Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 36


__ADS_3

Keesokan harinya


"Bagaimana...apa sudah siap semuanya...", tanya Aurora pada Melinda.


Saat ini Aurora berada di Travel Moon, semua orang tengah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.


"Sudah...hanya tinggal tunggu waktu nya saja...", jawab Melinda melihat jam tangannya, "...dan kau sendiri apa sudah siap...", tanyanya.


"Entahlah...aku masih gugup...aku takut membuat kesalahan nanti...", ujar Aurora gelisah.


"Jangan gugup...tenanglah Ra...kalau kau gugup... pikiran mu akan kacau...", sambung Laura yang sengaja datang untuk memberikan dukungan pada Aurora.


"Kak...terima kasih sudah datang...", ujar Aurora tulus.


"Tidak perlu berterima kasih...ini kewajiban ku sebagai sahabat...dan juga...suami ku kan berada disini...", jawab Laura bercanda.


"Karena itu juga aku harus banyak-banyak terima kasih pada Kakak dan Nicholas... karena sudah membantu ku sejauh ini...", ujar Aurora lagi.


"Ck kau ini seperti dengan siapa saja... sudah-sudah lebih baik kau bersiap... sebentar lagi akan di mulai...",


"Ah benar... tinggal beberapa menit lagi...tapi aku masih gugup Kak...Mel... bagaimana ini...", Aurora meremas tangannya gelisah.


"Kau ini cuma live di TV saja sudah gugup seperti ini... masa kalah sama Nio yang bicara di depan banyak orang seperti kemarin...", ujar Melinda bercanda untuk mencairkan suasana.


"Itu kan beda Mel...kalau Nio itu sudah turunan dari Papa nya...lihat saja otak pintar dan cara bicaranya yang bijak...aku saja tidak pernah mengajarkan berbicara di depan umum seperti itu...", ujar Aurora cemberut.


"Ya ya...kalau begitu syukuri saja...anak mu tidak menuruni sifat mu yang pemalu dan pendiam itu...", goda Melinda terkekeh.


"Kau ini Mel...terus saja mengejek ku...bukannya ngasih semangat...malah bikin drop saja...", omel Aurora kesal, membuat kedua sahabatnya terkekeh.


"Tenang saja...kita bawakan obat untuk mu...", sahut Laura tersenyum.


"Obat...obat apa...", tanya Aurora penasaran, namun kedua sahabatnya itu hanya mengangkat bahunya.


*toktok


cklek*

__ADS_1


"Mama"


"Oh Nio...Lio... bagaimana kalian bisa ada di sini...", ujar Aurora tidak percaya menghampiri keduanya.


"Tentu bisa dong Ma...kan selama ada Papa...apapun bisa dengan mudah kita lakukan...", jawab Antonio bangga.


"Iya...Mama tau...tapi apa kalian tidak takut di buntuti wartawan...mereka kan pasti penasaran dengan kehidupan kalian setelah apa yang kalian umumkan kemarin...", tanya Aurora dengan mengajak keduanya duduk.


"Namanya juga wartawan... pekerjaan nya pasti mencari tau kehidupan orang-orang terkenal...jadi ya itu resiko kita menjadi salah satu orang terkenal itu...", jawab Aprilio sombong.


"Astaga...kamu narsis banget sih...", ujar Aurora menggelengkan kepalanya tak habis pikir.


"Lho aku bukan narsis...tapi itu kenyataannya...", semua terkekeh mendengarnya.


"Permisi... orang-orang terkenal...live nya akan segera di mulai...", sela Nicholas tiba-tiba, entah kapan dia membuka pintu.


"Oh...kalau orang ini...terkenal atau tidak ya...", balas Melinda mengejek.


"Ck tentu saja...aku lebih terkenal daripada kau...", sarkas Nicholas sewot.


"Wah sepertinya...orang tidak seberapa terkenal ini... sedang kesal ya...hahaha...", ejek Melinda lagi, membuat Nicholas berdecak kesal.


"Baiklah...aku akan kesana...", jawab Aprilio, "...Laura... bisa titip Nio sebentar...", lanjutnya pada Laura.


"Tentu saja...jangan khawatir...aku akan menjaganya dengan baik...", setelah mendengar jawaban Laura, semuanya pun bergegas pergi, termasuk Melinda dan Nicholas yang membantu mengurus semuanya.


Skip


Seorang MC wanita membuka acara dan menyapa dengan hangat, setelah itu beralih memperkenalkan Aurora.


(Salam Kenal semuanya...Saya Aurora Moon...putri tunggal mendiang Johnny Moon...pendiri Travel Moon... mungkin sedikit dari anda semua yang mengenal saya... karena dulu...beliau memang tidak pernah menuntut saya untuk meneruskan perusahaan...dan membiarkan saya menekuni desain...dan itu yang saya sesalkan hingga detik ini...)


Aurora menghentikan ucapannya sejenak untuk mengambil nafas mengatur emosi nya, untungnya MC dan kru memahami dan tidak menuntut banyak.


(Saya tau...anda semua pasti kebingungan kemana saya 6tahun ini...dan kenapa mendiang Ayah saya menyerahkan perusahaan ini pada Adiknya... bukan pada putrinya... tapi sejujurnya...hal itu adalah rekayasa semata...)


Pernyataan Aurora membuat media sosial yang juga menyiarkan acara ini secara langsung, menjadi serbuan banyak komentar orang-orang.

__ADS_1


Banyak yang bertanya-tanya apa maksud Aurora, banyak juga yang penasaran dengan penjelasan lebih lanjut, bahkan banyak juga yang saling menebak siapa dalang di balik rekayasa itu.


(Seperti yang anda semua tau...7tahun lalu...Ayah saya mengalami kecelakaan dan koma selama setahun...dan baru-baru ini saya mengetahui fakta bahwa ternyata kecelakaan Ayah saya adalah rencana yang di buat oleh Paman saya...yang juga Adik kandung mendiang Ayah saya...(Aurora menjeda ucapannya)...Benar...dia adalah pemimpin Travel Moon 7tahun ini... Giovanni Moon... dia yang sengaja merencanakan kecelakaan Ayah saya 7tahun lalu...)


Nafas Aurora terengah-engah setelah menyelesaikan ucapannya barusan, terlihat jelas matanya berkaca-kaca menahan emosi kemarahan dan kesedihan.


MC pun mengambil alih pembicaraan dan mempersilahkan seorang pengacara dan petugas kepolisian untuk mengungkapkan setiap detail apa yang sudah di lakukan Giovanni.


Di saat kamera menyorot Pengacara dan Polisi tadi, diam-diam Melinda membawakan Aurora minum dan menenangkannya.


"Ra...kau yakin bisa melanjutkannya...", tanya Melinda khawatir, "...kalau kau tidak sanggup...biarkan Felix saja yang meneruskan...", lanjutnya memberi solusi.


"Aku tidak apa-apa Mel...aku harus bisa menyelesaikannya sampai akhir...", jawab Aurora coba meyakinkan.


Tanpa Aurora sadari, semua orang yang menonton dari ruangan lain juga tengah mengkhawatirkannya, Nio yang bersama Laura, Aprilio yang sedang bersama pria bernama Rafael yang memanggilnya tadi, dan Felix yang sedang bersama Nicholas di ruang monitor.


(Kalau begitu...Maaf...Nona Aurora... bersediakah anda menceritakan bagaimana anda mendapatkan bukti-bukti ini...)


MC bertanya dengan lembut dan penuh hormat, seakan mengerti jika Aura sedang mengalami Trauma saat menceritakan kembali ke jadian sebelumnya.


(Tentu saja...saya akan ceritakan perdetailnya...


...


...


Aurora menceritakan setiap detail rencananya untuk mendapatkan bukti-bukti itu, terlihat jika Aurora sudah lebih kuat dan percaya diri daripada sebelumnya, bahkan tidak terdengar sedikitpun suaranya bergetar menahan tangis.


(Anda semua pasti tidak menyangka... begitupun dengan saya... bagaimana ada seorang saudara kandung...tega... mencelakai saudaranya sendiri...)


Suara Aurora kali ini terdengar penuh amarah dan kekecewaan besar.


(Dia begitu tega pada Ayah saya...jadi saya pun tiba akan segan-segan memberinya hukuman yang setimpal dengan perbuatannya...)


Aurora menekankan setiap ucapannya, untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak main-main, dan sungguh-sungguh akan melakukan seperti yang dia ucapkan.


**Bersambung

__ADS_1


Anak Genius CEO Tampan


written by Blue Dolphin**


__ADS_2