
Flashback Felix
Saat keluar dari Apartemen Aprilio dan ingin pergi mencari tempat tinggal, sebuah mobil menabrak Aurora hingga kepalanya terbentur trotoar, dan pingsan, tapi mobil itu justru pergi tidak menolong Aurora. Hingga akhirnya Felix melewati jalanan itu dengan menggunakan mobil box setelah mengirim barang. Felix terkejut melihat seorang gadis tergeletak di pinggir jalanan yang sepi.
“astaga...ada seseorang tergeletak” ujar Felix setelah itu turun dari mobilnya dan melihat kondisi gadis itu. “apa dia masih hidup...astaga...kepalanya berdarah...” pekiknya saat melihat darah mengalir dari belakang kepala gadis itu, tanpa pikir panjang, Felix segera membawanya ke rumah sakit terdekat.
Skip
Setelah beberapa menit dokter menangani di ruang UGD, dokter keluar dan mencari keluarga gadis malang tersebut.
“apa anda keluarga pasien”
“i-iya dokter...” jawab Felix berbohong karena takut berurusan dengan polisi
“benturan di kepalanya cukup keras...tapi kita harus menunggu pasien siuman untuk mengetahui apa ada masalah lain...dan...yang menakjubkan...kandungannya baik-baik saja...” Felix mendengar penjelasan dokter dengan serius, tapi penjelasan terakhir dari dokter membuatnya terkejut.
“ka-kandungan...maksud dokter hamil...” tanya Felix tak percaya
“benar...apa anda tidak tau..” tanya dokter dan Felix hanya menggeleng lemah, “kekasih anda hamil satu bulan” kata-kata dokter kembali membuat Felix terkejut
“ke-kekasih”
“iya...bukankah gadis yang di dalam itu adalah kekasih anda...” tanya dokter bingung
“ah iya benar benar...maaf dokter...saya hanya terkejut...karena dia tidak bilang pada saya kalau sedang hamil...” jelas Felix gugup
“oh begitu...mungkin juga kekasih anda belum tau...karena masih satu bulan...biasanya belum ada tanda-tanda...tidak apa-apa...yang penting mulai sekarang...anda harus menjaga nya baik-baik...” jelas dokter panjang lebar.
“ya ya tentu dokter...saya akan menjaga nya dengan baik...”
“baiklah kalau begitu saya akan memindahkan pasien ke ruang rawat...permisi”
“silahkan dokter...terima kasih” ujar Felix sopan dan membungkuk sedikit, dan begitupun sebaliknya saat dokter akan beranjak pergi.
Tuhan benar-benar memberi keajaiban, janin berusia satu bulan masih bertahan di saat seseorang ingin melukainya, untung saja saat itu Aurora tengah memeluk tas yang berisi baju di depan perutnya, sehingga tidak terkena benturan dan tidak terjadi sesuatu pada kandungannya.
Beberapa jam kemudian
__ADS_1
Akhirnya Aurora tersadar, mata nya perlahan terbuka menatap sekililing, namun matanya menemukan sosok laki-laki sedang tertidur di sebuah kursi di samping brangkar tempat Aurora terbaring dengan kepalanya yang di tumpu di tepi bangkar, dengan susah payah Aurora bangun dan memegangi kepalanya yang terasa sakit.
"sshhh" pergerakan dan desisan Aurora membuat laki-laki itu terbangun.
"ooh...kau sudah sadar" ujar Felix berbinar
"dimana ini...siapa kamu"
"ini di rumah sakit...aku Felix yang menolong mu...apa kau ingat nomor ponsel keluarga mu...biar aku bisa menghubungi dan memberitahu mereka kalau kau disini...keluarga mu pasti khawatir..." jelas Felix panjang lebar
"em...a-aku tidak ingat" jawab ragu-ragu
"kalau begitu alamat rumah mu...atau tempat yang bisa aku datangi untuk bertemu keluarga mu gitu..." tanya Felix bersemangat
"a-aku juga tidak ingat" jawab Aurora lirih
"kau tidak ingat juga...lalu bagaimana aku menghubungi keluarga mu..." ujar Felix frustasi, lalu menghembuskan nafasnya dan kembali bertanya. "oke...beritahu aku siapa nama mu...dan kenapa kau bisa tergeletak di pinggir jalan malam-malam...padahal kau sedang hamil...huh" lanjutnya
"h-hamil...a-aku hamil anak siapa...kamu..." tanya Aurora polos
"tapi...aku benar-benar tidak tau..."
"astaga...kau ini hamil karena di perkosa atau bagaimana sih..." ujar Felix vulgar keceplosan karena frutasi. sedangkan Aurora hanya menunduk sedih. "tunggu sebentar..." ujarnya kemudian beranjak mengambil tas di dalam sebuah lemari kecil yang berada di kamar rawat itu, setelah itu menyerahkan pada Aurora. "ini tas milik mu... aku sudah melihat isinya...hanya ada pakaian dan beberapa lembar foto...dan di salah satu foto terdapat tulisan Aurora...jadi aku pikir itu nama mu...dan aku menggunakannya untuk mengisi data rumah sakit... aku terpaksa melakukannya karena aku berbohong jika kau adalah kekasih ku...aku hanya tidak mau berurusan dengan polisi...kau mengerti..." jelas Felix panjang lebar.
Aurora tidak mendengarkan perkataan Felix, dia perlahan membuka tas miliknya dan mengeluarkan semua isi di dalamnya, hingga akhirnya dia melihat foto-foto dan terpaku pada satu foto yang terdapat sepasang perempuan dan laki-laki, ada tulisan dari tinta silver "Aurora dan Aprilio".
"foto itu...kau dan seorang laki-laki...Aurora nama perempuan...itu pasti nama mu kan..." ujar Felix menjelaskan teorinya
"mungkin" jawab Aurora ragu, membuat Felix menghela nafas kesal
"bukan mungkin...tapi pasti...itu dirimu...muka mu dan perempuan di foto itu sama...jadi nama mu pasti Aurora..." gerutu nya kesal. "dan laki-laki itu pasti bernama Aprilio...apa itu kekasih mu...dan Ayah dari janin yang kau kandung...benarkan..." Aurora tidak menjawab, namun matanya memandangi foto itu dengan lekat dan berusaha mengingat.
"aakkhhh ssshh" Aurora memekik kesakitan sambil meremas rambutnya saat merasa kepala nya sakit, tentu saja hal itu membuat Felix panik, dan segera mendekati Aurora dan menyuruhnya berbaring dan membereskan barang-barang tadi.
"tunggu sebentar...aku akan panggil dokter..." ujar nya khawatir dan bergegas keluar memanggil dokter
beberapa saat kemudian Felix kembali dengan seorang dokter dan suster, dokter langsung memeriksa Aurora dan bertanya apa yang terjadi, Felix langsung menceritakan sedikit tentang pembicaraan mereka, tentu saja, tidak mungkin Felix menceritakan tentang pertanyaannya dan foto-foto tadi.
__ADS_1
"sepertinya nona Aurora mengalami amnesia" ujar dokter
"a-amnesia...maksud dokter hilang ingatan" tanya Felix terkejut tak menyangka jika apa yang di pikirkan benar-benar terjadi.
"tapi untuk lebih jelasnya...lebih baik nona Aurora harus menjalankan beberapa tes" Felix menghela nafas kemudian mengangguk pasrah dan menatap Aurora yang sudah terlelap tenang setelah di suntik obat penenang.
Beberapa hari kemudian
Aurora sudah menjalankan beberapa tes, dan hasilnya sama seperti prediksi dokter, Aurora mengalami amnesia, tapi untungnya tidak permanen. dan karena tubuh Aurora sudah membaik, maka dokter mengizinkannya untuk pulang.
"tidak apa-apa...untuk merangsang kembali ingatan nona Aurora...kalian bisa melakukan lagi hal-hal yang pernah kalian lakukan sebelumnya..." dokter menatap Aurora dan Felix bergantian. "kalian berdua kan pasangan... kalian pasti sering melakukan hal-hal layaknya pasangan lain...biasanya seperti momen-momen indah atau kejadian yang tidak bisa kalian lupakan...itu akan lebih mudah...' jelas dokter panjang lebar tersenyum.
Jika Aurora hanya mengangguk polos dan tak mengatakan apapun, berbeda dengan Felix yang mengangguk dan tersenyum canggung menanggapi perkataan dokter. bagaimana bisa mengulang hal-hal atau momen indah, bahkan mereka saja baru bertemu beberapa hari, ujar Felix dalam hati. setelah dokter meninggalkan kamar rawat Aurora, Felix segera membantu Aurora membereskan barang.
Beberapa hari ini, Felix memikirkan masalah ini, dia sudah mencoba ke kantor polisi dan bertanya laporan orang hilang, tapi nihil, tidak ada laporan sama sekali, dan jika dia membuat laporan, kemungkinan Aurora harus tetap bersamanya hingga keluarga nya menghubungi nomor ponsel yang di tinggalkan Felix di kantor polisi, untuk menunggu hasil, tidak mungkin membiarkan Aurora tetap tinggal di rumah sakit, sedangkan di kota ini Felix selama ini tinggal di asrama karyawan yang di sediakan perusahaan tempatnya bekerja, jadi dia tinggak mungkin membawa Aurora untuk tinggal di sana, sedangkan untuk menyewa Felix tidak ada biaya, karena uang sudah habis untuk membayar biaya rumah sakit, jadi Felix memutuskan untuk membawa Aurora ke desa tempat tinggal ibunya.
Felix Yang, pemuda berusia 23 tahun, hanya tamatan SMA, dia harus mengubur mimpinya untuk kuliah, karena ayah nya meninggal 6 tahun yang lalu, jadi mau tidak mau dia harus menjadi tulang punggung keluarga, walaupun hanya berdua dengan ibu nya, Felix tidak mungkin membiarkan ibunya yang mencari nafkah, jadi setelah lulus SMA Felix sudah bekerja apapun, hingga akhirnya dia mendapat pekerjaan sebagai supir mobil box pengantar barang, karena hanya kemampuan menyetirnya itu yang bisa dia andalkan. Setelah itu sang ibu memilih untuk kembali ke desa agar tidak perlu membayar sewa tempat tinggal dan Sejak itu Felix tinggal sendirian di kota, dan dia akan mengunjungi ibunya seminggu sekali di akhir pekan.
Skip
Sampai di desa K, Felix menjelaskan semuanya pada sang ibu tanpa ada yang di tutupi, awalnya sang ibu terkejut, tapi saat melihat Aurora, wanita paruh baya itu merasa iba dan akhirnya mengijinkan Aurora untuk tinggal bersamanya, setidaknya untuk menemaninya agar tidak kesepian.
Namun setelah beberapa lama tinggal, semua tetangga bertanya siapa dan apa hubungan Aurora dengan Felix, sehingga tinggal disana, apalagi saat tau jika Aurora tengah hamil, jadi mau tidak mau ibu Felix terpaksa berbohong jika Aurora adalah istri Felix, dan mereka menikah secara diam-diam karena Aurora sudah hamil lebih dulu. untungnya setelah itu Felix hanya datang 1 atau 2 kali setiap bulannya. jadi mereka tidak perlu tidur sekamar atau melakukan apapun yang biasanya di lakukan pasangan suami istri.
Tapi di saat Aurora melahirkan, Felix bersikap layaknya suami siaga, begitu bahagia dan antusias, bahkan menyayangi anak Aurora seperti anaknya sendiri, dia juga meminta untuk di panggil PAPA. mereka terlihat layaknya keluarga sesungguhnya, Mama, Papa dan Anak. padahal itu hanya palsu, tapi sungguh topeng yang sempurna untuk kebahagiaan sang anak.
Bahkan hingga beberapa tahun Aurora masih belum mendapatkan ingatannya, dia seperti menjalani kehidupan baru dari awal, layaknya lembaran kertas kosong. tapi yang tak bisa di pungkiri, hati Aurora tak goyah sedikitpun dengan semua perhatian dan kasih sayang yang di berikan Felix pada nya ataupun pada anaknya. setiap kali bersama Felix, Aurora justru merasa hati-hati, takut meyakiti hati seseorang, seseorang yang hanya Aurora lihat di foto, tanpa mengingat apapun lagi, tapi setiap kali melihat foto itu hati Aurora berdebar, layaknya orang jatuh cinta.
Sebaliknya, Felix perlahan mulai merasakan perasaan nya tumbuh untuk Aurora, bahkan Felix benar-benar merasa bahagia saat bersama Aurora, berkali-kali Felix berpikir untuk mengajak Aurora sungguh-sungguh menikah, tapi Felix takut, jika justru itu akan membuat Aurora meninggalkannya. jadi Felix memilih untuk memendamnya dan akan melindungi, bahkan membahagiakan Aurora dan Anaknya.
Sampai kapan, entahlah, hanya Felix yang tau hati nya sampai kapan mampu bertahan. apalagi ada seseorang yang di tunggu Aurora. entah Takdir Tuhan akan menyatukan Aurora dengan Felix, atau malah akan mempertemukan kembali Aurora dan Aprilio, dan akan meninggalkan Felix sendirian. Hanya Tuhan yang tau.
**Bersambung
Anak Genius CEO Tampan
written by Blue Dolphin**
__ADS_1