Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 42


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


Felix di buat kesal sendiri, bukan karena pekerjaan, tapi karena Melinda yang berubah drastis, biasanya yang selalu menyambut kedatangan Felix di lobi kantor dengan senyum lebar, membuntuti kemanapun Felix pergi, atau bolak-balik ke ruangan Felix walaupun hanya sekedar menanyakan hal sepele.


Tapi kebiasaan itu tidak ada lagi beberapa hari ini, tidak sepenuhnya menghilang tapi hanya sebagian, namun sebagian itu yang justru membuat Felix rindu, contohnya...


Pertama, Melinda tetap menyambut Felix di lobi, namun tidak ada senyuman lebar seperti biasanya, hanya senyuman seadanya.


Kedua, Melinda tetap mengikuti Felix, namun itu saat untuk melakukan masalah yang berhubungan dengan kantor, jika yang lain, Melinda akan sibuk sendiri, makan siang dengan orang lain, pulang dengan orang lain, bahkan bertukar pesan dengan yang lain.


Ketiga, Menyerahkan pekerjaan pun, Melinda akan ke ruangan Felix hanya beberapa kali, setelah menyelesaikan semuanya sekaligus.


Dan lebih yang membuat Felix semakin kesal adalah sering kali Melinda sedang sibuk dengan ponselnya sambil tersenyum sendiri, entah sedang bertukar pesan dengan seseorang ataupun yang lainnya, Felix tidak tau, dan gengsi jika harus bertanya langsung.


toktok


Suara ketukan pintu membuat Felix tersadar dari lamunannya, setelah memberikan ijin, seseorang membuka pintu dan langsung masuk menghampiri Felix.


"Lix...kita ada meeting setelah jam makan siang nanti di Perusahaan xxx...",


Melinda berujar dengan santai sambil sesekali membaca jadwal Felix yang dia catat di tablet PC nya. Bahkan tanpa dia menyadari jika Felix terus menatapnya sejak dia melangkah masuk ke dalam ruangan ini.


"Lalu sekitar jam 3 nanti kita harus meninjau lokasi yang akan di jadikan syuting iklan nanti...kau mau pergi... atau aku saja...", lanjut Melinda menjelaskan.


"Aku akan ikut dengan mu...", jawab Felix singkat.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu...nanti kita bertemu langsung di Perusahaan xxx... berkas-berkas nya biar aku saja bawa...", Melinda terus menjelaskan tanpa memalingkan sedikitpun wajahnya ke arah Felix.


"Tunggu...apa maksud mu kita bertemu di sana...apa kita tidak pergi bersama...", tanya Felix heran.


"Oh maaf Felix...aku lupa memberitahu mu kalau aku ada janji makan siang dengan seseorang...jadi aku akan pergi setelah makan siang...kau bisa pergi ke sana sendirian...agar lebih efisien...tidak perlu bolak-balik....", jelas Melinda panjang lebar.


"Apa... tidak bisa...kau harus makan siang dengan ku sambil membahas hal-hal yang di perlukan... setelah itu kita pergi bersama...", tolak Felix tegas.


"Tapi Felix...aku sudah terlanjur janji dengan seseorang... aku tidak enak kalau membatalkan nya...", elak Melinda tidak setuju.


"Kalau begitu...aku ikut dengan mu...biar aku yang jelaskan pada orang itu...kalau ini urusan mendesak...", tolak Felix mulai kesal.


"Tidak bisa begitu...dia kan cuma mengajakku saja... kalau aku datang nya denganmu...dia pasti kecewa...", rengek Melinda memohon.


"Aku tidak peduli...kau pilih saja... ikut dengan ku dan batalkan janji mu...atau aku yang ikut dengan mu...kalau kau tidak mau...aku akan potong gaji mu...", ujar Felix mengancam.


"Tapi ini perintah ku sebagai atasan mu...kalau kau berani menolak...tentu saja ada konsekuensinya...", ujar Felix serius sambil beranjak dari duduknya, "...putuskan sekarang...aku tunggu di parkiran...", lanjutnya kemudian melangkah pergi meninggalkan Melinda yang memanggilnya.


"Felix...tunggu", Melinda mengejar mengikuti Felix keluar ruangan.


Namun Felix benar-benar tidak mendengarkan panggilan Melinda, justru malah memasuki lift, tentu saja hal itu membuat Melinda kesal, jadi dengan muka tertekuk Melinda kembali ke ruangannya.


"Haah...dasar kekanakan...", gerutu Melinda membereskan barang-barang di mejanya, kemudian terpikirka sesuatu, dan buru-buru mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.


Tut Tut

__ADS_1


"Halo"


"Iya ada apa Mel...", jawab seseorang dari seberang.


"Maaf... sepertinya aku tidak bisa makan siang dengan mu...",


"Kenapa"


"Biasalah...kau pasti bisa menebaknya..."


"Astaga... benar-benar ya tuh orang...kali ini alasannya apa lagi..."


"Dia bilang kalau aku tidak menuruti perintahnya...gaji ku akan di potong... menyebalkan sekali..."


"Walau menyebalkan begitu...kau kan mencintai nya..."


"Entahlah... bagaimana bisa aku mencintai orang seperti itu... kekanakan... menyebalkan..."


"Hahaha... sepertinya kau sudah bucin akut ya..."


"Ck sudah jangan menggodaku lagu"


"Kalian berdua itu memang aneh...yang satu sudah bucin parah... sedangkan yang satu masih gengsi untuk mengakui perasaannya..."


**Bersambung

__ADS_1


Anak Genius CEO Tampan


written by Blue Dolphin**


__ADS_2