
Felix menunggu Melinda dengan gelisah di dalam mobilnya, takut tidak sesuai dengan ekspektasi nya, tapi senyuman tertib di wajahnya saat melihat Melinda berjalan ke arah mobilnya.
Dengan senyum lebar dan harapan yang besar, Felix tak lepas menatap Melinda hingga masuk dan duduk di kursi penumpang di sebelah nya.
"Jadi...kau memilih pergi bersama ku kan...", tanyanya saat Melinda sudah duduk dan menutup pintu mobil.
"Antar aku ke kafe Alen...dia tidak menjawab panggilan ku ataupun membalas pesan ku...aku takut dia menungguku nanti...", ujar Melinda buru-buru sambil sibuk dengan ponselnya.
"Apa...oh ternyata kau janji makan siang dengan si Alen itu... sampai tidak mau menuruti perintah atasan mu...Hm", sarkas Felix kesal.
"Aku sudah menghubungi Alen untuk membatalkan janji...tapi tidak di jawab...bahkan aku juga sudah mengirimi nya pesan...tapi tidak di baca juga...jadi aku harus ke kafe nya untuk memastikan...", jelas Melinda.
"Kenapa repot-repot ke kafe nya...kau kan sudah mengirim pesan...nanti juga dia akan baca...jadi tidak perlu berlebihan...", balas Felix.
"Aku hanya ingin memastikan dia baik-baik saja Felix... karena tidak biasanya dia tidak menjawab panggilan atau membalas pesan dari ku...", jelas Melinda dengan wajah khawatir.
"Jangan berpikiran buruk...mungkin saja dia sedang mengerjakan sesuatu...dan sengaja mendiamkan ponselnya...atau juga mungkin ponselnya tertinggal di mobil...belum tentu terjadi sesuatu...jangan berlebihan Mel...", jelas Felix tegas, Melinda pun terdiam sejenak, kemudian menghela nafas panjang.
"Tapi aku harus memastikannya Felix...tolong antar aku kesana ya...please...", rengeknya memohon, Felix pun menghela nafas panjang.
"Ck...iya iya", jawab Felix kesal, namun tetap menyalakan mobilnya sesuai permintaan Melinda.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian
"Eh itu Alen", ujar Melinda saat memasuki halaman kafe Alen dan melihat pria itu ingin memasuki mobilnya.
Tintin
"Astaga Mel...kau ini...", omel Felix saat Melinda tiba-tiba menekan tombol klakson di depannya.
"Hehehe Maaf...aku takut Alen keburu pergi...", jelasnya tersenyum menyesal. "...kalau begitu aku turun dulu...", lanjutnya langsung membuka pintu mobil dan keluar.
"Oh Mel...ternyata kamu...", ujar Alen saat mengetahui jika Melinda yang turun dari mobil yang mengklaksonnya tadi.
"Maaf Mel... ponsel ku ketinggalan di mobil sejak tadi...ini aku baru sempat mengambilnya...tadi juga keadaan kafe rame... jadi aku harus bantu anak-anak...", jelas Alen sambil mengambil ponselnya.
"Astaga...aku pikir terjadi sesuatu padamu..."
"Tidak akan...aku bisa jaga diriku baik-baik...kau tidak perlu khawatir...", jawab Alen menenangkan.
"Syukurlah kalau begitu "
"Jadi... bagaimana makan siang kita... tapi sepertinya tidak jadi ya...", tanya Alen saat melihat Felix berjalan ke arah mereka.
__ADS_1
"Oh iya...maaf Len...aku harus batalin janji makan siang kita... karena aku mendadak ada meeting setelah jam makan siang... takutnya nanti aku tidak keburu kesana... jadi untuk lebih efisien waktu...aku akan makan siangnya dengan atasan ku saja...", jelas Melinda panjang lebar.
"Ah begitu...apa tempat meeting jauh dan memakan banyak waktu...",
"Emm Perusahaan xxx...aku belum tau di daerah mana itu...aku baru mendengar nya..."
"Perusahaan xxx... bukankah hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk sampai disana... menurut ku masih keburu kok kalau kamu makan siang disini...", ujar Alen santai.
"Ah benarkah...tapi-
"Tuan tolong jangan ikut campur dalam urusan atasan dan bawahan...", potong Felix kesal.
"Maaf Bos... bukannya saya ingin ikut campur...saya hanya merasa kalau alasan nya terlalu aneh... atau memang hanya alasan yang di buat-buat...", ujar Alen menyindir.
"Itu bukan urusan anda...jadi anda tidak perlu khawatir"
***Bersambung
Anak Genius CEO Tampan
written by Blue Dolphin***
__ADS_1