Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 45


__ADS_3

Skip


Beberapa Jam Kemudian 


"Jadi...ini semua surprise yang di rencanakan Felix untuk Melinda...", Tanya Aurora pada Aprilio saat keduanya memasuki sebuah restoran yang sudah di desain dengan romantis.


"Sebenarnya sih dia hanya minta tolong pada Nicholas untuk menyiapkan tempat makan romantis...dan dia tidak memberitahu ku...", Aprilio menjeda ucapan nya, "...ya... mungkin dia masih canggung kalau dengan ku...", jelasnya.


"Ah benar juga...tadi saja saat aku bilang kalau kamu mengijinkan aku ketemu dia dan kamu bilang kalau dia sudah menghubungi mu secara langsung...dia terlihat terkejut...da itu membuat ku sempat merasa aneh...tapi ternyata dia mengangguk mengiyakan... Felix itu benar-benar ya...bikin geregetan saja...", Omel Aurora kesal.


"Maklumi saja sayang...mungkin dia memang belum pernah terlibat dalam persahabatan seperti ini...", Ujar Aprilio sambil merangkulnya.


Keduanya sekarang tengah berjalan berdua memasuki restoran itu dan melihat-lihat dekorasi kejutan yang tengah di atur sebaik mungkin oleh beberapa orang.


"Aku tebak...pasti semua biayanya kamu yang bayar ya...", Tanya Aurora tiba-tiba.


"Kenapa kamu bisa menebak seperti itu...", Tanya Aprilio balik.


"Ya... karena Felix hanya meminta bantuan pada Nicho...dan mungkin dia masih canggung meminta bantuan mu...jadi kamu berinisiatif sendiri untuk membantu nya dengan membayar semuanya... Benar kan...", Jelas Aurora yakin, membuat Aprilio tersenyum lebar.


"Istri ku memang benar-benar yang paling mengerti aku...", Puji nya bangga, Aurora pun tersenyum.


"Sudah ah...ayo kita cari Nicho dan Kak Laura...", Elak Aurora mengalihkan pembicaraan.


"Sepertinya mereka ada di dapur...", Tunjuknya ke salah satu sudut ruangan.


"Ayo kita kesana", ajak Aurora antusias sambil menarik lengan Aprilio.


Disisi lain


"Mel...kenapa kau diam saja sejak tadi...kau bahkan sering melamun...apa ada sesuatu yang terjadi...", Tanya Felix pada Melinda yang tengah duduk di depannya.

__ADS_1


"Ah ti-dak apa-apa... tidak terjadi apa-apa...", Jawab Melinda buru-buru.


"Kau yakin", tanya Felix khawatir.


"Ya... mungkin aku hanya kelelahan saja...", Elak Melinda memberi alasan.


"Baiklah...kita pergi sekarang...", Ajak Felix kemudian, dan Melinda hanya mengangguk mengiyakan.


Keduanya sekarang tengah berada di mobil Felix untuk menuju ke restoran, seperti kata Felix tadi pagi, dia ingin mengajak Melinda makan dan membicarakan sesuatu.


Hingga beberapa saat setelah mobil meninggalkan basemen kantor, mobil terasa hening, tidak ada yang memulai percakapan, jika Felix memang kepribadiannya seperti itu, susah untuk mencairkan suasana, tapi biasanya tidak untuk Melinda.


Gadis tomboy sahabat Aurora itu adalah orang yang berkepribadian ceria dan bahkan bisa meramaikan suasana dimana pun dia berada, bahkan dia termasuk orang yang gampang untuk akrab dengan orang baru, entah itu lebih tua ataupun lebih muda, sama-sama perempuan ataupun lawan jenis, contohnya seperti Alen, mereka bahkan langsung berteman hanya dalam sekali pertemuan.


"Mel...apa kau sakit...atau tidak enak badan...", Tanya Felix akhirnya memulai percakapan, terlihat jelas jika dia khawatir, karena Melinda terlihat tidak seperti biasanya.


"Tidak...aku baik-baik saja...", Jawab Melinda datar.


"Mel... please katakan pada ku ada apa...kau membuat ku bingung sejak tadi...", Felix memohon, terdengar seperti putus asa, membuat Melinda menatapnya.


"Kau ingin tau aku kenapa...", Tanya Melinda masih menatap Felix yang tengah fokus menyetir dengan menatap ke depan.


"Tentu saja...kau membuat ku gelisah sejak tadi...", Jawab Felix frustasi.


"Kalau begitu...jawab pertanyaan ku dulu..."


"Lho...kenapa malah aku yang jawab pertanyaan...", Tanya Felix heran.


"Jawab saja...", Sela Melinda kesal.


"Oke oke..."

__ADS_1


"Jawab jujur ya...jangan bohong...", Ancam Melinda, membuat Felix hanya mengangguk menuruti. "...tadi siang...kamu bertemu siapa...", Sambungnya berusaha setenang mungkin.


"Astaga...ini masalah tadi siang...memangnya kau pikir aku ketemu siapa hm...sampai kau seperti ini...kau pasti berprasangka buruk pada ku...", Felix tertawa merasa lega dan mulai memahami apa yang membuat Melinda bertingkah aneh.


"Cepat jawab...", Sela Melinda kesal.


"Iya iya...sabar dong...aku akan jelaskan...tapi...kau harus janji...jangan marah lagi setelah aku jelaskan...", Ujar Felix menahan tawa.


"Memangnya kenapa..."


"Kita sudah sampai...dan aku tidak akan mengajak mu masuk kalau kau masih marah... karena aku tidak ingin makan dengan suasana canggung...kau mengerti kan...", Jelas Felix.


"Iya aku janji...", jawab Melinda. "...sekarang cepat jelaskan biar kita bisa masuk dan makan...aku sudah lapar...", Ujarnya untuk menutupi rasa penasarannya.


"Jadi...aku bertemu dengan Aurora dan Nio tadi...ak-


"Hah dengan Nio juga", potongnya terkejut, tentu saja hal itu membuat Felix mengernyit heran.


"Iya... memang nya kenapa...", Tanya Felix.


"Oh ti-dak... tidak apa-apa...", Elaknya.


"Benarkah...lalu kenapa kau terkejut...trus kau tadi bilang dengan Nio juga... seakan-akan sepertinya kau sudah tau kalau aku bertemu Aurora...tapi tidak dengan Nio...", Ujar Felix curiga.


"Ti-dak...a-aku hanya menebak saja...", Elaknya terbata-bata.


"Bukan karena kau mengikuti ku kan...", Tebak Felix lagi menatap Melinda curiga.


**Bersambung


Written by Dwi Laksana**

__ADS_1


__ADS_2