Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 41.2


__ADS_3

Akhirnya Mobil di depan memasuki halaman sebuah kafe yang berada di sisi jalan besar dengan masing-masing sisinya terbuat dari dinding kaca. Kemudian Alen turun lebih dulu lalu berputar ke sisi lain membukakan pintu untuk Melinda.


"Ck sok romantis", decak Felix kesal dari dalam mobilnya saat melihat apa yang terjadi, setelah kedua orang itu memasuki kafe, Felix pun melajukan kembali mobilnya mengikuti masuk ke halaman kafe itu.


"Mereka makan di kafe", gumam Felix menelisik suasana kafe itu dari dalam mobilnya, setelah memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari mobil Alen.


Mata Felix mengernyit heran saat Melinda dan Alen tidak langsung duduk di salah satu meja, tapi menuju ke sebuah kursi yang berada tepat di depan barista meracik kopi, bahkan terlihat Alen memakai celemek dan mulai meracik kopi.


"Ah aku baru ingat Mel bilang kalau pria itu owner kafe... jangan-jangan ini kafe miliknya...", Gumam Felix melihat sekelilingnya. "...Lumayan juga...Cukup besar dan ramai...", Lanjutnya mengangguk-anggukan kepalanya.


Felix kembali berdecak kesal saat melihat Melinda dan Alen berbincang kemudian tertawa bahagia, keduanya terlihat begitu cocok dan akrab.


Disis lain


"Tunggu Mel...jangan turun dulu...", cegah Alen tiba-tiba sesaat baru saja memarkirkan mobilnya. Melinda yang kebingungan, hanya menuruti dan melihat apa yang akan di lakukan Alen.


Namun kemudian Melinda membulatkan matanya terkejut saat Alen membukakan pintu untuknya, apalah ada beberapa orang yang menatap mereka.


"Apa yang kau lakukan", bisik Melinda menggerutu kesal.


"Nanti aku jelaskan di dalam...ayo kita masuk dulu", jawab Alen ikut berbisik, lalu mempersilahkan Melinda memasuki kafe lebih dulu dengan dirinya mengikuti di belakang.


Saat masuk, Alen langsung mengajak Melinda ke tempat Barista, bahkan tak memperdulikan tatapan orang-orang yang melihat keduanya.


"Oh Boss kau sudah kembali", sapa seorang barista karyawan Alen.

__ADS_1


"Ya...boleh aku pinjam area mu sebentar...aku ingin membuatkan kopi untuk teman ku...", jelas Alen melirik Melinda.


"Oh kau yakin hanya teman Boss...", tanya barista itu berbisik.


"Ssttt sudah sana... lanjutkan pekerjaan mu ...jangan menggangguku...", jawab Alen dengan jari telunjuk di bibirnya, membuat barista itu terkekeh.


"Mel...kau suka kopi"


"Em tidak terlalu...tapi kalau dingin...boleh lah...", jawab Melinda.


"Oke...aku akan buatkan menu yang spesial di sini...", ujar Alen bangga.


"Apa biasanya...kau juga membantu seperti ini...", tanya Melinda sambil melihat sekeliling.


"Tidak juga...aku biasanya sibuk di ruangan ku...entah mengurus masalah internal atau mencari resep menu baru...", jelas Alen.


"Ya... kurang lebih seperti itu...", jawabnya kemudian memberikan segelas minuman pada Melinda, "... silahkan di coba Avocado coffee spesial nya...", lanjutnya


"Wah minuman ini jadi double spesial karena owner nya langsung yang membuatnya...", ujar Melinda antusias, membuat Alen terkekeh kecil dengan menggelengkan kepalanya.


"Bagaimana...", tanya Alen penasaran setelah Melinda meminumnya.


"Em enak... perpaduan Avocado dan Coffee nya pas... tidak terlalu manis...juga tidak eneg...wah cocok ini untuk ku...", puji Melinda antusias.


"Syukurlah kalau kau suka...", ujar Alen kemudian melepaskan celemek yang dia pakai, "...Mel...boleh aku tanya sesuatu...", lanjutnya.

__ADS_1


"Tentu...tanya kan saja..."


"Emm...apa pria yang bersama mu tadi itu orangnya...", tanya Alen hati-hati.


"Yang bersama ku tadi di lobi...", tanya Melinda mengulangi, Alen pun mengangguk mengiyakan. "...Benar... namanya Felix...dia atasan ku...", lanjutnya singkat.


"Kalau tidak salah...kau bilang kalau perasaan mu bertepuk sebelah tangan...",


"Benar... memangnya kenapa...", tanya Melinda bingung dengan maksud pertanyaan Alen.


"Kau yakin kalau dia tidak punya perasaan pada mu...", lagi-lagi pertanyaan Alen membuat Melinda mengernyit heran.


"Iya... karena dia punya perasaan pada sahabat sudah bertahun-tahun...jadi susah untuk move on...emang kenapa sih...kau tanya-tanya seperti ini...", jelas Melinda.


"Tidak apa-apa...tapi kalau menurut ku... sepertinya dia sudah mulai ada perasaan pada mu...", jelas Alen.


"Jangan mengada-ada...darimana kau tau...", ujar Melinda sedikit terkekeh.


"Ya...kalau tidak... untuk apa dia mengikuti kita sampai di sini...", jawab Alen kemudian.


"Mengikuti kita...apa maksud mu...", Melinda terkejut dan refleks ingin berbalik dan mencari, namun lebih dulu di cegah Alen.


"Jangan berbalik...ayo aku tunjukkan...", Melinda menatap Alen bingung, namun tetap mengikuti pria itu saat mengajaknya untuk masuk ke sebuah ruangan.


**Bersambung

__ADS_1


Anak Genius CEO Tampan


written by Blue Dolphin**


__ADS_2