Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 17


__ADS_3

"Bos...anak kecil itu sungguh tidak ada takut nya sama sekali...", ujar Kelvin pada seseorang berpakaian formal yang baru saja masuk ke sebuah ruangan di sisi lain.


"Bagus kalau begitu... berarti dia benar-benar anak dari Aprilio Victory...", jawab pria yang di panggil nya Bos itu.


"Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya...apa kita harus menghubungi keluarga Victory...", tanya Kelvin membuntuti Bos nya itu hingga duduk di sebuah kursi, dan berdirilah di samping nya.


"Tidak perlu...kita tunggu saja...dia pasti akan menemukan kita...", jelas pria itu menyeringai.


"Baiklah...apa kita harus mengikat anak kecil itu...", tanya Kelvin lagi, pria yang di panggil Bos itu hanya menyeringai.


"...ayo...aku ingin melihat keturunan Victory itu...", ajaknya berjalan lebih dulu.


"wah wah...apa ini putra dari Aprilio Victory...", ujarnya saat masuk ke ruangan tempat Antonio, dan melihat bocah 5 tahun itu hanya duduk diam santai, bahkan tak ada raut wajah takut sedikitpun.


"Paman kenal dengan Paman Aprilio...", tanya Antonio pura-pura, membuat semuanya mengernyit heran.


"Paman Aprilio...", tanya pria itu mengulang.


"Iya...nama Paman siapa...Apa Paman temannya Paman Aprilio...kenapa Paman membawaku kemari...apa Paman Aprilio yang menyuruh kalian...", tanya Antonio dengan nada polos nya, membuat Kelvin dengan Bos nya tadi saling menatap kebingungan.


"Tunggu dulu... bukankah Aprilio Victory itu Papa mu...kenapa kau memanggil nya Paman...", tanya Bos itu tidak mengerti.


"Paman...itu tidak benar...kau harus jawab pertanyaan ku dulu... sebelum bertanya...", ujar Antonio menggelengkan kepalanya.


"Baiklah...Nama ku Erick Smith...Aku saingan bisnis Aprilio Victory...bisa di bilang...musuh besar Papa mu itu...", jawab pria bernama Erick itu menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Kau salah Paman...Nama Papa ku itu Felix...bukan Aprilio...jadi...kau salah sasaran...", tolak Antonio santai.


"hahaha...Anak kecil...jangan berbohong...kau pikir aku bisa di kelabui oleh cerita mu itu...", ujar Erick tidak percaya.


"Seharusnya Paman sudah mencari tahu semua informasi tentang ku kan... lihatlah di akte kelahiran ku...dan data di sekolah ku...nama Papa ku itu Felix Yang...bukan Aprilio Victory...", jelas Antonio meyakinkan.


"Benarkah...",


"Jadi...Paman salah sasaran kalau menculik ku hanya untuk menantang Aprilio Victory...",


"Ibu mu Aurora Moon kan...", tanya Erick tiba-tiba.


"iya...memangnya kenapa...",

__ADS_1


"Kalau begitu...aku tidak salah...", jawaban Erick membuat Antonio mengernyit kebingungan. "...Apa kau tidak melihat berita semalam... Aprilio membatalkan pertunangannya dengan Clara Chen...dan mengungkit kembali masalah seorang wanita yang kecelakaan 6tahun lalu... bukankah... perempuan yang di maksud adalah Ibu mu...", jelasnya panjang lebar.


"Iya...itu memang ibuku...tapi-


"jadi... kemungkinan kau anak Aprilio kan...", potong Erick lebih dulu.


"Belum tentu...mereka terpisah 6tahun...dan Ibu ku sudah bersama dengan Papa Felix 6tahun ini...bukan berarti aku anak Paman Aprilio...", jelas Antonio menggebu-gebu.


"Benarkah...Kau itu hanya anak kecil yang tidak akan mengerti masalah ini...", ujar Erick mengejek.


"Tidak...Papa ku Felix...bukan Paman Aprilio...", teriak Antonio marah.


"Bukan...Papa mu itu Aprilio...", bukan Erick yang menjawab, melainkan Kelvin.


"Tidak...Papa Felix"


"Bukan... Aprilio...", Kelvin kembali menjawab dan mengejek perkataan Antonio.


"Sudahlah kau ini", tegur Erick pada Kelvin


"Tidak tidak... pokoknya Papa ku Felix...Papa Felix...", Antonio terus seperti anak kecil yang menginginkan sesuatu, membuat Erick pusing.


Hingga beberapa saat kemudian salah seorang anak buah mereka yang dari luar memasuki ruangan itu.


"Permisi Bos... Aprilio Victory sudah datang...", ujar anak buah itu, membuat Erick menyeringai.


"Oh akhirnya dia datang juga...apa dia membawa polisi...", tanyanya kemudian.


"Tidak Bos...dia hanya berdua dengan seorang pria...", jawabnya


"Hahaha... ternyata dia sudah sangat mengenal ku...", ujarnya tertawa. "...kalau begitu... biarkan mereka masuk...", lanjutnya.


Beberapa menit kemudian pintu ruangan itu terbuka dari luar.


"Antonio"


Aprilio ingin berlari ke arah Antonio, namun di cegah oleh beberapa orang di sana.


"Br*ngs*k...Erick lepaskan anak ku...dia tidak ada urusan dengan mu...", teriak Aprilio marah dan memberontak ingin menghampiri Erick.

__ADS_1


"Oh...dia anak mu...tapi bocah ini bilang...nama Papa nya itu Felix...bukan Aprilio...", Erick menyeringai setelah mengucapkan nya, Aprilio yang mendengar itu sempat terdiam sejenak.


(aku tahu...itu bukan salah Antonio...jika berbicara seperti itu...selama ini...aku tidak ada di sisi nya...)


"Kenapa kau diam saja...apa benar jika dia bukan putra mu...tapi sepertinya tidak...kalau dia bukan putra mu... kau tidak mungkin datang kemari...iyakan...", ucapan Erick membuat April tersadar dari lamunannya, namun tak langsung menyela.


"Itu Bukan urusan mu...", ujar Aprilio dingin.


"Atau...bocah ini belum tau kalau kau Ayah kandungnya...apa-


"Cukup... berhenti mengatakan omong kosong...dan katakan apa mau mu...", ujar Aprilio menatap Erick tajam.


"Hahaha...ini yang aku suka dari mu...sifat mu itu sama seperti ku... kalau saja kita berteman...wah kita pasti akan menjadi tim yang kuat... sayangnya...aku tidak sudi berteman dengan mu...", ujar Erick menyeringai, membuat Aprilio berdecak malas.


"cih... ucapan mu membuat ku mual...", sarkasnya.


"oke oke... sebenarnya...aku ingin menantang mu...satu lawan satu... hanya kau dan aku...", ujar Erick angkuh.


"Kau menantang ku...fight...", Erick mengangguk mengiyakan pertanyaan Aprilio. "...kau yakin... bukankah... beberapa kali kau selalu kalah saat melawanku...", ejeknya kemudian menyeringai, membuat Erick terkejut.


"i-itu dulu... sekarang aku tidak akan kalah dari mu...", teriaknya lantang.


"Baiklah...tapi kau tidak boleh curang...dan minta semua anak buah mu keluar dari sini...", ujar Aprilio menunjuk semua orang disana.


"Oke...tapi biarkan Kelvin disini... begitupun dari pihak mu...", jawabnya menunjuk Nicholas yang diam santai sejak tadi.


"aku juga belum membuat perhitungan dengan bocah itu...", sarkas Aprilio menunjuk Kelvin, membuat pemuda itu ketakutan merasakan aura Aprilio.


"ya ya ya terserah...itu kalau kau menang dari ku...", ejek Erick membuka jas yang dia pakai, dan hanya menyisakan dalaman turtleneck panjang berwarna hitam.


"kau terlalu percaya diri...", balas Aprilio mengejek dan membuka jas nya menyisakan kemeja putih nya, lalu melepaskan dasi nya, dan menggulung lengan kemeja nya hingga siku.


"Nio...tutup mata mu...dan hitung sampai 100...dengan suara lantang...mengerti...", bocah 5 tahun itu mengernyit heran mendengar perkataan Aprilio, namun kemudian mengangguk dan menuruti nya.


"satu...dua...


**Bersambung


Anak Genius CEO Tampan

__ADS_1


written by Blue Dolphin**


__ADS_2