
Melinda segera berbalik dan meninggalkan tempat itu dengan buru-buru, namun setelah cukup jauh dari kafe JUNGLE, Melinda menghentikan langkahnya, lalu memegangi dadanya yang terasa nyeri dengan nafas yang terengah-engah.
Seharusnya aku tidak langsung pergi, Seharusnya aku lihat dulu apa yang terjadi, dan kenapa Felix bertemu dengan Aurora berdua? Apa Aprilio tau? Apa mereka tidak takut kalau pertemuan mereka bisa menjadi kesalahpahaman.
Pikiran Melinda di penuhi dengan semua pertanyaan, seharusnya dia tidak terkejut, karena dia pun tau kalau Felix mempunyai perasaan pada Aurora, meskipun tidak sebaliknya. Tapi mereka pernah tinggal bersama, bahkan berpura-pura menjadi suami istri, Tapi sekarang kan berbeda, Aurora sudah menikah dengan Aprilio, tidak mungkin dia bermain-main seperti ini.
"Tidak tidak...kenapa aku malah memikirkan hal-hal buruk tentang Aurora...aku tau dia bagaimana... Dia tidak mungkin berbuat aneh-aneh...", Gumamnya sendiri. "...hah...tapi meskipun begitu kenapa hati ku masih saja sakit...haish...", Lanjutnya kesal.
"Ini bukan salah Aurora...pasti ini rencana Felix... Memang dasar tuh orang ya... Pakai rahasia-rahasiaan...bikin orang penasaran sampai jadi penguntit...eh sekarang malah bikin sakit hati... Seharusnya kan dia bilang saja kalau mau ketemu Aurora...jadi aku tidak penasaran dan kepo seperti ini...", Omelnya sendiri sampai tanpa sadar menarik perhatian orang-orang yang berjalan di sekitar nya.
"Sudahlah...lebih baik aku kembali ke kantor saja...", Lanjutnya kemudian kembali melanjutkan perjalanan.
Disisi lain
"Apa maksud mu Felix...jangan bercanda...aku sudah menikah...jangan mengatakan hal-hal yang membuat salah paham...atau-", Ujar Aurora tegas.
"Bukan itu maksud ku Ra...", Sela Felix buru-buru menenangkan, "... dengarkan dulu...", Lanjutnya.
"Oke jelaskan apa maksud ucapan mu...", Ujar Aurora setelah menghela nafas.
__ADS_1
"Kemarin aku berbincang dengan Aprilio dan Nicholas... mereka memberitahu ku tentang perasaan ku pada Melinda...tapi juga mengatakan pada mereka kalau aku ragu dengan hal itu... Apalagi baru beberapa bulan aku mengenal Melinda... tidak mungkin aku bisa jatuh di padanya secepat itu...dan melupakan perasaan ku pada mu yang bertahun-tahun...", Jelasnya.
"Felix..."
"Tapi mereka bilang...cinta itu datang tanpa mengenal waktu dan keadaan...sampai akhirnya mereka mengingatkanku bagaimana cara cinta datang pada kalian...kau dan Aprilio yang berpisah bertahun-tahun tapi masih saling mencintai... bahkan meski kau sempat kehilangan ingatan mu... sedangkan Nicholas dan istrinya yang hanya teman sekolah dulu...dan tidak pernah terlintas sedikitpun bisa bersama... akhirnya bertemu kembali dan saling jatuh cinta... bukankah itu kisah yaitu berbanding terbalik...", Lanjut Felix.
"Hah...benar juga", sambung Aurora tersenyum. "... terdengar seperti kisah cinta dalam novel...", Lanjutnya terkekeh.
"Dan mereka berdua juga berkata...kemungkinan... Perasaan ku pada mu selama ini...bukan cinta... Melainkan simpati...Rasa Kasihan...atau hanya kepedulian semata...", Aurora mengangguk setuju dengan yang di ucapkan Felix.
"Aku setuju dengan itu...", Sahut Aurora yakin.
"Kenapa kau yakin sekali", tanya Felix.
"Tentu saja...aku juga merindukan ibu dan Nio...", Jawabnya cepat.
"Itu dia...kau tidak pernah merindukan ku secara khusus...kau merindukanku seperti kau merindukan ibu mu dan Nio...itu karena kau merasa kalau aku juga keluarga mu...itu saja", jelas Aurora lembut.
"Apa begitu saja...", Gumam Felix masih ragu.
__ADS_1
"Oke...aku akan bertanya lagi...apa kau pernah membayangkan melakukan sesuatu dengan ku...", Tanya Aurora sedikit terdengar ambigu.
"Tentu saja tidak...itukan tidak sopan...kau ini jangan bertanya yang aneh-aneh...", Elaknya buru-buru dengan malu.
"Hey...apa maksud mu aneh...yang aku maksud itu seperti kencan atau jalan-jalan berdua gandengan tangan...atau mungkin sekedar ciuman saja...", Jawab Aurora dengan berbisik di akhir ucapan nya.
"Ah itu...hmm sepertinya...", Felix sedikit berpikir, "...kalau cuma berdua sih tidak...tapi aku terkadang ingin pergi jalan-jalan bertiga dengan mu dan Nio... Ataupun berempat dengan ibu juga...pasti kalian senang... karena aku tidak pernah mengajak kalian pergi jalan-jalan... Bahkan hanya sekedar piknik...", Jelasnya sendu, ada rasa penyesalan dalam matanya.
"Felix...jangan bicara seperti itu...Aku Nio dan bahkan Ibu sekalipun... tidak pernah memikirkan hal-hal seperti itu...kami sudah sangat bersyukur karena kamu masih mau bekerja keras untuk mencari uang demi kami... apalagi untuk aku dan Nio yang hanya orang lain...", Sekarang Aurora yang berbicara dengan nada sendu.
"Orang lain? ck kau ini plin plan...tadi kau bilang kalau aku hanya menganggap mu seperti keluarga...tapi sekarang kau bilang orang lain... Aku kecewa...", Sahut Felix kesal.
"Hehe maaf maaf...aku tidak akan bicara seperti itu lagi...", Ujar Aurora tersenyum. Felix pun menghela nafas berat, kemudian mengangguk sambil tersenyum.
"Baiklah...aku sudah paham sekarang...cinta seperti apa yang aku miliki untuk mu dan Melinda...", Ujarnya.
"Benar... definisi cinta itu ada banyak...kau harus paham itu...cinta pada orang tua...saudara ataupun teman...itu juga cinta...tapi untuk seseorang yang istimewa...cinta itu pasti memiliki perasaan yang khusus...apa kau mengerti...", Felix mengangguk mendengar perkataan Aurora.
"Aku mengerti"
__ADS_1
**Bersambung
Dwi Laksana (Blue Dolphin**)