
Aprilio mengernyit heran saat melihat seorang pemuda sedang membersihkan kaca luar kafe Aurora, matanya menelisik sosok pemuda tinggi itu, namun naluri nya mengatakan jika pemuda itu berbahaya, jadi buru-buru Aprilio menghubungi Nicholas.
"halo", terdengar suara Nicholas menjawab dari seberang sana.
"siapa laki-laki yang berada di kafe Aurora", tanya Aprilio tanpa basa basi.
"entahlah... mungkin pegawai baru...", jawab Nicholas santai.
"mungkin...jadi kau tidak cek asal usul nya...", ujar Aprilio kesal.
"untuk apa...hanya pegawai ini... lagian...Melinda bilang laki-laki itu yatim piatu...tak ada yang istimewa...", penjelasan Nicholas membuat Aprilio berdecak kesal.
"kau ini...jangan meremehkan orang...cepat selidiki...kalau sampai kita terlambat mengetahui sesuatu...dan membuat Aurora atau Antonio terluka bagaimana...", geram Aprilio marah.
"o-oke...", Aprilio langsung memutuskan panggilan saat Nicholas sudah mengiyakan permintaannya.
Aprilio kembali menatap laki-laki itu penuh curiga, walaupun dari jauh, Aprilio bisa merasakan ada sesuatu yang aneh, bagaimana seorang anak yatim-piatu, bisa memiliki sepatu bagus dari brand terkenal, kalau Aurora ataupun Melinda tidak tau, itu wajar, tapi untuk Aprilio, barang-barang branded seperti itu adalah kebiasaannya.
Sedangkan di dalam kafe
"Ma...apa Kakak itu benar-benar tidak punya orang tua...", tanya Antonio saat Aurora duduk di sampingnya karena kafe mulai sepi, hanya ada beberapa pengunjung.
"Benar...dia bilang begitu... memang nya kenapa...", jawab Aurora, dan mengernyit heran dengan pertanyaan Antonio.
"Tidak apa-apa...hanya merasa aneh saja...", jawab Antonio menatap Kelvin yang berada di luar.
"Aneh...apa nya yang aneh...", tanya Aurora penasaran.
"Entahlah... penampilan nya tidak terlihat seperti hidup sendirian... tidak ada yang mengurus...", jawab Antonio mengangkat bahunya, membuat Aurora tersenyum.
"Sudah...itu bukan urusan kita...yang penting dia bekerja dengan baik...", jelas Aurora bijak dengan mengusap kepala putra nya lembut.
Beberapa hari kemudian
Sebuah gedung mewah dan besar, begitu riuh dengan banyaknya tamu, bahkan dekorasi, jamuan, dan orang-orang yang datang terlihat begitu berkelas, banyak tamu terkenal dan terpandang yang menghadiri.
Semua orang berbincang dan saling menyapa satu sama lain, bahkan tuan Victory pun sudah berada di antara para tamu, begitupun Nyonya Hyuri, ibu tiri Aprilio. hingga beberapa saat kemudian, semua mata orang tertuju pada seseorang yang menuruni tangga dengan gaun cantik yang panjang, namun terbuka di bagian atasnya, sehingga memperlihatkan kesan seksinya, itu adalah Clara Chen.
__ADS_1
Sebagian tamu memang terkagum melihat nya, namun juga ada beberapa yang berbisik-bisik merasa aneh karena Clara sendirian.
"dimana tuan Aprilio yang katanya adalah tunangan nona Clara?",
"tidak mungkin tidak datang di acara ulang tahun tunangan nya kan?",
"padahal tuan dan nyonya besar Victory sudah datang?"
Clara pun menghampiri dan berkumpul dengan keluarganya, meski memaksakan tersenyum, namun bisa terlihat jika Clara cemas, dan sesekali melihat di sekelilingnya, mungkin saja Aprilio sudah datang, hanya saja di memilih sendiri di tempat sepi, walau bagaimanapun, Clara tau sifat Aprilio yang tidak suka datang ke acara seperti ini.
Namun kemudian dia tersenyum berbinar saat melihat Nyonya Hyuri, lalu memilih menghampiri setelah ijin kepada keluarganya, sedangkan ibu tiri Aprilio yang tau jika Clara akan menghampiri nya, tersenyum bahagia.
"Bibi... Paman...", sapa nya pada Nyonya Hyuri dan tuan Victory.
"Hay sayang... selamat ulang tahun ya...", sapa Nyonya Hyuri bahagia, sedangkan tuan Jeon hanya tersenyum dan memberikan selamat sejenak.
"Bibi dan paman hanya berdua saja... dimana Kak Aprilio...", tanya Clara berbinar.
"eoh Aprilio akan menyusul nanti...katanya masih ada urusan membuat kejutan untuk mu...", jawab nyonya Hyuri antusias, namun memang tidak berbohong, sebab itu yang juga di katakan Aprilio sebelum mereka pergi tadi.
"Kejutan lagi... padahal kan beberapa hari yang lalu Kak Aprilio sudah memberiku kejutan...", tanya Clara tak percaya namun juga bahagia.
"iya-
"lihat...tuan Aprilio sudah datang"
"Iya...dia membawa banyak hadiah..."
"wah...dia so sweet banget sih..."
Bisik-bisik semua orang membuat ke-tiga nya mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk, ternyata itu Aprilio yang datang dengan beberapa orang di belakangnya, dan masing-masing membawa bunga dan kotak hadiah.
"Lihatlah... Aprilio membawa banyak hadiah untuk mu...", ujar Nyonya Hyuri bahagia, Clara pun tersenyum lebar dan menghampiri Aprilio dengan antusias.
"Kakak akhirnya datang juga...", ujarnya saat sudah berhadapan dengan Aprilio yang tersenyum simpul menanggapi nya.
"Iya...ini untuk mu semua...", jawab Aprilio singkat, dengan memberi kode pada orang-orang yang berada di belakangnya. Clara menatapnya dengan berbinar bahagia.
__ADS_1
"ini semua untuk ku Kak...", Aprilio hanya bergumam menjawabnya. "Terima Kasih Kak", Clara langsung memeluk Aprilio yang tentu saja tidak bisa mengelak untuk saat ini.
"Terima Kasih tuan Aprilio...", sahut orang tua Clara. "Baiklah... sekarang kita mulai saja acaranya...", lanjutnya mempersilahkan Aprilio.
Hingga beberapa saat kemudian, setelah beberapa orang memberi sambutan dan kata-kata ucapan, kali ini giliran Clara yang sedang mengucapkan terima kasih, hingga pertanyaan seseorang membuat nya sempat terkejut.
"Jadi...kapan anda akan menikah dengan tuan Aprilio...",
pertanyaan itu juga membuat keluarga nya dan Nyonya Hyuri terdiam, namun berbeda dengan Aprilio dan tuan Dion yang hanya menyeringai.
"Ah...untuk masalah itu masih rahasia...tapi pasti akan secepatnya...", jawabnya percaya diri. "kami sedang mempersiapkan nya... semuanya sudah hampir- ", ucapan Clara terhenti saat Aprilio mengangkat tangan nya, kemudian berjalan dengan santai ke arah Clara, semua mata bahkan menatap dan mengikuti setiap langkah nya, bahkan Clara menggeser posisi nya saat Aprilio sudah berada di sampingnya.
"Maaf sebelumnya...saya ingin mengklarifikasi sesuatu... bahwa tidak akan ada pernikahan antara Saya dan Clara...", jelasnya tenang, namun membuat semua orang terkejut, tak terkecuali sang Ayah, tuan Dion.
"Kak-", Aprilio memberi isyarat untuk Clara diam, saat perempuan itu ingin menyela.
"Selama ini...saya tidak pernah mencintai Clara...dan bahkan saya tidak pernah merasa pernah bertunangan dengan nya...", Aprilio menjeda ucapannya. "6 tahun lalu...saya mencintai seseorang...namun entah apa yang terjadi...dia tiba-tiba menghilang saat saya mengalami kecelakaan di luar negeri...tapi yang pasti... perasaan saya tetap sama...dan saya masih tetap menunggu... entah dia baik-baik saja...atau seseorang mencelakai nya...", lanjutnya membuat Clara dan Nyonya Hyuri terkejut.
"Jadi selama ini Kakak ingat semuanya...", ujar Clara tak percaya.
"Benar...aku tidak pernah melupakan apapun...aku hanya pura-pura... kalau tidak begitu... bagaimana bisa aku tau bagaimana liciknya kau dan juga Bibi mu itu...", Aprilio menunjuk ke arah nyonya Hyuri, membuat semua pandangan beralih menatapnya.
"Apa maksudmu Kak...aku tidak tau..." elaknya.
"tidak perlu mengelak lagi...kalian berdua memanfaatkan keadaan Ayah saya yang tengah bersedih waktu saya kecelakaan...dengan mengambil sebagian saham nya...apa kau pikir saya tidak tau...", penjelasan Aprilio semakin membuat orang terkejut.
"Itu tidak benar...suami saya sendiri yang memberikan saham itu pada saya...", elak Nyonya Hyuri kali ini.
"Benarkah...tapi Ayah saya tidak pernah merasa seperti itu...lagian siapa anda...hingga Ayah saya memberikan saham pada anda...", ujar Aprilio sinis.
"Saya istrinya...tentu saya juga berhak memiliki sebagian saham perusahaan...", ujar Nyonya Hyuri.
"Iya...anda istri yang terpaksa di nikahi Ayah saya...karena kebohongan yang anda katakan...jangankan berbohong... anda bahkan berani mengambil nyawa ibu saya demi status ini...iya kan", geram Aprilio marah, semakin membuat semua orang terkejut, termasuk tuan Dion.
"Apa maksudmu Lio...", tanya tuan Dion tidak percaya.
**Bersambung
__ADS_1
Anak Genius CEO Tampan
written by Blue Dolphin**