
Siang Hari di Sebuah Restoran
"Ini akhirnya mereka datang...", ujar Nicholas saat melihat Aprilio, Aurora dan Antonio baru saja datang membuka pintu memasuki Private Room di sebuah restoran mewah.
"Maaf ya...kami telat", ujar Auto tidak enak, kemudian memeluk Laura dan Melinda bergantian.
"Tidak apa-apa...kami tidak masalah...karena ini kalian yang traktir...jadi suka-suka kalian saja datangnya...", sindir Nicholas dengan bercanda.
"Kalo begini sekalian saja kami tidak datang...", balas Aprilio sinis.
"Mana boleh begitu...kalau kalian tidak datang...sama saja bohong...kita yang bayar sendiri nanti...", ujar Nicholas berlebihan.
"Memang pernah aku seperti itu...", tanya Aprilio namun tersirat mengingatkan Nicholas jika dirinya bukan orang yang suka omong kosong.
"Oh ti-tidak pernah...aku kan hanya bercanda Lio... Astaga... kau ini serius sekali...", ujar Nicholas buru-buru.
"Sudah sudah", ujar Laura menengahi, "...tenang saja Ra...kami paham kok kalau kalian pasti masih lelah... makanya waktu kau bilang ingin bertemu hari ini juga... aku sempat berpikir bukankah kau harus istirahat setelah penerbangan berjam-jam...tapi karena aku sangat merindukanmu...jadi aku langsung iya in saja ajakan mu...", jelasnya sambil meminta Aurora duduk di sampingnya.
"Tidak Kak...kami sudah cukup istirahat tadi...kami juga tidak lelah...aku mengajak bertemu hari ini juga karena aku merindukan kalian dan aku juga tidak sabar untuk membagikan oleh-oleh untuk kalian semua...", jawab Aurora antusias.
"Tunggu Ra... bagaimana kalau kita makan dulu... setelah itu baru kita ngobrol-ngobrol...", sela Melinda jujur.
"Oh baiklah... sepertinya ada yang sudah kelaparan nih", Jawab Aurora menggoda Melinda.
"Ya...mau bagaimana lagi aku jarang makan di tempat mewah seperti ini...kalau bukan karena di ajak makan sama Tuan- eh Kak Aprilio...", ujar Melinda jujur, dan canggung di akhir kalimat saat menyebutkan panggilan untuk Aprilio.
panggilan itu di usulkan Aurora karena tidak enak jika Melinda masih memanggil Aprilio dengan sebutan Tuan Aprilio, rasanya terlalu formal, apalagi Melinda adalah sahabat Aurora yang notabene nya sekarang istri sah Aprilio.
__ADS_1
"Hey...kalau begitu kau juga harus memanggil kakak...", sahut Nicholas tak terima.
"Memang harus ya...", tanya Melinda balik dengan entengnya.
"Tentu saja...kau memanggil Lio dan istri ku Kakak...tapi kenapa denganku... kau memanggil nama ku saja...aku dan mereka itu seumuran...", jelasnya menggebu-gebu.
"Umur sama...tapi tingkah mu lebih kekanak-kanakan... tidak pantas di panggil kakak...", jawab Melinda santai.
"Hey...siapa yang kau katai kekanakan huh...enak saja... aku ini CEO berwibawa tau...", ujar Nicholas menyombongkan diri.
"itu tuh...Lihat saja apa yang kau lakukan sekarang... ucapan dan tingkah mu itu tidak cocok dengan sebutan CEO berwibawa...pikirkan sendiri ucapan ku benar atau tidak...kalau tidak percaya...tanya saja sama yang lainnya...", ucapan Melinda yang terus terang membuat Nicholas bungkam dan mendengus kesal.
"Sudah sudah...kalian berdua itu memang benar-benar ya... kalau ketemu...selalu saja ribut...", ujar Laura menggelengkan kepalanya.
"Iya Mel... katanya tadi mau makan dulu...tapi malah jadi bertengkar sih...", sambung Aurora.
"Kau-
"Sayang...cukup...kamu tidak malu sama Nio dan putra mu yang terus memperhatikan mu dari tadi...", sela Laura memberitahu, Nicholas pun langsung mengalihkan perhatian ke arah kedua anak kecil yang sedang duduk di sebuah sofa bermain bersama menunggu makanan mereka.
"Kita mulai makan saja", kali ini Aprilio yang berucap, membuat semua orang mulai makan dengan tenang.
Beberapa saat kemudian
"Ah kenyang sekali... terima kasih Kak Lio... sering-sering traktir ya hehehe", ujar Melinda setelah menyelesaikan makanan di piringnya.
"Sepertinya kalau sering-sering aku tidak bisa...tapi kalau Aurora mungkin bisa...", jawab Aprilio.
__ADS_1
"Tidak tidak aku hanya bercanda...", elak Melinda buru-buru.
"Tidak apa-apa...kau bisa ajak Aurora sekalian jalan-jalan, makan atau shopping...aku akan ijinkan...asal jangan terlalu lelah saja...", jelas Aprilio yakin, namun membuat semua orang tersenyum lebar.
"Oh oke...aku juga siap kapanpun Aurora butuh teman...", jawab Melinda tak kalah yakin, membuat Aprilio pun mengangguk mengiyakan.
"Omong omong soal teman...kata Kak Laura kau punya teman baru ya Mel...", sahut Aurora.
"Teman baru", ulang Melinda mengernyit heran.
"Itu lho Mel...sih Aden atau Al siapa itu...yang owner kafe itu...", sambung Laura.
"Oh Alen...bisa di bilang begitu sih..."
"Bagaimana kau bisa mengenal nya...sejak kapan...", tanya Aurora lagi.
"Aku mengenal nya seminggu yang lalu...dia membantu ku saat mobil ku kehabisan bahan bakar...",
"Kok bisa...kau ceroboh sekali sih sampai mobil bisa kehabisan bahan bakar...tapi biasanya kau tak seperti itu... kenapa...apa sesuatu terjadi...", tanya Aurora beruntun.
"Ah itu...
Bersambung
Anak Genius CEO Tampan
written by Blue Dolphin
__ADS_1