
"Hey sudah-sudah...kenapa jadi sedih-sedih begini sih... lihatlah itu...ikan sudah mengambil umpan...", ucap Nicholas menunjuk layar laptopnya.
"Oh benar... lihatlah wajahnya yang bahagia itu...dasar orang tua serakah...aduh...jangan sampai aku dapat mertua seperti itu...hiii", ujar Felix bergidik geli.
"Hahaha...kau ini lucu sekali Lix...disaat seperti ini kau malah bahas masalah mertua... sepertinya...kau terlalu lama menjomblo...jadi otak mu perlu di refresh...", ejek Nicholas terkekeh lucu.
"hehehe Maaf... terbawa suasana...", jawab Felix malu.
"Sudah...aku mau kirim pesan ke Aprilio dulu...",
Disisi lain
Sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan sebuah gedung perkantoran, sesaat kemudian, kaca jendela pintu bagian belakang terbuka, menampilkan sosok pria tampan berwibawa.
"Kau yakin ini tempatnya...", tanyanya sambil menatap gedung itu dengan cermat.
"Benar Tuan Aprilio...dari informasi yang saya dapat...ini Firma Hukum milik Joshua Ang...dia mendirikannya baru beberapa tahun ini...", jelas sopir sekaligus salah satu orang kepercayaan Aprilio, bernama Martin.
"Wah...dia mendirikan perusahaan...dari uang hasil mengkhianati kepercayaan Tuan Jhonny...dia benar-benar luar biasa... menjijikkan...", sarkas Aprilio kesal.
"Apa Tuan ingin saya masuk ke dalam... untuk menanyakan sesuatu...", tanya sopir itu.
"Tidak perlu... biar saya masuk langsung saja...ayo ikut...", jawab Aprilio.
Aprilio keluar dari setelah supir membukakan pintu lebih dulu, setelah itu keduanya berjalan ke pintu masuk, Aprilio sempat berhenti sejenak untuk memotret nama perusahaan itu "Firma Hukum Ang", kemudian kembali berjalan masuk di ikuti supir di belakangnya.
"Permisi", Martin berujar pada Resepsionis.
"Iya ada yang bisa saya bantu", tanya seorang resepsionis wanita pada Martin.
"Kami ingin bertemu dengan Tuan Joshua...",
"Maaf...apa anda sudah membuat janji sebelumnya...", tanya Resepsionis itu ramah.
"ah belum...harus membuat janji terlebih dulu ya...", jawab Martin jujur
"Iya Tuan... karena Tuan Joshua sedang sibuk...", Martin mengangguk mengerti.
"Sebenarnya...Tuan saya ingin memberikan sesuatu pada Tuan Joshua...", jelas Martin melihat Aprilio yang berdiri tidak jauh darinya.
"Kalau begitu...anda bisa menitipkannya pada saya...nanti saya akan sampaikan pada beliau...", ujar resepsionis itu baik.
"Tidak bisa...ini file penting... tidak boleh dititipkan orang lain...", tolak Martin
"Tapi-
"Hubungi Bos mu...dan katakan kalau Tuan Aprilio Victory ingin bertemu...", sela Aprilio tegas memotong ucapan resepsionis itu.
"Baiklah...", jawabnya cepat karena sedikit terkejut dengan Aura yang di berikan Aprilio, kemudian mengambil telpon dan menghubungi seseorang.
(percakapan di telepon)
__ADS_1
"Maaf Tuan...ada seseorang ingin bertemu dengan anda...",
...
"Namanya Aprilio Victory..."
...
"Baiklah "
Resepsionis itu menutup telepon nya dan langsung menatap Aprilio.
"Baiklah silahkan mari saya antar Tuan..."
"oke terima kasih...", ujar Martin tersenyum ramah.
Skip
Beberapa saat kemudian resepsionis berhenti di depan sebuah pintu bertuliskan Joshua Ang, dengan title di belakang nya.
*tok tok
"masuk*"
Setelah mendapatkan jawaban dari dalam, resepsionis itu membuka pintu dan berjalan masuk lebih dulu kemudian di Aprilio dan Martin di belakangnya.
"Tuan Josh...Mereka yang ingin bertemu dengan anda...", ujar resepsionis itu pada pria atasannya.
Aprilio pun mau tidak mau menerima uluran tangan itu, namun tetap dengan ekspresi wajah yang dingin tanpa mengatakan sepatah katapun, tentu saja hal itu membuat senyum di wajah Joshua luntur.
"Oh Terima Kasih Tuan Joshua...sudah mau menerima kami yang datang secara mendadak...", ujar Martin mencoba mencairkan suasana.
"ya sama-sama...mari silahkan duduk...", jawabnya kemudian mempersilahkan duduk.
Aprilio duduk di sofa lebih dulu, kemudian Joshua di seberang nya, sedangkan Martin berdiri di sisi kanan Aprilio, dan resepsionis tadi sudah pergi.
"Jadi...apa yang membuat anda mendatangi saya hari ini Tuan Victory...tidak mungkin anda membutuhkan seorang pengacara kan...", tanya Joshua.
"Tidak"
"Ya...itu tidak mungkin... karena anda pasti memiliki banyak pengacara yang membantu anda selama ini... jadi...apa tujuan anda kemari...", tanya lagi.
"Saya hanya ingin mengantarkan sesuatu pada anda...",
"Untuk saya...", Aprilio mengangguk, kemudian mengisyaratkan untuk Martin memberikannya.
"Sebenarnya bukan dari saya...dari seseorang yang anda kenal...", jawab Aprilio santai.
"Siapa"
"Anda akan tau setelah membukanya...", jawab Aprilio.
__ADS_1
Joshua mengernyit heran, namun tetap membuka amplop coklat yang di berikan Martin tadi, kemudian perlahan membukanya, lalu mengeluarkan isinya, detik kemudian Joshua membulatkan matanya saat melihat isi amplop itu.
"A-apa apaan ini...", ujarnya terbata.
"Saya tidak tau... seharusnya anda yang tau apa artinya foto-foto itu...", jelas Aprilio mulai geram.
"Si sia-pa yang meminta anda mengirimkan ini...",
"Menurut anda...", tanya Aprilio balik
"Tidak mungkin..."
"Sepertinya anda sudah tau siapa orangnya...jadi...bisa ceritakan pada saya...apa maksud foto itu...", desak Aprilio.
"Tidak... tidak ada apa-apa..."
"oh...anda tidak mau mengatakannya...tidak apa-apa... kalau begitu biar saya yang bertanya...", ujar Aprilio melipat kedua tangannya di dada, "....kecelakaan yang terjadi pada Tuan Jhonny Moon 7tahun lalu...bukanlah kecelakaan biasa...apa anda tau tentang ini...", lanjutnya.
"Tidak...saya tidak ada hubungannya...", elaknya cepat.
"Tuan Joshua...saya beritahu...jika saya sedang menyelidiki kasus ini lagi...jadi anda harus bersiap-siap untuk terlibat...", ujar Aprilio menakuti.
"Tapi saya tidak terlibat... Giovanni yang melakukannya", elak Joshua.
"Kalau begitu...anda harus memiliki bukti sebagai pembelaan...jika tidak...pria yang bersama anda di foto itu...akan menjadikan anda kambing hitam...", jelas Aprilio menakut-nakuti.
"Kambing Hitam"
"Anda pastinya tau... bagaimana sifat dari pria itu...apa dia baik hati...belas kasih...atau penyayang...coba pikirkan...",
"Tidak...dia itu licik...gila dan tidak punya perasaan...dia rela melakukan apa saja untuk as mendapatkan apa yang dia mau..."
"Jadi... menurut anda...Jika suatu hari masalah kecelakaan Tuan Jhonny terungkap...dan dia terdesak... dia akan mencari kambing hitam...siapa kandidat yang pas..."
"Tidak...dia tidak bisa melakukannya...aku akan menemuinya...", ujarnya ingin beranjak.
"Tunggu dulu Tuan Joshua...jangan buru-buru...", cegah Aprilio, "...saya bisa membantu anda untuk lolos dari masalah ini...", lanjutnya.
"Bagaimana cara nya...",
"Sabar...tapi anda harus berjanji satu hal pada saya...", Aprilio menjeda ucapannya, "...Anda akan membantu saya...dan ikuti semua rencana saya...jangan harap anda bisa mengkhianati saya... seperti saat anda mengkhianati Tuan Jhonny...mengerti...," lanjutnya.
"Ya baiklah...saya mengerti...asalkan anda bisa menjamin kalau saya tidak akan menjadi kambing hitam dalam masalah kecelakaan itu...", ujar Joshua setuju.
"Oke...kalau begitu...pertama...Anda harus membantu kami...
**Bersambung
Anak Genius CEO Tampan
written by Blue Dolphin**
__ADS_1