
"KAU BENAR-BENAR CARI MATI", semua orang terkejut dengan apa yang di lakukan Aprilio, bahkan pengawal segera mendekati nya.
"Tuan...biar kami yang mengurus nya...anda tidak perlu susah payah...beri saja kami perintah...", ujar hormat salah satu pengawal.
"Lio... tenanglah...kita di lihat banyak orang... apalagi... ada Nio disini...jangan biarkan dia melihat mu seperti ini...", jelas Aurora lembut dengan sesekali melihat ke arah Antonio yang sedang di dekap Melinda agar tidak melihat yang di lakukan Aprilio.
Mendengar penjelasan Aurora, Aprilio pun tersadar dan meredam emosi nya, kemudian mendorong Hordon ke arah pengawal nya.
"Pegang dia...dan bungkam mulut nya...kalau sedikit saja dia membuka mulut kotornya... sekalian saja buat dia tidak bisa membuka mulut selamanya...", tekan Aprilio sedikit rendah agar tidak terdengar putranya.
"Baik Tuan...", pengawal pun mengangguk dan menyeret Hordon yang ketakutan sedikit menjauh.
Aprilio mengatur nafasnya sejenak, kemudian menatap Aurora dan tersenyum, setelah itu meraih tangan Aurora dan menggenggamnya.
"Baiklah...saya minta maaf karena membuat keributan... sekarang saya ingin menjelaskan...em tidak... memberitahu...bahwa saya Aprilio Victory... CEO Victory Company adalah suami Aurora dan ayah kandung Antonio...", jelasnya lantang dan yakin, semua orang terkejut, terutama Aurora dan Felix yang tidak menyangka jika Aprilio akan mengatakan semuanya sekarang.
Semua orang disana berbisik-bisik, ada yang bingung, ada yang tidak menyangka, bahkan ada yang menatap merendahkan, karena merasa di bohongi oleh Felix dan Aurora.
"Jadi selama ini kalian membohongi kami...", pekik salah seorang warga.
"Kalian tinggal serumah tapi ternyata kalian bukan suami istri... sungguh memalukan...", sahut lainnya.
__ADS_1
"Benar...kasihan mendiang Nyonya Yang...beliau pasti sedih kalau mendengar masalah ini...", timpal lainnya yang di angguki setuju beberapa orang yang lain.
"Jangan membawa mendiang Nyonya Yang...beliau sudah tenang di sana...", Sela Aprilio marah.
"Bagaimana beliau bisa tenang disana...kalau anaknya berbohong dan melakukan hal yang memalukan seperti ini...", teriak seorang warga yang lain.
"Tapi-
Ucapan Aprilio terpotong saat Felix mengangkat tangannya memberi tanda pada Aprilio, kemudian menggelengkan kepalanya lemah, seolah meminta Aprilio untuk tidak menimpalinya lagi.
"Saya akan jelaskan...", sela Felix mengangkat satu tangannya, meminta perhatian semua orang agar mendengarnya, "...tapi saya mohon jangan mengungkit mendiang ibu saya lagi...", sambung Felix tegas.
Aprilio dan Aurora yang melihatnya pun merasa bersalah, sedangkan Melinda segera mendekati Felix dan mengusap bahu pria yang dia cintai itu untuk menenangkan.
"Saat itu...saya tidak tega jika meninggalkannya begitu saja...saya juga tidak bisa membawanya ke tempat tinggal saya di kota...jadi mau tidak mau saya membawanya ke rumah ibu saya...dan semua orang akan menanyakan apa status kami...jadi yang terlintas di pikiran saya adalah status suami istri itu tepat... apalagi Aurora tengah hamil saat itu...dan orang-orang pasti akan percaya kalau dia mengandung anak ku...dan tidak akan mengusirnya dari sini...", mendengar penjelasan Felix, beberapa orang mengangguk mengerti tentang itu.
"Namun saat pindah ke kota beberapa bulan lalu...takdir membawa Aurora bertemu lagi dengan orang-orang yang dia kenal dulu...", sambung Felix menatap semuanya bergantian dengan tersenyum.
"Tolong Maaf kami...", sahut Aurora buka suara, "...Saya dan Felix tidak berniat buruk sama sekali...Felix dan Ibunya adalah orang yang baik... mereka begitu baik pada saya dan menyayangi putra saya seperti keluarga mereka sendiri...", Aurora menjeda ucapannya saat mendengar bisikan-bisikan tentang dirinya dan Felix.
"...dan anda semua tidak perlu khawatir...selama 6tahun ini...tidak ada kontak fisik yang berlebihan antara saya dan Felix...di rumah... kami tidur di kamar terpisah...dan Felix juga lebih banyak menghabiskan waktu bekerja di kota... bahkan terkadang dia hanya pulang sebulan sekali ataupun 2 kali...anda semua pasti tau itu... selebihnya semua hanya berhubungan tentang membesarkan Antonio... Felix dan ibunya sungguh-sungguh sangat membantu dan memberikan semua kebutuhan kami...", jelas Aurora panjang lebar hingga akhirnya terisak tak sanggup menahan air matanya.
__ADS_1
"Jadi...to-long jangan salahkan mereka...", ujar Aurora terisak memohon menyatukan kedua telapak tangannya, Aprilio dengan cepat menarik Aurora kedalam pelukannya, mengusap punggungnya untuk menenangkan.
"Sebenarnya...dalam masalah ini, saya yang harusnya meminta maaf...", ujar Aprilio tiba-tiba, "... semuanya berawal dari kejadian yang menimpa Aurora 6tahun lalu... seharusnya saya menjaganya dengan baik...tapi nyatanya saya lalai dan membuat semuanya menjadi seperti ini...tapi saya sudah menerima hukuman selama 6tahun ini hidup dengan membawa rasa sesal itu...tapi sekarang...saya tidak akan membiarkan apapun atau siapapun menyakiti orang-orang yang saya sayangi...saya berjanji...biar anda semua yang menjadi saksinya...", sambungnya tegas dan yakin, membuat semua orang menatapnya penuh kagum.
"Jadi...", Aprilio mengurai pelukannya, dan membuat Aurora menatapnya, " Aurora Moon...kamu dengar apa saja aku katakan barusan...", tanyanya, Aurora pun mengangguk perlahan.
"Kalau begitu...aku tanya sekali lagi...di depan semua orang ini...aku ingin menjagamu dan Nio selamanya... bahkan jika mengorbankan nyawa ku...hingga maut memisahkan...jadi...maukah kau hidup bersama ku selamanya...maukah kau membangun lagi keluarga yang utuh bersamaku...dan maukah kau menikah dengan ku...", ucapan Aprilio membuat air mata Auto kembali menetes, hanya saja kali ini dengan senyuman itu teruji di bibirnya, kemudian mengangguk berkali-kali.
"Ya...aku mau", hanya kata itu yang mampu keluar dari bibir Aurora, hati dan pikiran nya terasa penuh menerima banyak kebahagiaan saat ini, hingga tak sanggup berkata-kata.
Semua orang memberi tepuk tangan yang meriah, bahkan Melinda ikut menangis bahagia melihat sahabatnya itu, sedangkan Felix tersenyum lebar menatap keduanya, merasa jika keputusannya untuk melepaskan Aurora adalah keputusan yang benar, dan Aurora sekarang bersama dengan orang yang dia cintai dan sanggup menjaga Aurora lebih baik dari dirinya.
Antonio menghampiri kedua orang tuanya, Aprilio pun segera mengangkat dan menggendongnya, memberi kecupan di pipi Nio, begitupun Aurora, ketiganya saling berpelukan sebentar, sebelum kemudian Aprilio kembali memusatkan perhatiannya pada semua usia di sana.
"Untuk merayakan kebahagiaan saya...dan juga sekaligus permintaan maaf dari saya pada seluruh warga desa disini...saya akan membangun desa ini...dan menyediakan lapangan pekerjaan...saya juga akan memberikan sedikit modal untuk setiap rumah...sehingga warga desa disini...tidak mudah di tindas dan di ancam pagi oleh orang-orang licik seperti pria itu...", jelas Aprilio panjang lebar, kemudian menunjuk Hordon yang terlihat terkejut dengan apa yang di jelaskan Aprilio baru saja.
**Bersambung
Anak Genius CEO Tampan
written by
__ADS_1
Blue Dolphin**