Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 43.2


__ADS_3

"Ah itu... sebenarnya aku terlalu asyik berkendara... sampai tidak sadar kalau aku sudah pergi terlalu jauh... sampai di pinggiran kota...hehehe", jelas Melinda sambil cengar-cengir.


"Apa... pinggiran kota...apa yang kau lakukan di sana Mel... bukankah jarak kesana hampir satu jam...", Ujar Aurora terkejut.


"Aku kan tidak sengaja Ra...niatnya aku cuma mau jalan-jalan saja...tapi karena terlalu asyik...jadi ya begitu deh...", Jawabnya santai.


"Lalu kenapa kau tidak menghubungi kami huh... Kalau terjadi sesuatu bagaimana...", Omel Aurora kesal.


"Awalnya aku mau menghubungi Kak Laura...tapi aku pikir...aku mau menikmati pemandangan di sana sebentar... setelah itu aku akan cari bantuan...tapi-


"Bukannya kau bilang ponsel mu mati...", Sela Felix lebih dulu yang sejak tadi hanya mendengarkan.


"Ah i-itu iya juga... ponselku low bat karena terlalu lama aku pakai memutar musik...jadi aku tidak bisa menghubungi siapa-siapa...", Elaknya buru-buru, namun justru membuat semua orang menatapnya curiga.


"Pokoknya... intinya sebelum aku meminta bantuan...Alen datang lebih dulu menawarkan bantuan...", Jelas Melinda singkat.


"Lalu"


"Ya... pokoknya waktu itu dia tiba-tiba menghampiri ku dan bertanya apa aku butuh bantuan...ya aku jawab saja kalau aku kehabisan bahan bakar...eh tapi dia nya malah pergi begitu saja setelah mengangguk...aku pikir dia kabur tidak mau bantu...tapi beberapa menit kemudian dia kembali... ternyata dia pergi membelikan ku bahan bakar...lalu membantuku mengisinya juga...tapi dia tidak mau menerima saat aku beri uang untuk mengganti uangnya... walaupun aku memaksanya... Jadi aku ajak saja dia makan siang...aku yang traktir...lalu dia mengantar ku kembali ke kantor...", Jelas Melinda panjang lebar.


"Mel...jangan semudah itu percaya dengan orang yang baru kau kenal...bisa saja kan dia pergi memanggil teman-temannya...lalu melakukan sesuatu pada mu...", Ujar Aurora khawatir.


"Tenang saja Ra...kau tau kan bagaimana kemampuan bela diri ku..."


"Iya aku tau kau bisa bela diri...tapi mau bagaimana pun kau ini perempuan Mel...tidak mungkin bisa melawan lebih dari satu orang...", Omel Aurora khawatir.

__ADS_1


"Memang kau bisa bela diri apa...", Sambar Nicholas menimpali.


"Taekwondo"


"Benarkah", pekik Nicholas dan Felix hampir bersamaan setelah mendengar jawaban singkat dari Melinda.


"Hey yang benar saja... Untung saja kau tidak pakai baju sobek dan bertindak...kalau dandanan mu seperti itu...di tambah dengan Taekwondo dan bicara mu yang kasar...kau pasti terlihat seperti Preman...", Cerocos Nicholas enteng.


"Nic", ujar Felix dingin sambil menatap tajam Nicholas di barengi dengan Laura yang mencubit pinggang suaminya itu.


"Akh...sakit sayang"


"Biar...masih untung tidak aku pukul pakai sendok ini kamu ya...", Jawab Laura kesal.


"Oke oke maaf...aku cuma bercanda...", Elak buru-buru.


"Pokoknya Mel...jangan terlalu baik dengan orang yang baru kau kenal...entah itu dia sungguh orang baik atau tidak... takutnya dia malah berharap lebih pada mu...kau mengerti kan maksud ku...", Ujar Aurora bijak.


"Benar Mel...terlepas dari niat buruk...mungkin saja kebaikan mu di salah artikan... sebagai harapan menjalin hubungan lebih dari teman... karena tidak ada pertemanan murni antara dua orang laki-laki dan perempuan... apalagi jika keduanya sama-sama masih single...", Sambung Laura menambahkan.


"Aku tau Ra...Kak...tenang saja...aku bisa menjaga diri ku sendiri...kalau pun masalah hubungan...kita biarkan saja waktu yang menjawab...kita kan tidak tau siapa yang akan mendampingi ku nanti...", Jawab Melinda menenangkan kedua sahabatnya.


"Benar yang di katakan Melinda... biarkan semuanya mengalir apa adanya...Mel juga pasti tau mana yang baik dan mana yang buruk...", Ujar Aprilio ikut memberi pengertian.


"Sudah...urusan hati kita tidak bisa ikut campur... Biarkan Melinda yang memikirkan nya...kita hanya perlu mendukung apapun yang dia putuskan...iya kan Lix...", Jelas Nicholas kali ini serius, kemudian bertanya pada Felix yang berada di samping nya.

__ADS_1


"Ah i-itu i-iya", jawab Felix gagap


"Sudah sudah ayo buruan makan... nanti keburu dingin..."


Disisi lain


Di Negara H


"Tuan...ini datang dari pimpinan Moon Travel...", Ujar seorang pria menyerah kan sebuah file pada pria lain yang duduk di balik meja kerja besar, yaitu atasannya. "Aurora Moon...pewaris atau pemimpin sah Moon Travel...hanya saja dia menyerahkan posisinya pada seseorang bernama Felix Yang... karena dia baru saja menikah dengan pemimpin Victory Company...", Lanjutnya.


"Dia", ujar atasan itu terkejut saat melihat foto yang terdapat di antara file tadi.


"Kenapa Tuan...apa ada yang salah...", Tanya pria yang menjelaskan tadi.


"Sekertaris Ken...kau yakin dia baru saja menikah...kenapa putranya sudah sebesar ini...apa bukan putra kandung...atau putra pria lain...", Tanyanya beruntun.


"Dari informasi yang saya dapat...6tahun yang lalu mereka adalah sepasang kekasih...mereka terpisah karena keadaan dan sebuah kecelakaan... Yang menyebabkan Nona Aurora hilang ingatan... lalu mereka bertemu kembali beberapa bulan yang lalu...dan Ternyata saat terpisah dulu Nona Aurora dalam keadaan hamil dan akhirnya membesarkan putranya sendiri...di tolong oleh seseorang dan dia tinggal bersama ibu orang itu di desa... orang yang menolongnya adalah orang yang dia beri posisi pimpinan menggantikan nya di Travel Moon saat ini...", Jelas pria bernama Ken itu panjang lebar.


"Menarik... ceritanya seperti Novel romansa...", Ujar atasan itu tak berpaling sedikitpun dari foto yang dia pegang. "...cari tau lebih banyak lagi...dan... Temukan sesuatu yang bisa jadi kelemahan mereka...", Lanjutnya menyeringai.


Bersambung


**Anak Genius CEO Tampan


written by Blue Dolphin**

__ADS_1


__ADS_2