traktir...", sambung Aprilio.


"Benar benar...ada bos disini...jadi santai saja...pesan semau kalian...", sahut Nicholas.


"Sudah...jangan banyak bicara...atau aku suruh kau yang bayar semuanya nanti...", sarkas Aprilio membuat Nicholas tak bisa berkata-kata, hanya mengangkat kedua tangannya.


Tentu saja itu membuat yang lainnya terkekeh, bagaimanapun di antara mereka yang paling di takuti, bukan takut tapi segan adalah Aprilio, orang yang memiliki dan bisa melakukan segalanya.


Setelah beberapa menit kemudian, mereka sudah selesai dengan makanan mereka masing-masing, waktunya memang lebih cepat 1jam dari jam makan malam, tapi sepertinya semua sedang dalam keadaan perut kosong, jadi masing-masing memesan makanan dan minuman.


"Jadi...bisakah kita mulai bicara...", tanya Melinda seakan mewakili Felix.


"Ada apa sih... sepertinya serius sekali...", ujar Nicholas penasaran.


"Sebenarnya... memang ada hal penting yang ingin aku bicarakan kalian...", jelas Felix.


"Ya... masalah Angel", sela Melinda, membuat semua orang terkejut.


"Apa dia menghubungi mu...", tanya Aurora cemas.


"Ya...dan dia mengajakku bertemu tadi...", jawab Felix.


"Kenapa kau menemuinya... seharusnya kau biarkan saja...", sambung Nicholas.

__ADS_1


"Aku yang menyuruhnya untuk menjawab panggilan nya... karena aku ingin tau apa rencananya kali ini...dan benar saja...dia yang datang sendiri ke kandang harimau...", jelas Melinda menyeringai.


"Apa maksudmu...cepat jelaskan...jangan berbelit-belit...", sarkas Nicholas penasaran.


"Begini...saat aku menjawab panggilan nya...dia mengajakku untuk bertemu...jadi aku bertemu dengannya jam makan siang tadi...aku pikir dia datang mencari ku untuk meminjam uang untuk biaya hidup atau tempat tinggal...tapi ternyata...", Felix sedikit menjeda ucapannya.


"Tapi apa...", tanya Nicholas penasaran.


"Lebih baik aku putar saja...biar kalian mendengarnya sendiri...", ujar Felix meletakkan ponselnya di meja, lalu menyalakan sebuah rekaman suara.


Setelah rekaman di putar, semuanya terkejut, jika Aprilio dan Nicholas mendengar dengan menahan emosi, sedangkan Aurora dan Laura menggelengkan kepalanya tak percaya.


...


"Sial... perempuan itu tidak tau malu ternyata... Untung saja bukan saudara ku...kalau iya...sudah aku buang jauh-jauh...", ujar Nicholas keceplosan karena kesal, membuat 4orang lainnya memelototi nya, dan itu membuatnya tersadar, "...oh maaf Ra...aku terlalu kesal...", lanjutnya.


"Lalu apa yang kau katakan padanya", tanya Aprilio serius.


"Aku tidak langsung mengiyakan ataupun menolaknya... karena aku takut jika aku jawab iya...tapi ternyata kalian tidak setuju...nanti aku salah...tapi kalau aku jawab tidak... nanti dia curiga... bagaimana dong ", jelas Felix panjang lebar.


"Bagaimana kau menjawabnya..."


"Baiklah...kau bilang saja setuju...dan ikuti saja apa rencananya...kita buat dia jatuh pada jebakannya sendiri...", Ujar Aprilio dengan datar dan dingin.


"Apa maksudmu Lio...apa kau ingin membuatnya seakan-akan rencananya berjalan lancar...tapi kau di balik semuanya...", Aprilio mengangguk mengiyakan dengan menyeringai.


"Benar...kau tanyakan setiap detail rencananya... seperti bagaimana...dan siapa orangnya...kalau dia tanya kenapa...jawab saja kau harus tau semuanya... karena kau tidak ingin mengambil resiko besar untuk kedepannya...kalau dia tidak mau...bilang saja kalau begitu kau menolak permintaannya...tapi katakan juga kalau dia setuju...kau akan memberikan berapapun biaya yang dia butuhkan...", jelas Aprilio serius.


"Kau yakin...itu mungkin jumlahnya tidak akan sedikit Lio...kau taukan seberapa liciknya dia...", ujar Felix tidak yakin.


"Tenang saja...aku yang akan bayar semuanya...tapi kau harus pastikan dulu siapa orang dia ajak bekerja sama atau siapapun yang akan dia perintah...minta setiap detailnya...cari alasan yang masuk akal agar dia tidak curiga...",


"Contoh nya", tanya Felix polos


"Contohnya seperti...kau ingin tau setiap informasi atau data orang yang akan dia perintah... untuk mencari kelemahannya...agar kalau suatu hari nanti orang itu mengancam...kita bisa ancam balik dengan kelemahannya...", jelas Nicholas lancar seperti berpengalaman. "... alasan seperti itu...tidak akan membuat nya curiga...", lanjutnya, Felix pun mengangguk mengerti.


"Dan untuk akun media sosial...serahkan saja pada ahlinya...", sambung Aprilio.

__ADS_1


"Siapa...apa kau akan turun tangan langsung...", tanya Nicholas penasaran.


"Ini hanya masalah kecil... untuk apa aku yang harus turun tangan...", jawab Aprilio enteng.


"Ah aku tau... maksud mu Antonio...Putra mu di genius itu ya...", tebaknya kemudian.


"Benar...ini bahkan terlalu mudah menurutku untuk Antonio...biar Nio yang meretas...kita yang turun tangan mencari orangnya langsung...", jelas Aprilio bangga.


"Baiklah aku setuju", setelah Nicholas menyetujui, yang lainnya pun ikut menyetujui rencana Aprilio.


Keesokan harinya


"Ini setiap detail orang yang dia perintah...dan satu lagi adalah orang berpengaruh di negara L...jadi dia akan turun tangan langsung...", jelas Felix menyerahkan beberapa dokumen.


"Negara L...siapa namanya...", tanya Nicholas.


"Peter Robert..."


"Ah Peter...bagaimana dia bisa mengenal perempuan seperti Angel itu...", ujar Nicholas sedikit kesal.


"Apa kau mengenal nya", tanya Felix.


"Ya...kita sudah berteman selama beberapa tahun...tapi bukan yang tau setiap detail kehidupannya...hanya sekedar pertemanan biasa...", jelas Felix, "...jadi aku juga tidak tau kalau dia mengenal Angelina...", lanjutnya, Aprilio dan Felix mengangguk mengerti.


"Jadi apa rencananya tentang Peter..." tanya Aprilio penasaran.


"Katanya dia sudah membuat janji untuk bertemu malam ini...tapi dia tidak bilang akan bertemu dimana...", jawab Felix, Aprilio pun tersenyum mendengar jawaban Felix, karena dia bisa menebak ke mana Angel pergi.


"Nich...minta seseorang untuk mencari keberadaan Angel sekarang juga...dan awasi kemanapun dia pergi..", perintah Aprilio tegas, "... setelah mereka bertemu... hubungi Peter dan katakan semuanya...", lanjutnya.


"Aku mengerti", Nicholas pun mengangguk, lalu segera beranjak untuk menghubungi seseorang.


"Dan Felix...tugas mu... berakting lah sebaik mungkin saat di kantor nanti... bersikap lah seolah kau tidak tau apa-apa... apalagi... perempuan itu tidak tau jika kau adalah pemimpin Travel Moon saat ini...", Felix mengangguk perintah Aprilio.


**Flashback end


Bersambung

__ADS_1


Anak Genius CEO


written by Blue Dolphin**


__ADS_2