Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 33


__ADS_3

"Ada apa Mel..."


"kalau begitu saya permisi Tuan...saya akan menyiapkan dokumen yang anda minta...", Pamit karyawan tadi dengan sopan.


"Baiklah... terima kasih ya...", Karyawan itu beranjak pergi setelah membungkuk pamit pada Felix.


"Ada apa...apa ada masalah...", Tanya Melinda berjalan mendekat ke arah Felix.


"Kamu belum menjawab pertanyaan ku Mel...tapi malah nanya balik..."


"Oh iya...ini aku mau nunjukin postingan di media sosial yang coba menjatuhkan perusahaan kita...", Jawab Melinda menunjukkan ponselnya.


"Baru di posting pagi ini...", Ujar Felix yang di angguki Melinda, "...Apa kau sudah mencaritahu masalah ini...", Lanjutnya.


"Aku sudah meminta tim yang menangani promo ini untuk mencaritahu...kalau sudah tau permasalahannya...aku minta mereka melaporkan setiap detail nya pada ku...", Jelas Melinda.


"Kapan kau melakukannya...", Tanya Felix menatap Melinda dengan tersenyum.


"Sebelum memberitahu mu...", 


"Pantas saja barusan karyawan tadi bilang kalau tidak ada...", Ujar Felix kembali melihat postingan di ponsel Melinda.


"Eh memang nya ada apa...apa ada masalah..."


"Ya...pihak xxx komplain... katanya kita memanipulasi harga... entahlah apa maksudnya... Aku harus mempelajari dulu dokumen kerja sama dengan mereka...", Jelas Felix panjang lebar.


"Bagaimana bisa kebetulan seperti ini...apa jangan-jangan ini berkaitan satu sama lain...ada itu yang sengaja melakukannya..."


"Mungkin saja... tapi-


Kring kring


Telpon di meja kerja Felix berdering kencang membuat Felix menghentikan ucapannya, lalu mengangkatnya.


"Halo"


"Tuan...maaf menganggu...di depan ada banyak wartawan...mereka memaksa ingin bertemu dengan anda..."


"Wartawan...ingin bertemu dengan saya...kamu yakin...saya atau Nyonya Aurora..."


"Sebenarnya mereka hanya mengatakan ingin pimpinan perusahaan memberikan konfirmasi atas berita yang muncul di media sosial..."


"Oh Baiklah...saya akan turun sekarang..."


"Baik Tuan...oh tunggu...ada Nyonya Aurora dan Tuan Aprilio baru saja sampai... sepertinya mereka yang akan memberikan penjelasan pada wartawan..."


"Tidak apa-apa...serahkan saja pada mereka...".


"Baik"

__ADS_1


Disisi lain


Aurora dan Aprilio baru saja sampai di depan Travel Moon, namun keduanya melihat banyak wartawan, sebenarnya mereka tau ada berita di media sosial, dan itu yang membuat keduanya datang.


"Tuan Aprilio apa anda datang untuk melakukan kerja sama...apa anda tidak takut di tipu oleh mereka...", Tanya salah satu wartawan setelah mengelilingi Aprilio dan Aurora.


"Atau apa anda sudah menjadi salah satu korban dari mereka...", Sambung yang lain.


"Tuan Aprilio-


seorang wartawan segera menghentikan ucapannya karena Aprilio sudah mengangkat tangan nya, menandakan agar mereka semua diam.


"Dengarkan apa yang akan saya katakan...", Ujar Aprilio tegas, "...Travel Moon adalah perusahaan istri saya... sebenarnya saya tidak ingin memberitahu sekarang...karena saya berencana membuat pesta dan mengundang anda semua...tapi ternyata...ada masalah seperti ini... Saya harus turun tangan membantu istri saya... Dan untuk penjelasan masalah ini...saya minta waktu pada kalian semua...agar saya bisa mencari dulu akar permasalahannya lalu mencari solusinya... Setelah itu saya akan konfirmasikan pada kalian semua... bagaimana...apa kalian setuju dengan itu...", Lanjutnya.


Semua wartawan saling menatap sejenak, namun kemudian mereka mengangguk mengiyakan, mau bagaimanapun ucapan seorang keturunan Keluarga Victory tidak akan pernah main-main, itulah yang membuat keluarga mereka sukses hingga turun temurun.


"Itu salah pemimpin baru nya yang tidak berpengalaman...", Teriak seseorang di antara kerumunan, membuat semua mencari keberadaan nya. "...dia tidak menghargai orang yang membantu nya mempertahankan perusahaan selama ini...", Lanjutnya lagi.


Semua wartawan mulai berbisik mendengarnya, namun Aurora dengan cepat bisa menebak siapa di balik suara itu, Aurora dengan tenang tersenyum.


"Sepertinya... seseorang ingin saya membuka permasalahan yang sebenarnya...apa para wartawan semua ingin mendengar nya...", Ujar Aurora, Aprilio yang berada di sampingnya pun hanya mengangguk santai.


"Tentu saja kami mau", pekik salah satu wartawan antusias, dan di sahuti setuju oleh yang lainnya.


"Apa semuanya tau siapa pemimpin Travel Moon dulu...", Tanya Aurora, semuanya pun mengangguk.


"Dan... beberapa waktu yang lalu...kami mendapatkan bukti...jika Giovanni Moon... Memalsukan surat wasiat dan dokumen saham yang di wariskan pada Aurora menjadi miliknya...dan dia juga terbukti menjadi otak di balik kecelakaan Tuan Jhonny 7tahun yang lalu...jadi sekarang... Giovanni Moon sudah menerima hukuman nya...dia akan di hukum seumur hidupnya...", Sambung Aprilio lantang.


"Di tambah lagi... Putrinya... Angelina Moon... berencana untuk menjatuhkan saya dengan berita yang muncul di Media sosial saat ini...", Ujar Aurora sambil berjalan perlahan melewati kerumunan, untuk menghampiri seseorang, "...Sepertinya...kau tidak bersyukur hanya aku usir...apa kau juga ingin masuk penjara seperti Ayah mu... Angelina Moon...", Lanjutnya berhenti tepat di depan seorang perempuan yang memakai topi, kacamata hitam dan masker untuk menutupi wajahnya.


"A-apa maksud mu... aku bukan Angel", ujarnya gugup


"Benarkah...kalau begitu...coba tunjukkan wajah mu...", Tantang Aurora.


"Untuk apa...ini privasi ku...", Elaknya lagi.


"Baiklah...aku beri dua pilihan...kau buka sendiri... Atau aku yang membukanya... Sepupu ku tersayang...", Aurora menekankan setiap kata Ayah dia ucapkan.


Mendengar perkataan Aurora, semua wartawan menjadi antusias dan mengerumuni keduanya, tapi hal itu membuat Angel ketakutan dan mengambil langkah mundur, tapi baru selangkah, punggung nya menabrak seseorang, dengan sedikit gugup dia berbalik untuk melihat siapa yang dia tabrak, namun kemudian berbinar saat tau siapa itu.


"Felix...kamu ada di sini...", Ujarnya antusias.


"Siapa kau", tanya Felix dingin.


"Ini aku Angel", jawabnya berbisik.


"Siapa...aku tidak tau...", Elak Felix lagi.


"Ini aku Felix... Angel...Angelina Moon...", Ujarnya keceplosan, dan refleks membuat semua yang menutupi wajahnya, tentu saja hal itu membuat semua orang menyorakinya, dan akhirnya membuat nya tersadar. "...Felix tolong aku... Mereka semua memojokkan ku...padahal aku tak salah...", Lanjutnya merengek mengadu ingin memeluk lengan Felix, namun lebih dulu di cegah Melinda, yang sejak tadi berada di belakang Felix.

__ADS_1


"Maaf Nona...jangan asal pegang...", Ujar Melinda dingin dengan memegang lengan Angel, terlihat kecemburuan di matanya, dan itu terlihat oleh Aurora yang berdiri tidak jauh dari ketiga nya.


"Siapa kau...oh Kau...Melinda", Angel membulatkan matanya terkejut saat melihat siapa yang berada di depan nya, "... kenapa kau bisa bersama Felix... Bukankah kau teman nya Aurora dulu...", Lanjutnya tidak percaya.


"Kau masih mengingatku...apa kau terkejut Angel... kau benar...aku Melinda...aku memang teman Aurora...tapi bukan hanya dulu... melainkan sekarang dan selamanya...", Sarkas Melinda bangga.


"Lalu...bagaimana kau mengenal Felix... tidak mungkin Felix juga mengenal Aurora kan... tidak mungkin-


"Ssttt", Felix meletakkan telunjuknya ke bibir dan menatapnya tajam, mengisyaratkan Angel untuk diam, lalu mengangkat tangannya untuk memberi kode pada seseorang.


"Bagaimana caranya"


"Begini kita buat masalah kerja sama nya dengan salah satu klien... kemudian buat berita palsu jika Travel Moon membohongi konsumen tentang pelayanan dan fasilitas yang mereka tawarkan... sehingga orang-orang akan meragukan kualitas mereka lagi... bagaimana menurutmu..."


"Bagaimana kita bisa mengetahui informasi nya"


"Tenang saja...aku kan sering membantu Papa ku mengurus masalah Travel Moon...aku juga punya mata-mata dalam perusahaan..."


"Lalu apa yang bisa aku bantu"


"Kamu tidak perlu melakukan apapun...kamu bantu saja aku mencari orang yang mau melakukannya dan membayar mereka..."


Mendengar rekaman yang di putar, Angel membulatkan matanya terkejut lalu menatap Felix tak percaya, namun kenyataannya saat pembicaraan itu terjadi, memang hanya dirinya dan Felix yang berada disana, jadi tentu saja semua ini perbuatan Felix.


"Felix", panggil Angel lirih dengan mata berkaca-kaca, namun Felix acuh tak memperdulikan nya, justru tersenyum pada semua wartawan.


"Halo semuanya...Saya Felix Yang... pemimpin baru Travel Moon...salam kenal semuanya...", Sapa Felix sopan dengan membungkuk sejenak, semuanya terkejut, tak terkecuali Angel.


"Ti-tidak...itu tidak mungkin...", Ujar Angel menggeleng ribut, "...jadi kau menjebak ku... kenapa kau lakukan ini pada ku Felix... kenapa...", Lanjutnya berteriak sambil mencengkram jas depan milik Felix dengan kedua tangannya.


"Kejam kau bilang", Felix mencengkram kuat kedua tangan Angel, lalu menariknya agar melepas jasnya, kemudian menepisnya, "...kau bilang aku kejam...apa kau tidak berkaca dengan apa yang kau lakukan pada Aurora...dia sahabat ku...dan aku tidak terima siapapun menyakiti nya...termasuk kau...", Lanjutnya marah.


"Tidak Felix...jangan lakukan ini padaku...aku mencintaimu Felix...", Ujarnya memohon, (aku sudah kalah, tapi aku tidak akan melepaskan Felix, satu-satunya cara adalah bermain perasaan)


"Kau mencintaiku... bukankah kau hanya mencintai Uang dan barang-barang yang aku berikan...", 


"Tidak Felix...aku benar-benar mencintai mu...apa kamu tidak merasakan apa-apa...selama kita dekat...jangan berbohong Felix...", Ujar Angel memohon, mengambil simpati orang-orang.


"Jangan lakukan ini pada ku Ra...aku sudah kehilangan semuanya...jangan ambil juga cinta ku...aku mohon...", Mohonnya beralih pada Aurora.


Tentu saja hal itu membuat Aurora dan Felix terkejut, begitupun dengan Aprilio dan Melinda, mereka tidak menyangka Angel sampai tidak tau malu seperti ini.


"Cukup...Hentikan Aktingmu Angel..."


**Bersambung


Anak Genius CEO Tampan


written by Blue**

__ADS_1


__ADS_2