
"Tidak mungkin... bagaimana orang terhormat seperti Tuan Aprilio punya anak seperti ini...", ujar perempuan itu merendahkan, "...lalu... kalau anak ini cucu keluarga Victory... berarti perempuan ini menantu keluarga Victoria begitu...apa kalian pikir ini komik... perempuan miskin menikah dengan pria kaya raya...", lanjutnya.
"Tidak penting siapa saya dan putra saya...tapi anak anda yang lebih dulu mendorong putra saya hingga terluka... jadi anak anda harus meminta maaf...", ujar Aurora tenang.
"Hey...kau menyuruh anak ku minta maaf...jangan mimpi...kau tidak tau siapa kami...huh... seharusnya anak mu yang minta maaf...", ujarnya sombong.
"Saya tidak peduli siapa anda...saya akan meminta putra saya meminta maaf pada anak anda karena menakut-nakutinya...tapi anak anda harus meminta maaf lebih dulu pada putra saya...", jelas Aurora tegas dan berani.
"Kau benar-benar ingin cari masalah ya...aku ini kakak iparnya pak walikota...apa kau tidak takut di usir dari kota ini...", ujarnya membanggakan diri.
"wah Pak Walikota yang sekarang kan orang yang cukup berkuasa..."
"apa yang akan di alami perempuan itu karena menyinggung kakak ipar walikota..."
"Nyonya...yang menjadi Walikota itu adik ipar mu... bukan adikmu sendiri...apa kau pikir...dia akan repot-repot mengurus masalah kecil seperti ini...",
"Tentu saja...aku akan menghubungi suami ku...dan kau akan tau apa akibatnya karena sudah menyinggung keluarga Lian...", ancamnya
"Baiklah... silahkan...", ujar Aurora santai
"Kalau kau takut...panggil juga suami mu...biar sekalian saja aku suruh kalian berlututlah di depan semua orang...", ujarnya marah sambil mencoba menghubungi seseorang.
"Siapa yang takut...apa anda melihat saat ketakutan... saya justru mempersilahkan anda memanggil suami anda...", ujar Felix masih berbicara sopan, mau bagaimanapun dia tidak bisa mempermalukan Aprilio dan keluarganya dengan sikapnya.
"Kau masih saja berlagak...orang miskin banyak tingkah... aku akan buat kau dan sepi keluarga mu sengsara... lihat saja...tapi kalau kau panggil suami mu lali kalian memohon pada ku sekarang...aku-
"Tidak perlu...saya ada di disini", ucapan seseorang di balik kerumunan, membuat semua orang mengalihkan perhatian dan memberi jalan.
"wah... bukankah itu Tuan Aprilio"
"Benar..."
"Berarti perempuan itu sungguh-sungguh istri Tuan Aprilio"
"Lio..."
__ADS_1
"Tuan Aprilio Victory...kenapa anda disini...", ujar perempuan itu senyum dan sopan, namun di abaikan Aprilio yang langsung menghampiri Aurora dan Antonio.
"Sayang...kamu tidak apa-apa...", tanya Aprilio lembut, Aurora menggeleng pelan menjawabnya, "...Jagoan...apa saking sekali lukanya...", tanyanya beralih pada Antonio.
Tindakan dan ucapan Aprilio yang terlihat penuh sayang membuat semua orang membulatkan matanya terkejut dan yakin jika Aurora dan Antonio adalah istri dan anak Aprilio.
"Tidak...hanya perih sedikit...", jawab Antonio yakin.
"Lebih baik Nio kembali ke mobil bersama Paman Kim mengobati lukanya agar tidak infeksi...", ujar Aprilio perhatian, Aurora pun memberikan isyarat agar Antonio melakukannya.
"Mari Tuan Muda...Paman Kim bantu obati...", ajak Sekertaris Kim yang berdiri tidak jauh dari sana.
Setelah Antonio menjauh bersama sekretaris Kim, Aprilio pun tersenyum menatap Aurora lalu menggenggam tangan nya.
"Ada apa...kenapa anda memintanya memanggil saya...", ujar Aprilio beralih menatap perempuan tadi dengan tajam.
"Tu-tuan Aprilio... tidak mungkin an-da dan perempuan ini...", perempuan itu tidak bisa melanjutkan ucapannya.
"Anda memintanya memanggil suaminya kan...saya sudah ada di sini...dia istrinya saya bukankah berarti saya suaminya...apa anda masih belum paham...", sarkas Aprilio dingin.
"Salah paham...", Aprilio menjeda ucapannya sejenak, "...Anak anda mendorong anak saya sampai terluka dan anda tidak minta maaf...justru malah menghina istri saya...dan mengancamnya dengan status dan kedudukan adik ipar anda...lalu sekarang anda bilang ini salah paham...", lanjutnya menekankan setiap perkataannya dengan tajam.
Aurora dan perempuan itu membulatkan matanya terkejut, bahkan semua orang di sana, mereka tidak menyangka kalau Aprilio tau semua yang terjadi.
"i-itu...sa-ya-
"Tuan Aprilio...saya sungguh mohon maaf mewakili istri saya...dia itu dia...hanya perempuan kampung...jadi tidak bisa bersopan santun...", ujar seorang pria yang sepertinya lebih tua dari Aprilio langsung duduk bersimpuh dengan menyatukan kedua telapak tangannya.
"Suamiku...apa yang kau katakan...", ujar perempuan itu tidak terima.
"Diam...dan ikuti saja aku...", bisik pria itu menatap istrinya tajam, dan menarik tangan istri dan anaknya untuk ikut bersimpuh.
"Tapi-
"Diam...atau kau ingin semua keluarga kita bangkrut dan hancur huh...", bisik nya tajam, perempuan itu pun terdiam tak bisa berkata-kata.
__ADS_1
"Sa-ya janji pada anda akan menghukum mereka...sa-ya juga akan melarang mereka pergi ke tempat umum agar tidak melakukan hal memalukan seperti ini lagi... sa-ya juga akan pastikan kalau anda tidak akan melihat mereka lagi di depan atau bahkan sekitar anda lagi...", ujar pria itu mencoba meyakinkan Aprilio, semua orang cukup tertegun dengan perkataan itu keluar dari mulut pria itu.
"Tuan Yohannes Lian...kita sudah beberapa kali bekerja sama...walaupun bukan kerja sama skala besar...tapi anda sudah menjadi relasi perusahaan saya selama bertahun-tahun...jangan sampai hanya karena tingkah istri anda yang kampungan... membuat saya memutuskan kerja sama kita...", ujar Aprilio memberikan tekanan.
"Sa-ya tau Tuan Aprilio...saya berjanji ini yang pertama dan yang terakhir kalinya ada kejadian seperti ini...saya akan mulai mendidik keluarga saya dengan keras...", mohon pria bernama Yohannes itu masih dengan bersimpuh.
"Saya tidak peduli bagaimana anda mendidik keluarga anda...tapi camkan satu hal pada mereka...jika melakukan kesalahan maka minta maaf...sekalipun status dan pangkat anda lebih tinggi...meminta maaf... bukan perbuatan hina...justru itu menunjukkan jika anda bertanggung jawab...", jelas Aprilio panjang lebar.
"Kami mengerti", angguknya mengerti, "...cepat minta maaf...", lanjutnya berbisik pada anak dan istri nya.
"Bangunlah...-
drap drap, suara berisik langkah kaki berlari, membuat Aprilio menghentikan ucapannya sejenak hingga seseorang berhenti tepat di depannya dan Aurora dengan nafas terengah-engah.
"Tuan Aprilio...saya mewakili mereka memohon maaf sebesar-besarnya pada anda..."
"wah bukankah itu Pak Walikota..."
"Benar...dia sampai datang kemari meminta maaf secara langsung pada Tuan Aprilio"
"Bukankah berarti masalah ini adalah masalah besar..."
"Pak Walikota Yulius...anda tidak perlu repot-repot datang kemari...masalah nya sudah selesai...", jawab Aprilio sopan.
"Syukurlah kalau begitu...tapi mau bagaimanapun mereka adalah keluarga saya...jadi saya harus secara langsung meminta maaf pada anda Tuan Aprilio...", ujar pria bernama Yulius itu.
"Kalau anda memaksa...saya akan menerimanya...tapi anda harus pastikan jika kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi...apalagi berbuat seenaknya dengan mengatasnamakan jabatan anda...bukan hanya pada keluarga saya saja...tapi itu juga berlaku pada orang lain... siapapun itu...", jelas Aprilio tegas.
"Baik Tuan...saya mengerti...saya akan pasti jika keluarga saya tidak akan melakukan hal seperti ini lagi...", jawab Yulius dengan yakin.
"Bagus kalau begitu...", Aprilio mengangguk lalu menggandeng tangan Aurora dan beranjak pergi dari sana tanpa memperdulikan yang lainnya.
**Bersambung
Anak Genius CEO Tampan
__ADS_1
written by Blue Dolphin**