Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 13


__ADS_3

"Antonio"


panggilan itu membuat Antonio dan Aprilio sama-sama menegang. namun saat yang mendekat adalah Melinda, keduanya menghela nafas lega.


"Nio apa yang kamu lakukan disini...Mama mencarimu..." tanya mendekat ke arah keduanya. "oh...tuan Aprilio...Pa yang sedang anda lakukan disini...", lanjutnya setelah menyadari jika yang bersama Antonio adalah Aprilio.


"kebetulan saja...aku lewat untuk makan siang...", elak nya berbohong.


"oh...apa anda ingin mampir makan siang di kafe saya...", tanya Melinda basa basi, padahal dia sudah pasti tau apa tujuan Aprilio berada di dekat kafe nya.


"tidak tidak...aku sudah ada janji makan siangnya dengan seseorang...", jawabnya berbohong, Melinda mengangguk mengerti.


"baiklah kalau begitu...sepertinya...aku harus membawa Nio masuk... sebelum Aurora mengomel...", jelas Melinda terkekeh.


"oke...kalau begitu...aku juga harus pergi...", pamit Aprilio ramah, "sampai jumpa lagi Antonio...", lanjutnya mengusap kepala Antonio lembut.


"sampai jumpa lagi Paman Lio...", balas Antonio lucu.


Setelah berpamitan, Aprilio masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari sana, meninggalkan Antonio dan Melinda yang saling memandang untuk sejenak, kemudian beranjak dari sana dan masuk kembali ke kafe.


Di kafe


"Nio sayang...kamu darimana saja... Mama kan bilang...Nio tunggu disini...Mama buatkan makan siang...", omel Aurora saat Nio masuk bersama Melinda, kebetulan kafe belum terlalu ramai, hanya ada beberapa orang.


"Nio cuma ke depan saja kok Ma..." jawab Antonio berbohong.


"i-iya Ra...sudah sudah tidak apa-apa... jangan marah... mungkin Nio hanya bosan saja...", sahut Melinda membenarkan.


"ya sudah...duduk dan minum susunya... makanannya sebentar lagi siap...", titah Aurora tegas. Antonio mengangguk dan menuruti perintah Aurora.


Disisi lain


"Baiklah... urusan saya sudah selesai...terima kasih informasinya...saya pergi dulu...", ujar Felix ramah dan ingin beranjak.


"Tunggu", namun Cindy lebih dulu mencegahnya.


"ada apa nona Cindy...", tanya Felix melihat Cindy yang ragu-ragu ingin mengatakan sesuatu.


"Apakah...aku dan keluargaku akan aman...", tanyanya khawatir.


"Tenang saja...tuan Aprilio sudah menyiapkan beberapa bodyguard untuk menjaga rumah mu dan melindungi mu dan keluarga mu...jadi jangan khawatir...", jelas Felix panjang lebar.


"sampai kapan...", tanya Cindy lagi.


"Secepatnya...tuan Aprilio akan memasukkan semua orang yang terlibat ke dalam penjara...", ujar Felix yakin. "setelah itu...kau bisa hidup seperti dulu...bahkan jika kau mau kembali ke pekerjaan lama mu...", ucapan Felix membuat Cindy berbinar bahagia.


"Benarkah...", Felix mengangguk yakin, masalah itu memang bukan hanya sekedar ucapan Felix saja, karena sebelumnya, Nicholas memang sudah pernah membahasnya.

__ADS_1


Skip


Felix sudah dalam perjalanan menuju ke bandara, tanpa istirahat. dia tidak ingin berlama-lama di tempat ini, karena dia yakin, ada ketenangan seseorang yang mulai terusik. dan benar saja, saat ini mobil yang membawa Felix, sedang di buntuti sebuah mobil Jeep berwarna hitam.


"maaf pak, apa ada jalan lain menuju ke bandara...", tanya Felix pada supir yang dia sewa bersama dengan mobil ini.


"maaf tuan...di desa ini...jalan menuju ke bandara hanya satu ini saja...", jawab supir itu ramah.


"baiklah...saya mengerti...", setelah itu Felix mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


panggilan pada orang pertama, tidak ada jawaban hingga beberapa kali, membuat Felix mengumpat kesal, dan terpaksa menghubungi orang kedua yang akan membantu nya.


"halo", tak lama seseorang menjawab dari seberang sana.


"halo tuan Aprilio...saya butuh bantuan... sepertinya saya di buntuti...", ujar Felix cepat.


"apa..." Aprilio terdiam sejenak. "apa kau bisa mengalihkan mereka...atau ambil jalur lain...".


"tidak bisa tuan...ini jalan satu-satunya..."


"baiklah...aku akan minta anak buah ku kesana..."


"jangan semua tuan...minta beberapa tetap berjaga di rumah Cindy... untuk berjaga-jaga kalau ini hanya pancingan saja..."


"aku mengerti..."


panggilan di putus sepihak oleh Aprilio, tanpa pikir panjang, Felix mengirimkan informasi dan rekaman suara percakapan dirinya dan Cindy tadi.


"pak, bisa anda lebih cepat sedikit...", pinta Felix pada supir nya.


Beberapa menit kemudian, karena jarak antara desa dan ke bandara cukup jauh, bahkan harus melewati jalur yang sepi dan gelap, jauh dari perkampungan.


Tepat saat mobil Jeep itu memotong jalur yang di lewati mobil yang ditumpangi Felix, dan kemudian turun beberapa orang laki-laki berpakaian hitam.


"Pak, anda-


"tuan tunggu disini saja...biar saya yang hadapi mereka...", potong supir itu lebih dulu.


Felix mengernyit heran, supir itu memang tidak terlalu tua, mungkin hanya selisih berapa tahun darinya, badan nya yang tidak terlalu tinggi, membuat nya terlihat seperti orang biasa.


Namun kemudian, Felix melotot tak percaya saat supir itu mampu menangkis dan membalas setiap pukulan yang di berita beberapa orang itu.


6orang, sekarang Felix bisa melihat jumlah orang itu ada 6, mungkin supir itu mampu melawan, tapi tidak akan mungkin mampu menjatuhkan semuanya, jadi setidaknya Felix harus membantu hingga bantuan datang.


Felix turun dan langsung menendang salah satunya hingga tersungkur, kemudian memukul juga yang lainnya. hingga beberapa kali Felix dan supir itu menyerang dan melawan orang-orang itu, tetap saja ini pertarungan yang telah seimbang, 2 lawan 6.


Hingga beberapa saat kemudian, supir itu tersungkur pingsan, begitupun dengan 4orang lainnya, dan tersisa Felix sendiri melawan 2orang, namun dengan curang, seseorang yang lain memegang dan mengunci tangan Felix dari belakang, sedangkan yang satu lagi memukul perut Felix hingga keluar darah dari mulut nya.

__ADS_1


Dirasa Felix sudah tidak bisa melawan lagi, mereka melepaskannya dan mencari sesuatu dari baju dan celana Felix, dan hanya menemukan dokumen perjalanan dan ponsel Felix.


Setengah sadar, Felix bisa melihat mereka mengecek ponsel Felix, dan mendengar salah satu dari mereka menghubungi seseorang.


"*Bos...


"Sepertinya dia sudah mengirimkan rekaman suara pada Aprilio dan Nicholas...


"Apa yang harus kita lakukan sekarang...


"Baiklah*...


"Apa kata Bos..." salah satu bertanya setelah panggilan usai.


"tunggu sebentar... bos minta kirimkan rekamannya...", jawab yang menelpon tadi.


"Kita tidak bisa menunggu lagi...mungkin saja dia sudah memanggil bala bantuan..."


"Kau benar... sebaiknya-


Mereka menghentikan ucapannya saat sebuah mobil datang dan beberapa orang langsung turun dan menodongkan pistol ke arah mereka.


"Letakkan tangan kalian di atas kepala dan menunduk", teriak seseorang dengan lantang.


Kedua orang yang masih dalam keadaan sadar itu langsung menurutinya, sedangkan orang-orang yang baru saja datang itu langsung menangkap para penjahat itu.


Sedangkan beberapa orang lagi dari mobil yang lain, langsung menolong Felix dan langsung membawanya ke rumah sakit terdekat.


Disisi lain


"Br**gs*k"


Aprilio mengumpat marah karena belum mendapatkan kabar dari anak buahnya, di sampingnya sudah ada Nicholas.


Setelah mendapatkan panggilan dari Felix tadi, Aprilio segera bergegas ke kantor Nicholas untuk mengatakan yang terjadi. ini yang mereka khawatir kan sejak awal, pasti ada seseorang yang akan mematai-matai rumah Cindy dan melaporkan kepada dalang di balik kejadian 6tahun lalu itu.


Tapi Aprilio sudah memberikan beberapa pengawal, bahkan juga supir yang membawa Felix adalah anak buahnya, tapi sepertinya Felix sengaja meminta pengawal itu untuk tetap berjaga di sekitar rumah dan tempat kerja Cindy. jadi akhirnya dia pergi ke bandara hanya dengan supir saja.


"Kalau terjadi sesuatu pada Felix...apa yang akan aku katakan pada Aurora dan Antonio...", ujar Aprilio frustasi.


"tenang Lio... semuanya akan baik-baik saja...", ujar Nicholas menenangkan.


Beberapa menit kemudian, ponsel Aprilio berdering dan menunjukkan nama salah satu anak buahnya. tanpa pikir panjang lagi, Aprilio segera menjawab nya.


"Bagaimana...


**Bersambung

__ADS_1


Anak Genius CEO Tampan


written by Blue Dolphin**


__ADS_2