
Beberapa iring-iringan mobil berhenti di depan pemakaman umum, dari mobil depan Felix turun dari kursi penumpang, kemudian di susul Melinda. Sedangkan dari mobil kedua, Aprilio turun disusul dengan Aurora dan Antonio.
Saat ini mereka sedang berada di desa tempat Aurora dan Antonio hidup selama 6tahun, tempat tinggal milik mendiang Ibu Felix, ini adalah salah satu rencana Aprilio sebelum menikahi Aurora, karena menurutnya ada sesuatu yang mengganggu pikiran Aurora saat ini, jadi Aprilio memutuskan untuk menemui Felix beberapa hari yang lalu.
Flashback
"Maaf sudah membuat anda menunggu...", ujar Aprilio saat baru saja sampai di sebuah restoran yang dia pesan untuk berbincang dengan Felix.
"Ti-tidak...saya juga baru saja datang...", jawab Felix menerima uluran tangan Aprilio untuk berjabat tangan sejenak.
"Baiklah...apa anda sudah memesan sesuatu...", tanya Aprilio kemudian menarik kursi untuk dia duduk, dan di ikuti Felix yang kembali duduk di tempatnya semula.
"Belum...saya baru saja sampai...", jawab Felix jujur.
"Kalau begitu...anda ingin memesan apa...Kopi atau Jus...di sini semuanya di jamin enak...atau sekalian ingin memesan makanan...", tanya Aprilio ramah.
"Ah terserah anda saja...saya tidak tau apa yang enak...", jawab Felix apa adanya.
"Baiklah... bagaimana kalau kopi saja...", tawar Aprilio yang di sambut anggukan setuju oleh Felix.
Setelah itu Aprilio mulai memanggil pelayan dan memesankan dua kopi yang sama untuk nya dan Felix, saat menunggu pesanan, keduanya terlihat canggung, tanpa ada yang memulai percakapan lebih dulu.
"Tuan Felix...anda pasti tau kenapa saya mengajak anda bertemu seperti ini...", ujar Aprilio memulai percakapan.
"Ya...saya tau...tapi sebelum itu...anda bisa memanggil saya Felix saja... tidak perlu dengan embel-embel Tuan...", jawab Felix.
"Kalau begitu...kita bicara lebih santai saja...anggap saja seperti saat anda berbicara dengan Nicholas... tidur apa-apa kan...", perkataan Aprilio membuat Felix bingung bagaimana harus menanggapi nya, walau bagaimanapun kedekatan Aprilio dan Nicholas, tidak bisa di bandingkan dengannya yang hanya orang baru.
__ADS_1
"Kenapa...apa anda tidak bersedia berteman dengan saya...", tanya Aprilio saat melihat Felix diam saja tidak menjawab perkataan nya.
"Bu-bukan seperti itu...hanya saja...saya merasa tidak pantas berteman dengan orang besar seperti anda Tuan Aprilio...", jelas Felix.
"Besar...maksudmu badan ku besar...dan badan mu kecil...jadi kau takut kalau aku akan menghabiskan makanan mu begitu...", ujar Aprilio mencoba mencairkan suasana agar menjadi lebih akrab.
"Bukan seperti itu maksud saya...anda seorang CEO... pemimpin perusahaan besar... sedangkan saya hanya orang biasa...", jelas Felix dengan senyum canggung.
"Nicholas juga CEO...dia juga pemimpin perusahaan...lalu apa bedanya dengan ku...kita sama-sama manusia... dia makan nasi...aku juga makan nasi...bukan kaca...", canda Aprilio lagi, membuat Felix terkekeh mendengarnya.
"Baiklah baiklah...", setelah itu kopi pesanan mereka datang, sebelum melanjutkan pembicaraan, keduanya menikmati kopi mereka masing-masing lebih dulu.
"Felix...kau tau kan...kalau aku sudah mencari Aurora selama 6tahun ini...dan setelah menemukan nya...aku ingin menikahinya secepat mungkin...aku minta maaf sebelumnya...aku tau kalau kau juga memiliki perasaan untuk Aurora...tapi kau tau sendiri kan... bagaimana perasaan nya pada ku...jadi aku minta kau merestui pernikahan kami...", jelas Aprilio mengawali pembicaraan.
"Aku tau...", Felix mengangguk dan menjeda ucapannya sejenak. "...Tapi...sejak awal...sebesar...atau selama apapun aku bersama Aurora... hatinya tak pernah sedikitpun terbuka untuk ku... walaupun saat dia masih hilang ingatan... hatinya tak pernah tergerak sedikitpun untuk ku...bahkan saat itu dia meyakini jika ada seseorang yang sudah menempati hatinya...jadi dia tidak ingin membuka hatinya untuk orang lain lagi...dan itu sudah membuktikan bagaimana posisiku dan posisimu di dalam hatinya...", lanjutnya menjelaskan panjang lebar.
"Tapi...aku merasa ada sesuatu yang masih mengganggu pikiran Aurora saat aku mengajaknya menikah...tapi dia tidak mengatakannya pada ku...", ujar Aprilio cemas
"Tidak...tapi dia tidak ingin buru-buru...dan setelah aku jelaskan kenapa aku ingin secepatnya...dia akhirnya setuju dengan rencana ku...tapi kadang-kadang aku melihatnya melamun sendiri...saat aku tanya ada apa...dia bilang tidak apa-apa...jadi aku tidak tahu apa yang dia pikirkan...", jelas Aprilio dengan wajah cemas.
"Sepertinya...ini ada hubungannya dengan mendiang ibu ku...", jawab Felix berpikir.
"Mendiang Ibu Mu...", tanya ulang Aprilio, Felix pun mengangguk mengiyakan.
"Ya...sebelum Ibu Ku meninggal...beliau meminta ku dan Aurora untuk menikah...", jelas Felix.
"Apa...jadi seperti itu...pantas saja...", ujar Aprilio terkejut. "...dia pasti merasa sedih dan bingung...jika dia menikah dengan ku...dia merasa dia sudah mengecewakan ibu mu... yang bisa memenuhi permintaan terakhirnya...", lanjutnya.
__ADS_1
"Ya... mungkin seperti itu...tapi asal kau tau...saat itu aku juga langsung membahas masalah ini dengan nya...tapi dia tidak langsung menyetujui dan meminta waktu untuk memikirkan nya...jadi dari itu aku tau...kalau aku benar-benar tidak bisa masuk ke hatinya... kalaupun saat itu dia setuju... itupun bukan karena dia mencintai ku...tapi hanya karena ingin memenuhi permintaan terakhir ibu ku...", jelas Felix kecewa, Aprilio pun terdiam, dia ikut merasa bersalah dan sedih karena masalah ini.
"Tapi kau tenang saja...aku sudah melepaskan perasaan ku untuk Aurora... karena aku tau... Aurora dan Antonio...akan lebih bahagia hidup bersama mu... kau juga bisa menjaga mereka lebih baik dari aku...jadi kau jangan khawatir... aku merestui pernikahan kalian...", ujar Felix tulus.
"Terima Kasih Felix...", ucap Aprilio tulus. "...lalu bagaimana... apa kau akan berbicara dengan Aurora tentang masalah ini...", lanjutnya bertanya.
"Benar...tapi sebelum itu... kita harus membawanya ke suatu tempat lebih dulu...", usul Felix.
"Kemana..."
"Mengunjungi Ibu Ku..."
Flashback end
"Ibu...aku datang...maaf...aku tidak pernah mengunjungi ibu sejak pindah ke kota...aku terlalu sibuk...", ujar Felix mengusap nisan ibu nya, kemudian tersenyum. "...dulu... ibu pasti marah kalau mendengar ku berbicara seperti ini...", lanjutnya terkekeh.
Semuanya hanya diam mendengarkan Felix berbicara, sedangkan Aurora dan Antonio menebarkan bunga dan air di atasnya, dengan senyuman tipis.
"ibu...aku juga datang bersama Aurora dan Antonio...dan sekarang Aurora sudah sembuh...dia sudah mengingat semua masa lalunya... bahkan dia sudah menemukan orang yang dia tunggu selama ini... lihatlah...dia ada disini... namanya Aprilio...mereka akan segera menikah...dia yang akan menjaga dan membahagiakan Aurora dan Antonio selanjutnya...jadi Ibu tidak perlu khawatir lagi...a-aku juga bahagia untuk mereka...ibu juga tidak perlu khawatir tentang aku...aku bahkan sekarang memiliki pekerjaan yang jauh lebih baik... hidup ku juga serba berlebih sekarang...aku juga memiliki banyak teman...aku janji akan hidup lebih baik lagi dan bahagia...jadi ibu jangan khawatir...dan tenang disana...", ucap sendu Felix menahan air mata, yang lain pun ikut merasa sedih, bahkan Aurora sudah menangis tersedu-sedu.
Aprilio yang sejak tadi berdiri di belakang Aurora pun langsung berjongkok di samping nya dan mengusap punggung Aurora untuk menenangkan nya, sedangkan Antonio yang berada di sisi lain Aurora pun langsung memeluk tangannya, di seberang mereka ada Melinda yang juga tengah mengusap-usap punggung Felix.
"Ibu...Maaf-kan Aurora...bah-kan sampai sekarang...aku be-lum membalas semua kebaikan Ibu... Maaf...", ujar Aurora terbata-bata. "... Ta-pi Aurora janji...akan selalu berada di sisi Felix... a-aku tidak akan membiarkan nya sendirian...ki-ta...akan sama-sama saling menjaga dan membantu satu sama lain...jadi Ibu jangan khawatir... sekarang Felix punya banyak teman...dia tidak akan kesepian atau sendirian lagi...", lanjutnya menangis.
"Nenek...Nio kangen...tapi kata Mama...Nenek sudah berada di surga...Nenek tidak kesakitan lagi...jadi Nio janji akan jadi anak yang baik seperti kata Nenek...Nio tidak akan menyusahkan Mama...Papa Lio... ataupun Papa Felix...Nio akan rajin belajar...supaya bisa bahagiain Mama...jika Nio sukses nanti...iya kan Nek...", ujar bocah 5tahun itu yakin.
**Bersambung
__ADS_1
Anak Genius CEO Tampan
written by Blue Dolphin**