
Seorang pria tampan berpakaian formal memasuki sebuah restoran mewah, bahkan hanya ada beberapa pengunjung di sana, dan rata-rata semuanya berpakaian rapi dan mewah.
Langkahnya yang tegap dan pasti, dengan tangan kanannya memegang sebuah buket bunga, di tambah lagi satu set pakaian yang dia pakai adalah rancangan dari desainer terkenal, terima kasih pada Nicholas yang memberikan semua yang di pakai Felix ini, memang jika orang biasa yang melihat, set pakaian ini terlihat seperti set pakaian yang lain, tapi jika yang melihat orang-orang kaya yang biasa mengenakan juga, mereka pasti akan bisa mengenalinya dari ciri khas motif atau corak pakaian itu yang hanya dimiliki Desainer terkenal.
Felix menatap sekeliling untuk mencari orang yang mengundangnya, tapi tidak ada, hingga seorang pria menyambut kedatangan Felix dengan hormat, dan bertanya...
"Permisi Tuan...apa anda sudah reservasi..."
"Nona Angelina Moon...apa dia sudah datang...", tanya Felix
"oh Nona Moon... beliau belum datang...saya akan antar anda...", jelas pelayan itu membuat Felix terkejut sejenak, namun kemudian menetralkan wajah nya.
"Dia belum datang...", gumam Felix menggerutu
"Mari Tuan...", Felix mengikuti langkah pelayan pria itu.
"*Lihatlah...dia tampan sekali..."
"Pakaian juga... bukankah itu rancangan Desainer xxx..."
"Benar...siapa dia...aku tidak pernah melihatnya..."
"Sepertinya dia kan menemui seseorang... lihatlah...dia membawa bunga..."
"Apa jangan-jangan kekasihnya...aku ingin tau siapa perempuan yang beruntung memiliki kekasih sepertinya*..."
Itulah bisik-bisik pengunjung yang berada di restoran itu saat melihat Felix, tentu saja itu membuat pria bermarga Yang itu gugup, karena ini adalah pengalaman pertama nya di tatap penuh puja dengan banyak orang, tatap yang sejak dulu tidak pernah dia dapatkan.
Felix memang memiliki wajah tampan, namun karena dari keluarga biasa dan begitupun penampilan nya, banyak orang yang hanya menatapnya dengan tatapan meremehkan, bahkan juga tidak sedikitpun yang menatapnya dengan tatapan merendahkan, namun Felix tak peduli dengan itu, yang penting dia tidak terlibat masalah yang akan menyusahkan orang tua nya.
Beberapa saat kemudian
Setelah menunggu beberapa menit, seorang perempuan memasuki restoran itu dan menjadi pusat perhatian, namun yang lebih membuat seluruhnya heboh, saat Felix berdiri dan memegang buket bunga yang dia bawa tadi, pengunjung semakin heboh saat keduanya sudah berhadapan
"*waah...ternyata Nona Moon yang dia tunggu..."
"Nona Moon beruntung sekali ya..."
"Mereka terlihat serasi sekali*..."
Ucapan itu terdengar jelas di telinga sepupu Aurora itu, hingga membuat nya tersenyum dengan angkuh.
"Nona Moon...anda sudah datang...", tanya Felix menyambut dengan senyuman.
__ADS_1
"Iya...maaf membuat anda menunggu lama...", jawab Angel manis.
"Tidak...saya juga baru datang kok...oiya...ini bunga untuk anda...", ujar Felix kemudian menyerahkan buket bunga itu pada Angel.
"oh Terima Kasih..."
"Sama-sama...mari silahkan duduk...", Felix mempersilahkan Angel duduk setelah menarik kan kursi untuk nya dengan tersenyum, terlihat sekali jika Angel tersipu malu dengan perlakuan Felix.
"aduh... mereka sweet banget sih..."
Pekikan pengunjung yang lebih banyak perempuan itu kembali terdengar, semakin membuat Angel besar kepala dan bangga jika di puji-puji, namun berbeda dengan Felix yang menahan geram dengan semua ini.
Disisi lain
"Mel...besok kalau aku mengunjungi Nio... kira-kira boleh tidak ya...aku sangat merindukan nya...", ujar Aurora tiba-tiba, saat mereka berdua ada di ruangan Aprilio.
"Tentu saja boleh Ra...kau ibu nya...memang siapa yang mau melarang...", jawab Melinda.
"Aku tau...tapi sekarang dia kan ada di rumah keluarga Victory...kau tau kan maksud ku...", ujar Aurora sendu.
"Aku tau maksud mu...jadi sebaiknya kau meminta bantuan Nicholas...atau kau bisa hubungi langsung asisten Tuan Dion...", ujar Melinda memberi pendapat.
"Benar juga sih...", Aurora mengangguk mengerti, "...oiya... ngomong-ngomong di mana Felix...tumben di tidak kemari...", lanjutnya.
"Lho...mana aku tau...kok kau tanya dia pada ku sih...", jawab Melinda cepat.
"Tidak ada...sudahlah...aku mau beli makanan saja...", ujar Melinda mengalihkan pembicaraan dan bergegas pergi, membuat Aurora terkekeh.
1jam kemudian
Melinda sudah berada di jalan dengan mengendarai mobil nya, dia harus pulang karena besok harus bekerja, dan meninggalkan Aurora sendirian, namun Melinda sempat menghubungi Nicholas tadi karena Felix tidak bisa di hubungi, Melinda meminta salah satu dari keduanya untuk menemani Aurora di rumah sakit malam ini.
Sebenarnya sudah ada beberapa pengawal yang berjaga, dan Aurora tidak apa-apa jika di sana sendirian, namun mereka tidak ingin jika Aurora sendirian saat malam hari, terutama Laura dan Melinda yang menolak hal itu, jadi Aurora mau tidur mau menuruti kemauan 2 sahabat nya itu, padahal Aurora tau jika Felix maupun Nicholas pasti sangat lelah karena sudah bekerja seharian.
ckittt
Melinda menghentikan mobilnya mendadak, saat matanya tidak sengaja melihat sosok yang tadi dia bicarakan dengan Aurora bersama seorang perempuan, Melinda semakin membulatkan matanya saat mengetahui siapa perempuan itu.
"Felix...dan Angel...", ujarnya tak percaya
Beberapa menit sebelumnya.
"Nona Moon...boleh saya antar anda pulang...", tanya Felix saat keduanya berniat menyudahi pertemuan ini dan pulang.
__ADS_1
"Maaf...tapi supir saya sudah menunggu...", jawab Angel sedih.
"Tidak apa-apa...kita bisa memintanya pulang lebih dulu...karena saya ingin mengajak anda ke suatu tempat...", jelas Felix panjang lebar.
"Kemana..."
"Kejutan...anda akan suka nanti...", jawab Felix antusias dengan tersenyum, lagi-lagi membuat Angel tersipu.
"Baiklah...", jawabnya setuju.
Felix mempersilahkan Angel berjalan lebih dulu dan membawakan buket bunga pemberian nya, dan dia berjalan di belakangnya. hal-hal seperti itu terlihat begitu luar biasa bagi orang lain, namun bagi Felix, ini benar-benar ujian berat saat dia harus menahan emosi nya.
"Baiklah...yang mana mobil anda...", tanya Felix saat mereka akhirnya sampai di luar restoran, dan memberikannya kunci mobilnya pada seorang pria.
"Itu", Angel menunjuk sebuah mobil hitam yang menuju ke arah mereka.
"Baiklah...anda tunggu sini...saya akan memberi tahu supir anda...dan menitipkan ini...", ujarnya lembut sambil menunjukkan buket yang dia bawa, Angel tersenyum kembali mengangguk kecil.
Felix menghampiri mobil hitam itu dan mengetuk kaca di samping penumpang, telihat kaca terbuka dan Felix berbicara dengan pria yang berada di dalam nya, kemudian menyerahkan buket bunga itu, setelah itu mobil kembali melaju meninggalkan restoran.
Setelah itu Felix kembali ke arah Angel dengan sama-sama melempar senyuman, hingga beberapa saat kemudian sebuah mobil sport berwarna merah berhenti di depan kedua nya, membuat Angel membulatkan matanya saat melihat pria yang di berikan kunci oleh Felix tadi turun dari mobil itu dan berjalan kembali ke arah Felix.
"Terima Kasih" ujar Felix kepada pria tadi. "...mari Nona Moon...", lanjutnya beralih ke Angel yang masih tertegun, "...Nona Moon...", panggil Felix lagi membuat Angel tersadar dari lamunannya.
"Oh...ini mobil anda...", tanya Angel masih tak percaya.
Bagaimana tidak, mobil yang di gunakan Felix adalah mobil limited edition di seluruh dunia, dengan harga miliaran, bahkan belum tentu juga orang-orang memilikinya. tapi saat ini Angel bisa melihat, bahkan sebentar lagi akan menaikinya, di tambah lagi pemiliknya tampan, bukankah ini kesempurnaan yang hakiki.
"Iya...kenapa...apa ada masalah...apa anda tidak suka...", tanya Felix khawatir.
"oh bukan...bukan begitu...saya tidak apa-apa kok...", jawab Angel buru-buru.
"Syukurlah...kalau begitu...kita bisa pergi sekarang...", tanyanya lembut, yang kemudian di angguki Angel pun dengan tersenyum.
Felix membukakan pintu mobil untuk Angel, bahkan juga menghalangi kepala perempuan itu saat memasuki mobil agar tidak terbentur, perlakuan Felix lagi-lagi membuat Angel tersipu malu.
"Terima Kasih...", ujarnya
"Sama-sama...", jawab Felix kemudian menutup pintu perlahan, dan beralih berjalan ke arah pintu kemudi.
Setelah itu mobil melaju meninggalkan restoran, bahkan menjadi pusat perhatian orang-orang di jalan, dan tanpa Felix ketahui ada sebuah mobil yang sedang membuntuti mobilnya.
**Bersambung
__ADS_1
Anak Genius CEO Tampan
written by Blue Dolphin**