Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 37.1


__ADS_3

"Da-rimana anda mendapatkan ini...", tanya Aurora lagi dengan nada suara bergetar.


"Melinda yang memberikan nya pada ku...dia bilang...dulu kamu selalu mengatakan ingin memakai desain ini untuk gaun pernikahan mu...benar kan...", sela Aprilio menjelaskan.


"Benar... a-aku pikir ini sudah hilang... karena aku sudah mencarinya di barang-barang ku...tapi tidak ada...", jelas Aurora tersenyum bahkan tak mengalihkan sedikitpun perhatiannya pada gambar itu.


"Melinda bilang... dia tidak sengaja memecahkan bingkainya saat akan membersihkannya dulu...jadi dia menyimpan nya bersama gambar-gambar miliknya...dan dia hampir melupakannya kalau saja beberapa hari yang lalu aku tidak meminta pendapatnya tentang gaun pernikahan mu...",


"Jadi dia memberikan gambar ini pada mu...dan tidak memberitahu ku...karena ingin membuat kejutan untuk ku...", tebak Aurora bahagia.


"Benar sekali...dia bilang...desain ini milik mendiang ibu mu...dan kau sangat menyukainya...", sambung Aprilio.


"Dia bilang begitu saja...",


"Iya...Katanya...kalau aku ingin tau cerita lengkapnya... aku harus tanya sendiri pada mu...", jelas Aprilio meniru gaya bicara Melinda, membuat Aurora dan Viola tertawa.


"waktu itu...aku masih di sekolah menengah...Ayah memberi ku gambar ini...beliau mengatakan...jika dulu... ibu pernah berkata...kalau saat aku menikah nanti... beliau ingin mendesain kan sendiri gaun pengantin untuk ku... beliau ingin membuatkan gaun pengantin yang akan membuat ku terlihat sangat cantik dan menjadi pusat perhatian di hari spesial ku...tapi sayangnya... beliau tidak bisa mewujudkannya... karena setelah itu...beliau di vonis kanker darah...namun ternyata...sa-at beliau berjuang melawan sa-akitnya...be-liau diam-diam...meng-gambar de-sain ini un-tuk ku...", jelas Aurora panjang lebar dengan terbata-bata di akhir cerita nya.


Aprilio pun segera mendekap dan memeluk Aurora untuk menenangkannya, sedangkan Viola diam-diam meneteskan air mata setelah mendengar apa yang di ceritakan Aurora, kisah kasih sayang seorang ibu yang begitu menyentuh hati.


"Sayang...jangan sedih...sebentar lagi kamu akan mewujudkan impian beliau...aku yakin kalau beliau ikut bahagia saat melihat pernikahan kita nanti...", ujar Aprilio melepas pelukannya, lalu mengusap lembut pipi Aurora yang basah, lalu tersenyum dan menatapnya sayang, Aurora pun mengangguk mengerti


"Terima Kasih Lio... terima kasih Bibi Viola...karena kalian sudah mewujudkan impian ibu ku dan aku...", ujarnya tulus.


"Tidak perlu berterima kasih...mau bagaimanapun Aprilio sudah aku anggap seperti anak ku sendiri...jadi kamu sebagai istrinya pun juga begitu...dan satu lagi...jangan memanggilku Bibi...tapi Aunty... mengerti...", jawab perempuan berdarah campuran itu dengan bercanda.


"Panggilan Bibi itu katanya tidak keren...maka nya dia mau di panggil Aunty saja...lebih keren...", jelas Aprilio terkekeh saat melihat Aurora kebingungan.


"Ah begitu...aku pikir karena Bi- eh Aunty berdarah campuran...berwajah Bule...maka nya minta di panggil seperti itu...", ujar Aurora polos, membuat Aprilio dan Viola terkekeh.


"Kau ini bisa saja Ra...", jawab Viola terkekeh. "...oke... sepertinya sekarang waktunya mencoba gaun ini.. bagaimana...", lanjutnya.

__ADS_1


"Benar Aunty... karena jam 9 nanti aku ada meeting penting...", sambung Aprilio, Aurora pun mengangguk.


"Baiklah...Lio bisa coba tuxedo nya di sebelah sana...biar Aurora coba gaunnya...nanti Aunty bantu...", ujarnya sambil menunjukkan ke satu-satunya setelan yang tergantung tidak jauh dari sana.


"Oke"


Beberapa menit kemudian


"Aunty...dimana Aurora", panggil Aprilio menghampiri Viola yang tengah sendirian.


"Oh dia masih di dalam", jawabnya memberitahu di mana Aurora.


"Setelan ku sudah pas...tidak ada yang perlu di perbaiki lagi...jadi hanya perlu menunggu Aurora saja...", jelasnya sambil berkaca di depan cermin.


"Ya... untungnya kamu ada ukuran dari desainer yang biasa membuat kan jas untuk mu...jadi semuanya sudah sesuai dengan ukuran mu biasanya... sedangkan kalau Aurora kan kita hanya mengambil contoh ukuran orang lain...jadi pasti ada yang harus di perbaiki lagi...", jelas Viola panjang lebar sambil meneliti setelan yang Aprilio kenakan.


"Iya juga sih...tapi Aunty sanggup kan menyelesaikannya dalam beberapa hari ke depan...", tanya Aprilio.


"Maafkan Lio Aunty... beberapa hari ini Lio benar-benar sibuk...banyak yang harus Lio urus... apalagi Aunty juga sedang aku sibuk membantu ku membuat gaun untuk Aurora...jadi aku tidak ingin mengganggu waktu istirahat Aunty...", jelas Aprilio lembut, membuat Viola tersenyum.


"Baiklah...Aunty mengerti...tapi kau harus janji akan mempertemukan aku dengan putra mu...di luar acara pernikahan...kau mengerti...", ujar Viola tegas tak ingin di bantah.


"Oke oke...Lio janji...Lio-


srak


Tirai tempat Aurora berganti baju tiba-tiba terbuka, membuat Aprilio refleks menghentikan ucapannya dan mengalihkan pandangannya.


Namun di detik berikutnya, Aprilio di buat terperangah melihat Aurora yang tampak anggun dan cantik menggunakan gaun pengantin, meski tanpa make-up atau aksesoris lainnya, Aurora sudah terlihat menawan.


Desain gaun itu bukan yang banyak mutiara ataupun batu permata, hanya sedikit ornamen berbentuk bulan sabit yang mengelilingi ujung gaun yang menjuntai serta di bagian lengannya, di tambah lagi dengan warnanya yang bukan putih bersih, melainkan putih kebiruan, lalu di bagian atasnya sedikit terbuka menunjukkan bagian bahu hingga dada bagian atas.

__ADS_1


Di tambah lagi dengan postur tubuh Aurora yang bisa menyesuaikan dengan gaun yang di pakainya, meski selama ini Aurora selalu berpakaian sederhana, namun dia adalah pewaris dari salah perusahaan ternama, tentu saja mendiang ayahnya mengajarkan hal-hal seperti itu, dan mengajaknya ke acara resmi selayaknya pengusaha yang lain, jadi dia sudah terbiasa bahkan paham dengan apa yang harus di lakukan.


"Astaga cantik sekali..."


Skip


Beberapa Jam Kemudian


"Kalau begitu...cukup untuk meeting hari ini...", ujar Aprilio menutup Meeting yang dia pimpin.


"Maaf Tuan Aprilio...", cegah salah satu kepala bagian lebih dulu sebelum Aprilio pergi. "...ada yang ingin saya tanyakan...", lanjutnya, Aprilio tidak menjawabnya, namun hanya mengangguk dan kembali menyandarkan punggungnya.


"Mengenai video yang beredar sejak kemarin...apa anda tidak akan mengambil tindakan...", tanyanya kemudian.


"Menurut mu...apa saja harus saya lakukan...", tanya Aprilio balik.


"Bukankah seharusnya kita memutuskan hubungan kerja sama dengan mereka...", jawabnya.


"Begitu ya...tapi menurut saya...kerja sama kita dengan mereka adalah kerja sama kecil... jadi tidak akan mempengaruhi perusahaan kita...", jelas Aprilio.


"Tapi Tuan... bukankah jika kita tidak bertindak... takutnya orang-orang akan berpikir kalau kita tidak adil..."


"Tidak adil...", tanya Aprilio mengulangi, dan kepala bagian itu mengangguk mengiyakan. "...maksudnya...kita selalu bertindak tegas menghadapi masalah seperti ini sebelumnya...tapi tidak untuk masalah kali ini...dan orang-orang akan berpikir kalau kita terlalu berpihak pada keluarga Juan...", lanjutnya.


"Benar Tuan... apalagi masalah kali ini... langsung berhubungan dengan anda... apakah Anda tidak takut kalau orang-orang menganggap anda berpihak pada mereka... tidak bertindak tegas pada orang yang sudah mempermalukan keluarga anda...", jelas kepala bagian itu panjang lebar, setelah mendengar penjelasan itu, Aprilio pun terdiam.


**Bersambung


Anak Genius CEO Tampan


written by Blue Dolphin**

__ADS_1


__ADS_2