
"Angel"
Melinda memutar bola matanya malas saat membaca nama itu di layar ponsel Felix.
"Untuk apa lagi dia menghubungi mu...", tanya Melinda terdengar kesal.
"Entahlah...dia kan masih belum tau kalau aku terlibat dalam masalah ini...", jawaban Felix membuat Melinda teringat dan mengangguk mengerti.
"Lalu...apa kamu akan menjawabnya..."
"Entahlah...aku tidak tau"
"Bagaimana kalau kamu jawab saja...dan dengarkan apa yang dia inginkan...mungkin kita bisa menggunakannya untuk semakin menjatuhkan harga diri nya... karena aku sendiri belum puas jika hanya melihat nya jatuh miskin saja... sedangkan apa dia dan keluarga nya lakukan pada Aurora... sangat kejam dan tidak berperasaan...", ujar Melinda menggebu-gebu.
"Baiklah...aku mengerti", setelah itu Felix menjawab panggilan itu.
"Halo Felix...", terdengar suara Angel begitu antusias, bahkan lebih mengucapkan salam sebelum Felix mengucapkan nya.
"Halo Angel ada apa...", mendengar suara Felix yang di buat lembut, membuat Melinda memutar bola matanya malas.
"Apa Felix sibuk...", Melinda mengisyaratkan untuk Felix menyalakan speaker ponselnya.
"Lumayan sih... memangnya kenapa...", Felix mengangguk dan kemudian menyalakan speaker seperti permintaan Melinda.
"Apa kita bisa ketemuan sebentar nanti pas jam makan siang...ada yang ingin Angel bicarakan dengan Felix...", ujar Angel terdengar sedih, tapi Felix dan Melinda cukup tau jika itu hanya di buat-buat.
"Bisa kalau cuma sebentar... tidak apa-apa kan...soalnya setelah itu aku ada meeting...", Felix berbicara dengan suara selembut dan setenang mungkin.
"Iya tidak apa-apa kok"
"Ya sudah...aku tutup dulu telponnya...aku harus menyelesaikan pekerjaan ku..."
"Oke bye... sampai jumpa nanti"
"Oke"
__ADS_1
...
"Haish aku benar-benar ingin menjambak rambut perempuan itu", geram Melinda sesaat setelah Felix memutuskan panggilan.
"Aku rasanya juga malas mendengar perkataan nya... apalagi melihat wajahnya", Felix menghela nafas panjang.
"Lalu kenapa kamu setuju bertemu dengan nya nanti", sarkas Melinda kesal.
"Kan kau bilang kita harus membuat nya jatuh lebih parah lagi...jadi menurut ku...lebih baik kita lihat dulu apa rencananya... setelah itu kita lihat bagaimana terkejutnya dia saat tau siapa aku...", Felix berbicara dengan menyeringai, Melinda pun mengangguk mengerti.
Skip
Makan Siang
"Maaf aku terlambat", ujar Felix buru-buru saat sampai di depan seorang perempuan.
"Oh tidak apa-apa Felix... duduklah "
"Maaf...karena pekerjaan ku baru saja selesai...", ujar Felix berbohong, karena sebenarnya perjalanan dari Travel Moon ke daerah dekat kantor Nicholas itu cukup memakan banyak waktu, jadi dia terlambat.
"Iya santai saja...aku juga baru sampai kok"
"Belum...aku sengaja menunggu mu dulu...", Felix mengangguk mengiyakan ucapan Angel.
"Kita makan dulu... setelah itu baru kita bicara... bagaimana...", ujar Felix.
"Baiklah... terserah kamu saja..."
...
Beberapa menit kemudian, Felix menyelesaikan makannya lebih dulu, karena bagaimanapun dia enggan lama-lama bersama perempuan di depannya ini, tapi tadi perutnya sungguh kelaparan, jadi terpaksa mengajak makan lebih dulu.
"Angel... bisakah kita bicara dulu sekarang...karena...aku benar-benar buru-buru...nanti kau bisa tinggal di sini dulu untuk menyelesaikan makan mu...", ujar Felix serius namun lembut.
"Oh baiklah... tidak apa-apa", jawab Angel seperti sengaja menghilangkan sifat sombong nya, meletakan sendok dan garpu yang dia pegang lalu membawa tangan turun ke pangkuan nya.
__ADS_1
"Jadi...ada apa"
"Sebenarnya...ini masalah Aurora...kamu ingatkan sepupu yang aku ceritakan waktu itu...", tanyanya, Felix hanya mengangguk sejenak, "... beberapa hari yang lalu...dia kembali...", lanjutnya.
"Benarkah... bukankah itu hal yang baik...tapi kenapa kelihatan nya kamu tidak senang...", ujar Felix pura-pura tidak tau.
"Bagaimana aku bisa senang...kalau dia kembali dan mengambil semuanya...dan mengusir kami...bukan cuma dari rumah bahkan juga dari perusahaan... padahal selama 6tahun ini...saat dia tidak ada...Ayah ku yang bekerja keras agar perusahaan itu tidak bangkrut...tapi apa balasannya...", jelas Angel dengan terbata dan mata berkaca-kaca.
"Astaga...apa sampai separah itu...lalu bagaimana dengan mu...apa yang akan kau dan orang tua mu lakukan sekarang...",
"Aku tidak tau Felix...kedua orang tua ku syok...bahkan Papa ku sampai jatuh sakit...lalu Mama ku stres memikirkan masalah...aku sendiri bingung harus minta bantuan pada siapa...", ujar Angel berbohong, (aku tidak akan memberitahu Felix kalau Papa sedang di tahan, kalau Felix tau, dia pasti curiga kalau yang bersalah dalam masalah ini adalah keluarga ku, bukan Aurora)
"Jadi...apa yang bisa aku bantu", tanya Felix, Angel pun berbuat menatapnya.
"A-apa kamu bisa membantu ku mendapatkan semuanya kembali...", pertanyaan Angel membuat Felix mengernyit heran.
"Bagaimana caranya",
Beberapa hari kemudian
"Maaf Tuan Felix...ada sesuatu yang harus saya laporkan pada anda...", ujar salah seorang karyawan pria.
"Ya...ada apa..."
"Saya mendapatkan komplain dari pihak xxx...mereka mengatakan jika kita memanipulasi harga yang telah di sepakati... mereka menuntut ganti rugi...atau mereka akan membawa masalah ini ke jalur hukum...", jelas karyawan itu.
"Bagaimana bisa seperti itu...apa kau sudah cek semuanya...ah atau bawa kemari semua dokumen yang berhubungan dengan pihak xxx...biar saya pelajari...", ujar Felix tegas.
Brak
Suara pintu yang di buka keras mengalihkan perhatian kedua orang disana.
"Ah maaf...aku terburu-buru..."
**Bersambung
__ADS_1
Anak Genius CEO Tampan
written by Blue Dolphin**