Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 10


__ADS_3

Aurora termenung di kamarnya, sejak tadi banyak hal yang menggangu pikiran nya. Bertemu dengan pria yang sudah lama dia simpan rapat-rapat fotonya dan tak ingin memiliki mimpi atau bahkan harapan apapun, tapi saat di tambah lagi dengan kebaikan Laura dan Melinda, Aurora semakin yakin jika ada sesuatu di balik ini semua.


Setelah makan malam bersama Antonio dan Felix, Hana masuk ke kamarnya lebih dulu, meninggalkan Antonio yang masih bermain dengan Felix, Aurora beralasan jika dia lelah dan ingin istirahat. namun nyatanya, sekarang Aurora menatap tajam gambar dan informasi di ponselnya, sesuai dugaan nya jika semuanya tidak mungkin kebetulan, sebaik apapun orang, tidak mungkin sangat baik bahkan langsung akrab dengan orang yang baru di kenalnya.


"PERSAHABATAN APRILIO VICTORY DENGAN ASISTEN NYA NICHOLAS"


sebuah artikel beberapa tahun lalu yang keluar saat Aurora mengetik nama Aprilio dan Nicholas sesaat tadi, semakin banyak pertanyaan yang muncul di kepala Aurora. Antonio memang lebih pintar dalam masalah tekhnologi maupun hacker, tapi dia lengah tidak membatasi apa yang bisa Aurora akses dari ponselnya. jadi begini lah, tanpa mereka beritahu, Aurora bisa menebak sendiri dari beberapa berita yang dia temukan. Laura, Nicholas dan Aprilio saling berhubungan, jadi seharusnya mereka tau apa dan seperti apa hubungan Aprilio dan Aurora, tapi nyatanya mereka tidak mengatakan apa-apa, jadi sudah pasti mereka sengaja merahasiakan nya.


Namun satu hal yang masih Aurora tidak mengerti, sekilas memori di kepalanya memperlihatkan jika dirinya, Melinda dan Laura dulu sangat dengan, mungkin kah mereka bersahabat, tapi bagaimana bisa, secara Laura adalah seorang Dokter, sedangkan Melinda seorang fashion desainer, dan mereka bilang tidak saling kenal, berarti mereka berbohong selama ini.


"Aku harus ke rumah sakit" putus Aurora kemudian, dia akan mencari informasi awal di sana, tentang Ayahnya, tentang Laura atau mungkin masalah yang lain.


Keesokan harinya


Aurora benar-benar datang ke rumah sakit tempat Laura bekerja, dan tempat Ayah di rawat dulu. setelah mengantar Antonio dan Felix pergi setelah mengantarnya ke kafe, Aurora langsung pergi ke rumah sakit dengan menggunakan bus, dan mengatakan pada Melinda jika dia akan datang terlambat karena ada urusan mendadak.


Hanya berbekal dengan informasi yang dia dapat di internet, sebenarnya tadi malam Aurora juga mencari informasi tentang keluarga Moon, seperti yang di katakan perempuan yang menyakiti nya waktu itu, dan Aurora menemukan jika pendiri Travel Moon mengalami kecelakaan 7tahun lalu, bahkan hingga koma 1tahun, dan perusahannya beralih pada adiknya.


"permisi..." sapa Aurora sopan di meja resepsionis rumah sakit.


"iya...ada yang bisa saya bantu..." jawab resepsionis muda itu tak kalah sopan.


"em...bisa saya bertanya informasi tentang pasien..." tanya Aurora hati-hati.


"tentu...siapa namanya...saya akan bantu cek ruangannya untuk anda..." jawab resepsionis bername tag Erika itu.


"bukan...saya...ingin tau tentang pasien yang di rawat disini kira-kira 7 tahun yang lalu..." jelas Aurora membuat resepsionis itu terkejut.

__ADS_1


"7tahun yang lalu" ulangnya memastikan, dan Aurora mengangguk yakin. "informasi apa yang ingin anda tanyakan..." tanyanya mulai curiga.


"siapa namanya dan siapa dokter yang merawatnya...saya ingin menyampaikan pesan terakhir seseorang...tapi saya tidak memiliki kontak dokter itu..." jelas Aurora berbohong.


"tunggu sebentar... siapa namanya...saya akan coba Carikan informasi nya..." tanya resepsionis itu iba setelah mendengar penjelasan Aurora.


"marganya Moon...dan dia mengalami kecelakaan hingga koma kurang lebih 1tahun..." jawab Aurora jujur.


"Moon... maksud anda keluarga Moon pemilik Travel Moon itu... karena setau saya hanya keluarga itu yang bermarga Moon..." ujar resepsionis tidak percaya.


"saya tidak tau...hanya pesan itu yang saya tau..." Aurora menggeleng tidak mengerti.


"sebentar...saya tidak mengerti... karena saya baru beberapa tahun disini..." ujarnya bingung.


"saya benar-benar minta tolong...saya butuh sekali informasi itu..." ujar Aurora memohon.


"maaf...ada yang bisa saya bantu..." tanya perempuan yang lainnya.


"iya...saya Aurora...saya ingin bertanya tentang pasien koma 7tahun yang lalu..." jelas Aurora sopan.


"pasien koma 7tahun yang lalu..." ulang suster itu sambil berpikir.


"iya...kalau tidak salah...marga nya Moon..." ujar Aurora menambahkan.


"Moon... Aurora Moon" ujar suster itu tiba-tiba.


"hah...s-aya Aurora...tapi saya tidak bermarga Moon..." elak Aurora buru-buru

__ADS_1


"tidak mungkin...saya masih ingat betul wajah anda nona Aurora...apa anda tidak ingat saya...saya Delina... suster yang merawat ayah anda...bahkan hingga beliau meninggal... dokter Laura bilang jika anda menghilang setelah ayah anda meninggal...kami sangat merindukan anda nona Aurora..." ujar suster itu antusias dan bergegas keluar dari meja resepsionis dan menghampiri Aurora, sedangkan Aurora hanya tertegun.


"dokter Laura yang merawat ayah saya..." tanya Aurora lirih, suster Delina mengangguk yakin. "bisa kita berbicara berdua suster..." lanjutnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca membuat suster Delina kebingungan dan akhirnya mengangguk.


Suster Delina membawa Aurora ke sebuah ruangan yang biasa di tempati suster untuk istirahat, ada sebuah meja yang cukup besar di sana, tempat yang Aurora tempati sekarang, dan bahkan suster Delina membawa kan segelas air, kemudian duduk di depan Aurora.


"Maaf suster...bisa kah anda menceritakan semuanya...em maksud ku tentang-" Aurora menghentikan ucapannya saat melihat suster Delina yang kebingungan. "oh maaf sebelumnya...saya ingin mengatakan kalau sebenarnya saya mengalami amnesia... karena kecelakaan 6tahun yang lalu..." lanjutnya sedih, sedangkan suster Delina terkejut hingga refleks menutup mulutnya.


"astaga..." suster Delina mengusap lengan Aurora yang berada di atas meja, tidak menyangka jika gadis yang dulu ceria dan bersemangat itu, akan mengalami hal seperti ini, setelah Ayah nya yang kecelakaan hingga koma, lalu dia yang kecelakaan hingga Amnesia, benar-benar cobaan yang besar dari Tuhan.


"selama 6tahun ini saya tinggal di sebuah desa bersama orang yang menyelamatkan saya...dan beberapa Minggu yang lalu...kami pindah kemari... karena suatu alasan... tidak lama setelah itu...saya bertemu dengan seseorang yang mengatakan jika saya sepupunya...namun bukannya memelukku...dia malah menyakiti ku..." Aurora menjeda ucapannya dan menahan Air matanya, sedangkan suster Delina hanya diam mendengarkan. Aurora menceritakan semua yang dia tau dan dugaannya selama ini.


"saya memang tidak begitu dekat dengan anda seperti dokter Laura...jadi yang bisa saya beritahu...ayah anda Johny Moon...koma selama setahun setelah kecelakaan...dan dokter Laura yang menangani nya selama 1tahun itu... beberapa kali saya juga melihat nona Melinda datang kemari untuk menjenguk ayak anda... bahkan saat ayah anda meninggal...nona Melinda kemari dan menjaga anda yang pingsan saat itu...tapi beberapa hari setelah ayah anda meninggal... dokter Laura mengatakan jika anda menghilang...itu saja yang saya tau..." jelas suster Delina panjang lebar.


"jadi... sebenarnya mereka mengenalku...tapi kenapa mereka tidak mengatakan apa-apa..." gumam Aurora sedih.


"nona Aurora...mungkin mereka tau jika anda ketakutan dengan masa lalu anda...jadi mereka mencoba ingin lebih dekat dulu dengan anda... sebelum mengatakan semuanya..." suster Delina mengatakan hal yang baik agar Aurora tidak berpikiran buruk.


"iya... terima kasih suster..."


"sama-sama...jangan terlalu di pikirkan...jaga kesehatan... ingat anda masih memiliki putra dan orang-orang yang menyayangi anda..." Aurora mengangguk mengerti dengan perkataan suster Delina.


**Bersambung


Anak Genius CEO Tampan


written by Blue Dolphin**

__ADS_1


__ADS_2