
"Cukup...hentikan akting mu Angel"
Suara seseorang mengalihkan perhatian semua orang, bahkan beberapa di antaranya mulai berbisik saat tau siapa itu.
"Bukankah itu Tuan Peter...Putra pertama Keluarga Robert...dari negara L"
"Iya...kenapa dia ada disini.."
"Apa dia mengenal Nona Angel"
"Angelina Moon...bagus sekali...bagus...", Ujar pria bernama Peter itu dengan bertepuk tangan dan berjalan ke arah Angel, sedangkan di belakangnya ada Laura dan Nicholas yang berjalan ke arah Aprilio berdiri.
"...Sekarang kau bilang mencintai orang lain... Padahal baru beberapa hari yang lalu...kau bilang mencintai ku... Bahkan memberikan malam yang panjang untuk ku...kalau aku bisa membantu mu...apa kau sedang mempermainkan ku...", Lanjutnya menatap tajam Angel.
"...Kenapa diam saja...jawab pertanyaan ku...", Teriaknya marah mencengkram dagu Angel untuk menatapnya.
"A-aku..."
"Kenapa... tidak bisa jawab...di mana keberanian mu tadi huh...kenapa sekarang ketakutan...", Ujar Peter melepaskan cengkeramannya dengan keras hingga membuat Angel sedikit terdorong. "...untung saja seseorang memberitahu ku...kalau tidak... Aku akan ketinggalan pertunjukan mu ini...iya kan...", Lanjutnya marah.
"Sial...kenapa aku membantu perempuan ular seperti mu...kalau tau perusahaan yang ingin kau jatuhkan ada hubungannya dengan Kak Nicholas... Aku tidak akan menurutinya...", Teriaknya frustasi, "...Kak Nicholas itu sudah aku anggap seperti kakak ku sendiri...jadi...apa kau pikir...aku akan melakukan hal buruk padanya...demi dirimu...cuih...aku tidak sudi...kau benar-benar berurusan dengan orang yang salah Angelina...", Lanjutnya.
"Ti-dak tidak... a-aku tidak tau Peter kalau kau mengenal mereka... a-aku hanya ingin menjatuhkan Aurora...dan dan...aku mencintaimu... Semua ucapan ku tadi bohong...aku tidak mencintai nya... tolong percaya padaku...", Ujar Angel menangis memohon, dengan memegangi tangan Peter.
"Percaya...kau masih meminta ku percaya padamu... mimpi...", Peter menepis tangan Angel dengan kencang hingga terjatuh.
"Semuanya...saya Peter Robert...akan bertanggung jawab atas semua kekacauan ini...saya bersalah karena ingin membantu perempuan ini untuk memfitnah Travel Moon...tapi kemarin...Tuan Nicholas menghubungi saya dan menjelaskan tentang masalah ini...jadi saya langsung terbang kemari untuk menyelesaikan masalah ini...", Ujar Peter sopan membungkuk sejenak pada semua wartawan yang merekam sejak tadi.
"...dan untuk Nyonya Aurora dan Tuan Felix... Saya benar-benar meminta maaf...saya akan memberikan kompensasi pada kerja sama kita selanjutnya...", Lanjutnya bergantian pada Aurora dan Felix.
"Tidak perlu seperti itu...kau tidak sepenuhnya salah...kau hanya korban dari kebohongan perempuan licik ini...", Ujar Felix geram.
__ADS_1
"Benar...aku juga...meminta maaf mewakili Angel... Mau bagaimanapun...dia adalah sepupu ku...tapi kau tenang saja...aku tidak akan memaafkannya semudah itu...", Sambung Aurora.
Peter Robert adalah putra pertama dari pemilik perusahaan atau pihak xxx yang mengajukan komplain tadi, Angel sengaja meminta bantuan Peter, karena tau jika laki-laki itu tertarik padanya dan akan melakukan apapun yang dia minta, asalkan ada imbalannya, yaitu malam bersama.
Namun yang Angel tidak tau, Peter berteman dengan Nicholas sejak beberapa tahun yang lalu, tentu saja semua berawal dari ketidaksengajaan, Nicholas menolong Peter saat mendapat masalah saat itu, dan sejak saat itu hubungan keduanya baik, bahkan Nicholas memperkenalkan nya pada Aprilio, hanya saja Aprilio tidak bisa lebih dekat dengan Peter seperti Nicholas.
"Permisi...kami dari kepolisian...", Sapa seorang pria berpakaian polisi bersama beberapa orang lagi, membuat perhatian semua orang teralihkan, "...kami mendapatkan laporan...bahwa ada tindak penipuan disini...", lanjutnya.
"Benar Pak... perempuan ini penipu nya...tangkap dia...", jawab Peter lebih dulu.
"Tidak Peter...jangan lakukan ini pada ku...", ujar Angel memohon, dan memberontak saat polisi sudah mulai memegangi tangan nya.
"Kalau begitu... siapa yang bisa ikut saya untuk memberikan keterangan...", tanya Polisi itu lagi.
"Biar saya yang ikut...saya yang melaporkan nya...", jawab Peter dingin, terlihat kekecewaan di wajahnya.
"Tidak...Jangan tangkap saya...saya tidak bersalah...", teriak Angel saat polisi mulai membawanya, sedangkan Peter menemui Nicholas lebih dulu sebelum beranjak pergi.
"Tenang saja... hubungi saja aku nanti...dan terima kasih karena mau membantu...", balas Nicholas tulus.
"Tidak perlu berterima kasih...sudah seharusnya aku menolong mu...", jawab Peter yakin, "...kalau begitu...aku pergi dulu," lanjutnya, setelah mendapat anggukan dari Felix, Peter pun pergi bersama dengan polisi.
"Baiklah kalau begitu... teman-teman wartawan... kalian sudah mendapatkan berita hari ini...kalian bisa bubar...", ujar Aprilio mendekat ke arah kerumunan wartawan.
"Lalu kapan anda akan mengadakan pesta Tuan Aprilio...", celetuk salah satu wartawan, membuat Aprilio terdiam sejenak dan berpikir (wartawan itu tidak pernah puas, sekalipun sudah mendapatkan berita besar)
"oh kalau masalah itu... kalian tenang saja... secepatnya saya akan memberitahu kalian...", jawab Aprilio yakin.
"Baiklah Tuan Aprilio...kami tunggu kabar baiknya..."
Beberapa Menit Kemudian
__ADS_1
Mereka sudah berada di kantor Felix sekarang, setelah sedikit penjelasan dan meminta maaf pada karyawan tentang kekacauan tadi, kini mereka mulai lega karena tidak akan ada yang mengacau lagi.
"Untung saja Kak Laura dan Nicho datang tepat waktu membawa Peter...kalau tidak...aku pasti sudah muntah melihat akting si ular itu...", ujar Melinda emosi.
"Benar...aku sampai tidak menyangka... bagaimana dia begitupun tidak malu... berbicara seolah dia yang tersakiti...", sambung Felix.
"Aku juga begitu...bahkan aku sampai berpikir...apa dia itu sepupu ku...yang tumbuh besar bersamaku...kenapa dia bisa berubah seperti itu...", timpal Aurora sambil menggelengkan kepalanya.
"Setelah dewasa... setiap orang punya pilihan masing-masing Ra... tergantung mereka memilih menjadi orang baik atau orang jahat...dan pasti akan ada resiko dari pilihan nya...", ujar Laura bijak.
"Benar...kita akan menuai apa yang kita tanam...", sambung Nicholas.
"Tapi tidak menutup kemungkinan itu juga karena pengaruh orang tua nya...sejak kecil... mereka memberikan contoh yang tidak baik...dan itu akhirnya menjadi kebiasaan... kebiasaan yang merugikan...", ucapan Aprilio di angguki semuanya.
"oh iya...yang aku tidak sangka...Felix bisa marah juga ya ternyata...", goda Nicholas.
"Tentu saja...aku sudah menahan nya beberapa hari... sejak dia memberitahu ku rencananya waktu itu... rasanya saat itu aku ingin langsung memukul mulutnya dengan tangan ku... untung aku bisa menahannya...", ujar Felix kesal, membuat semua nya terkekeh.
"Keputusan mu sudah benar Felix... terima kasih karena sudah membantu...", ujar Aprilio tulus.
"Benar Felix... terima kasih karena memberitahu kami... dan terima kasih karena mau menggantikan aku memimpin perusahaan ini...", sambung Aurora.
"Tidak perlu berterima kasih... kalian sudah banyak membantuku...dan sekarang giliran ku yang membantu kalian...", ucapnya tulus.
"Tapi Felix... bagaimana waktu itu kau bisa kepikiran untuk merekam semua percakapan mu dengan An- ash aku malas menyebutkan nama nya...", ujar Nicholas.
"Itu saran dari Melinda...karena dia pikir... perempuan itu pasti memiliki rencana busuk...dan ternyata itu benar... Terima Kasih Mel..."
**Bersambung
Anak Genius CEO Tampan
__ADS_1
written by Blue Dolphin**