
Sejak kemarin, Felix tidak bisa fokus dengan pekerjaannya, dia terus saja kepikiran dengan perkataan Nicholas dan Aprilio, keduanya bukan menyudutkan atau menyalahkan atas sikap Felix pada Melinda beberapa waktu yang lalu, setelah dirinya mengetahui perasaan Melinda terhadap nya.
"kita bukan memaksa mu untuk bersama Melinda... karena kau sendiri harus memahami perasaan mu terlebih dulu...apa kau memiliki perasaan untuk nya atau tidak...", ujar Nicholas.
"Pikirkan baik-baik...jangan terburu-buru mengambil keputusan... karena takutnya malah membuat kalian saling menyakiti satu sama lain...", sambung Aprilio.
"Jujur...aku sendiri juga bingung...apa yang aku rasakan pada Melinda berbeda dengan perasaan ku pada Au- Sebelumnya...tapi aku selalu merasa nyaman saat bersama dia...dan aku tidak suka jika dia bersama pria lain...", jelas Felix.
"Itu artinya kau cemburu...mungkin saja... perasaan mu sebelumnya...bukan perasaan cinta antara pria dan wanita...tapi perasaan empati dan ingin melindungi nya saja...bukan cinta yang bisa membuatmu gila... marah-marah tidak jelas saat dia tidak membalas chat atau panggilan mu...atau jantung mu yang berdebar kencang saat di dekatnya...atau bahkan saat kau hanya membayangkan wajahnya...", jelas Nicholas
"Berdebar saat di dekatnya...", gumam Felix.
"Banyak arti Cinta di dunia ini Felix...cinta untuk orang tua... cinta untuk saudara... atau bahkan cinta untuk sahabat... ada perbedaan di setiap masing-masing perasaan... dan hanya diri sendiri yang seharusnya bisa membedakan setiap rasanya...", jelas Aprilio panjang.
"Tapi waktunya jelas sangat berbeda...aku sudah memiliki perasaan yang sebelumnya selama bertahun-tahun... sedangkan yang ini singkat...hanya beberapa bulan...", ujar Felix bingung.
"Waktu tidak bisa mengukur perasaan nyata seseorang Felix... lihatlah aku dan istriku...kami ada teman sekolah... dulu kami tidak ada perasaan apa-apa...sampai akhirnya kami bertemu lagi sebagai dokter dan pasien...yang justru membuat kami dekat dan jatuh cinta... sedangkan untuk Aprilio dan Aurora... mereka hanya bersama selama sebulan...tapi lihatlah cinta mereka yang bertahan hingga bertahun-tahun... bukankah itu perbedaan yang mencolok...", kali ini Nicholas yang menjelaskan panjang lebar.
"Ah benar...aku tidak menyadari itu...padahal aku sudah tau cerita kalian masing-masing...", Felix mengangguk mengerti.
"Jadi...pikirkan...mungkin ada perbedaan di antara kedua perasaan mu itu...dan rasakan apa yang hati mu inginkan...", ujar Aprilio menepuk bahu Felix kemudian berjalan lebih dulu.
__ADS_1
Ketiganya keluar lebih dulu dari ruangan tadi, mereka memilih menunggu di depan, di saat ketiga perempuan dan kedua anak kecil masih pergi ke toilet.
"Felix...Felix...
"Astaga...kau mengejutkan ku Mel...", pekiknya terkejut saat Melinda mengetuk meja nya. "...ada apa...kenapa kau tidak mengetuk pintu dulu...", lanjutnya gugup.
"Aku sudah mengetuk pintu...dan memanggil mu berkali-kali...tapi kau tidak mendengar nya sama sekali...apa yang sedang kau pikirkan... sampai melamun seperti itu...", omel Melinda sambil kembali sibuk dengan dokumen yang dia bawa.
"Tidak memiliki apa-apa ", jawab Felix cepat.
"Ck...lalu apa yang kau lamunkan...sampai seperti itu...", Melinda menggelengkan kepalanya tak hanya pikir.
"Sudah jangan di bahas...kembali ke pekerjaan saja...", elaknya buru-buru.
(Jantungku berdebar kencang...hanya melihatnya di depan ku seperti ini...) batin Felix diam-diam meremas kedua tangannya.
"Felix...apa kau mendengar ku...", panggil Melinda saat Felix hanya menatapnya tanpa berkata-kata.
"Ah iya...Perusahaan xxx yang ada di negara H itu...", uajf Felix buru-buru, Melinda mengangguk mengiyakan, "...jadi kalau mereka menyetujui proposal kita...kita akan pergi ke negara H...", lanjutnya.
"Benar... karena tidak mungkin mereka yang datang kemari...", jawab Melinda santai.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu...aku cek dulu proposalnya...", ujar Felix antusias.
"Baiklah...aku kembali ke ruangan ku dulu...", Melinda ingin beranjak, namun...
"Tunggu Mel...", Felix mencegahnya lebih dulu.
"Ada apa...apa kau membutuhkan sesuatu...", tanya Melinda kebingungan.
"Tidak...ha-nya...ada yang ingin aku bicarakan dengan mu...", jawabnya gugup.
"Oh oke...katakan saja..."
"Bu-kan di sini...", elak Felix hati-hati
"Lalu...kau ingin bicara di mana...memangnya apa itu yang ingin kau bicarakan... bukankah lebih baik bicarakan disini saja kalau masalah pekerjaan...", tanya Melinda beruntun.
"Bukan masalah pekerjaan...tapi masalah pribadi..."
**Bersambung
Anak Genius CEO Tampan
__ADS_1
written by Blue Dolphin**