Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 41.1


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


toktok


Cklek


"Mel...kau makan siang dimana...", tanya Felix setelah membuka pintu ruangan Melinda.


"oh...aku akan makan siang di luar...", jawab Melinda setelah menatap Felix sejenak.


"Makan di mana...kebetulan aku bosan makan di kantin... Aku akan ikut dengan mu...", ujar Felix.


"aku tidak tau makan dimana...soalnya teman ku yang akan mentraktir...", jawab Melinda santai.


"ah aku kira kau akan makan sendiri...memang kau akan makan siang dengan siapa...soalnya tadi Nicho bilang akan makan siang dengan Laura...jadi tidak mungkin kau janji makan dengan Laura...atau dengan Au- eh bukannya Aurora juga belum pulang...", tanyanya beruntun.


"Bukan mereka...aku kan tadi tidak bilang mau makan dengan Kak Laura atau Aurora...aku cuma bilang teman... memangnya teman ku cuma mereka...Kak Laura dan Aurora punya kehidupan mereka sendiri...tidak mungkin aku mengganggu mereka terus...", jelas Melinda panajang lebar.


"Ya lalu...kau makan siang dengan teman mu yang mana...", tanya Felix penasaran.

__ADS_1


"ish kau ini Kepo banget sih...", ujar Melinda membereskan pekerjaannya. "...sudah ah aku mau pergi sekarang...", lanjutnya beranjak pergi lebih dulu.


"Hey Mel...masa kau tega membiarkan ku makan siang sendirian...", rengek Felix mengikuti Melinda.


"Jangan berlebihan...kau bukan anak kecil lagi yang makan harus di temenin...", balas Melinda tajam.


"Tapi Mel...kau tau kan aku tidak begitu paham restoran yang enak di sekitar sini...", ujarnya beralasan.


"Astaga Felix...kalau begitu pesan makanan delivery saja...", ujar Melinda mulai kesal.


"Ka-lau delivery kan aku tidak tau makanan enak apa gak...", lagi-lagi Felix memberi alasan, Melinda pun menghentikan langkahnya dan mengambil nafas dalam lalu menghembuskannya.


"Tapi aku pengen sesuatu yang baru...aku ingin coba makanan yang belum pernah aku makan...ayolah Mel...", rengek Felix lagi.


Melinda yang keluar dari lift dengan berjalan cepat, seketika menghentikan langkahnya dan menutup mata sejenak mengambil nafas, lalu berbalik ke arah Felix.


"Felix kau-" namun Melinda menghentikan ucapannya saat melihat seseorang, lalu melambaikan tangannya dan tersenyum.


Tentu saja hal itu membuat Felix mengernyit heran, kemudian mengikuti kemana arah Melinda memandang, namun kemudian membulatkan matanya terkejut saat melihat pria yang bernama Alen sedang membalas lambaian tangan Melinda dengan tersenyum juga.

__ADS_1


Melinda kemudian memberikan kode dengan tangannya untuk meminta Alen menunggu, setelah itu kembali mengarahkan pandangannya pada Felix yang justru tengah menatap Alen dengan tajam.


"Felix...Maaf banget ya...teman ku sudah datang...jadi kau makan siang sendiri saja...atau kau pesan saja... nanti aku kirimkan restoran rekomendasi ku...oke...", jelas Melinda lembut beruntun kemudian menepuk bahu Felix sekali, lalu pergi dari sana meninggalkan Felix sendirian.


"Tunggu Mel...", panggilan Felix bahkan tidak di jawab Melinda yang sudah sedikit berlari menghampiri Alen di luar, Felix berdecak kesal kemudian berbalik ke arah lift dan kembali ke ruangannya.


Namun beberapa langkah lagi sampai di pintu ruangan nya, Felix justru berbalik dan bergegas menaiki lift lagi, namun bukan ke lobi, tapi ke area parkir dan langsung menaiki mobilnya.


Dengan perlahan Felix mengendarai mobil nya keluar dari area parkir, matanya menelisik melihat sesuatu, hingga mengunci pandangan nya pada hal itu, dengan perlahan Felix menjalankan mobilnya hingga hampir mendekati.


Benar, Felix sedang mengamati Melinda yang masih berbincang dengan Alen di luar, namun tidak lama keduanya memasuki mobil Alen, kemudian melaju meninggalkan area gedung Travel Moon.


Sepanjang melangkah kembali ke ruangannya tadi, Felix di hantui dengan rasa penasaran, kemana Melinda pergi dengan pria itu, apa mereka pergi berkencan, apa hubungan mereka sudah sejauh itu, tentu saja pikiran- pikiran itu mengganggu Felix.


Jadi daripada gelisah di ruangannya dan bahkan mungkin dia tidak bisa berkonsentrasi bekerja akhirnya nanti, Felix memutuskan untuk mengikuti kemana Melinda dan Alen pergi.


**Bersambung


Anak Genius CEO Tampan

__ADS_1


written by Blue Dolphin**


__ADS_2