Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 5


__ADS_3

Keesokan harinya


Aurora, Felix dan Antonio sedang sarapan di rumah. Felix baru saja datang, karena dia tidak menginap semalam. bahkan kemarin, Felix tidak makan siang dan makan malam bersama Antonio dan Aurora, dia bilang mendapat giliran kerja siang hingga malam. setelah dia dan Antonio keluar untuk jalan-jalan. yah...tentu saja itu hanya alasan mereka, nyata nya mereka pergi ke perusahaan Aprilio.


"Ra... bagaimana kalau kita mengundang makan malam orang yang membantu Nio di taman hiburan waktu itu... sebagai tanda terima kasih..." ujar Felix setelah selesai makan.


"tentu saja boleh...kau atur saja kapan nya...aku akan memasak untuk mereka..." jawab Aurora senang.


"baiklah...aku akan menghubungi mereka lebih dulu...nanti aku akan mengabari mu..." ujarnya tersenyum memandang Antonio sebentar, Aurora mengangguk menyetujui.


Skip siang hari


Felix tengah berada di sebuah kafe, setelah beberapa menit yang lalu menghubungi Aurora dan mengatakan tidak bisa makan siang di rumah. karena masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, tentu saja itu bohong, nyatanya sekarang dia disini.


Setelah beberapa menit menunggu, orang yang di tunggu pun datang, seorang pria yang berpenampilan jauh berbeda dengan Felix yang biasa saja, pria itu memakai pakaian formal, setelan jas berwarna coklat, dengan sepatu yang senada.


"tuan Felix...maaf sudah membuat anda menunggu lama .." ujarnya mengulurkan tangannya


"tidak tuan Nicholas...saya juga baru saja datang..." jawab Felix menyambut uluran tangan Nicholas. "silahkan duduk" lanjutnya mempersilahkan


"terima kasih..."


"anda ingin memesan apa tuan Nicholas..." tanya Felix sopan


"Kopi saja ..." setelah itu Felix memanggil pelayan dan memesan 2 kopi untuknya dan Nicholas. setelah itu keheningan terjadi di antara keduanya.


"jadi...apa yang ingin anda bicara kan tuan Felix" tanya Nicholas membuka pembicaraan. mendengar pertanyaan itu, Felix tidak langsung menjawab, tapi justru mengambil sesuatu di saku kemejanya, lalu meletakkannya di atas meja tepat di depan Nicholas, tentu saja itu membuat Nicholas sempat terkejut, tapi justru perkataan Nicholas selanjutnya, berbalik membuat Felix terkejut.


"jadi dia benar Aurora yang kami cari selama ini..." Nicholas menatap sendu foto yang di tunjukkan Felix


"apa maksud anda...apa anda sudah tahu kalau Aurora..." Felix tidak melanjutkan ucapannya saat Nicholas mengangguk mengiyakan pertanyaan nya lebih dulu.


"saya tau..." jawab Nicholas, kemudian menceritakan apa yang terjadi di taman bermain kemarin dan bagaimana masa lalu Aurora dengan mereka.


Beberapa hari sebelumnya


Laura dan Nicholas mendatangi supermarket di mana Nicholas bertemu seseorang yang katanya mirip dengan Aurora, tapi perempuan itu sedang bersama seorang pria dan anak kecil laki-laki, mereka terlihat bahagia, dan yang lebih mengherankan, Aurora nampak tidak mengenal Nicholas. bukan hanya Aurora, bahkan Nicholas juga lupa saat bertemu, hingga selang sehari, akhirnya Nicholas yakin jika perempuan itu adalah Aurora, dan akhirnya menceritakannya pada Laura.


"sayang...ini sudah satu jam...aku harus kembali ke kantor...kita suruh orang saja untuk mencari nya... kau juga pasti lelah kan..." ujar Nicholas perhatian

__ADS_1


"ya sudah...terserah kamu saja" dengan terpaksa mereka kembali ke mobil dan kembali ke rutinitas mereka.


"dokter Laura" namun baru beberapa langkah panggilan seseorang menghentikan mereka.


"eoh Nyonya Lan...apa tempat tinggal anda di dekat sini..." tanya Laura saat melihat ternyata seorang wanita paruh baya yang memanggilnya adalah pasien nya.


"iya benar...saya tinggal di gedung itu" jawabnya sambil menunjuk gedung apartemen di seberang jalan tidak jauh dari sana. "dokter Laura sendiri sedang apa disini..." tanya nya kemudian


"ah itu...saya sedang mencari seseorang...suami saya kemarin tidak sengaja bertemu dengannya di supermarket..." jelas Laura


"apa dokter ada alamatnya...mungkin saya bisa bantu..." ujar wanita itu tulus


"ah justru itu...dia menghilang tidak ada kabar beberapa tahun ini...jadi saya tidak tau dia tinggal dimana... bahkan saya juga tidak memiliki kontaknya...saya sudah menganggapnya seperti adik saya sendiri..." jelas Laura sendu, membuat wanita paruh baya itu menatapnya iba


"oh begitu...apa dokter ada foto nya..." tanya wanita itu, dan tanpa pikir panjang Laura menunjukkan foto Aurora di ponselnya. "dokter kirimkan foto nya pada saya...biar nanti saya bantu...karena saya kenal dengan orang-orang di daerah sini...mungkin mereka ada yang melihat orang yang dokter cari..." perkataan Nyonya Lan itu membuat Laura berbinar bahagia.


"apa tidak merepotkan Nyonya..." sela Nicholas lebih dulu


"tidak...tidak merepotkan...dan panggil saya Bibi saja...jangan terlalu sungkan..." jawab wanita itu


"terima kasih Nyo- em Bibi...terima kasih bantuannya...kalau begitu...berikan nomor ponsel anda...dan saya akan langsung kirimkan foto nya..." ujar Laura antusias, Bibi Lan tersenyum dan segera memberikan ponselnya pada Laura.


"ini Bibi...saya juga sudah mengirimkan fotonya... sekali lagi terima kasih..." ujar Laura sopan mengembalikan ponsel Bibi Lan


"iya sama-sama...anggap saja ini balasan karena dokter merawat saya dengan baik..." ujar Bibi Lan tulus, "dan nanti kalau ada petunjuk...saya akan langsung menghubungi dokter..." lanjutnya


"iya...saya tunggu...sekali lagi terima kasih...kalau begitu...kami permisi dulu..." Laura dan Nicholas membungkuk berpamitan dan beranjak dari sana setelah mendapat balasan.


Sebenarnya Nicholas dan Laura tidak menyangka jika Tuhan dengan mudah mempertemukan mereka dengan Aurora secara tidak sengaja, mereka sempat putus asa karena belum juga mendapatkan kabar dari Nyonya Lan, tapi kemarin mereka malah bertemu langsung dengan putra kandung Aurora. sehingga mereka memutuskan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.


Flashback 6 tahun lalu


Disebuah Bar Mewah


Seorang pria baru saja masuk masih menggunakan


Setelan kerja nya, mata nya menatap sekeliling, kemudian menghembuskan nafas berat, rasanya malas berada disini, namun setidaknya dia harus mencoba, mungkin di tempat ini dia bisa menemukan gadis seperti yang di inginkan Bos sekaligus Sahabat itu.


Nicholas, pria biasa yang beruntung bisa bersahabat dengan penerus keluarga Victory ini, sejak awal bertekad untuk selalu disisi Aprilio dan melakukan apapun yang di butuhkan sahabatnya itu. Nicholas tidak pernah menyangka, jika dulu pertemuan awalnya dengan Aprilio, bisa bertahan hingga sekarang, saat itu Nicho berjuang keras membantu melunasi hutang keluarga disaat dia hanya seorang mahasiswa, orang-orang yang Nicho kenal hanya bisa berucap maaf dan tidak bisa membantu, hingga suatu hari saat Nicho bersama orang tua nya di usir dari rumah mereka karena di sita oleh Bank, Aprilio yang sedang melintas, tiba-tiba menghampiri dan mengajak Nicho dan kedua orang tuanya kesebuah Apartemen pribadi miliknya tanpa bertanya nama atau apapun, setelah itu mereka baru tau jika dia adalah penerus Victory, sejak saat itu juga Nicho berjanji akan selalu mengabdi pada Aprilio seumur hidupnya.

__ADS_1


“eoh” matanya tidak sengaja menangkap sosok perempuan yang dia kenal berada di salah satu kursi depan meja bartender. Tanpa ragu dia melangkah untuk mendekat.


“Laura...ternyata benar...aku pikir aku salah lihat... “ ucapnya membuat perempuan itu sontak menatapnya


“eoh Nicho...tumben kau kesini...” Laura menatap Nicho bingung


“lagi stres...kau juga... “ jawab Nicho sambil duduk di kursi tepat sebelah Laura. “bukankah kau seorang dokter...kau tidak boleh minum kan...” lanjutnya mengingatkan.


“iya sih...tapi aku hanya minum segelas saja...lagian besok aku libur... “ jawabnya kembali menatap gelas yang berada di tangannya. “kau sendiri kenapa...apa ada masalah...biasanya kan kau selalu kerja-kerja dan kerja... trus sekarang kenapa datang ke tempat seperti ini... “ lanjutnya panjang lebar


“ini juga aku sedang kerja...aku sedang menjalankan tugas pribadi dari bos...”


“tugas pribadi...maksudnya...” tanya Laura bingung


“ya kau tau...bos ku itu sedang mencari gadis yang mau hamil anaknya tanpa menikah...dia akan memberikan imbalan yang besar... “ bisiknya pada Laura


“Apa...gila...orang kaya itu benar-benar gila” ujarnya tak percaya


“bisa di bilang begitu...tapi...aku tidak bisa menyalahkannya bersikap seperti itu...setelah apa yang sudah dia lewati sejak remaja... “


“ya... kita memang tidak bisa menebak pikiran orang lain... “ menghembuskan nafas, “huh...enaknya jadi orang kaya...seandainya aku punya banyak uang” gumam Laura sedih


“kenapa... apa kau sedang butuh uang...”


“bukan...tapi salah satu pasien ku...dia koma sejak setahun yang lalu...aku kasihan melihat putri nya yang harus mencari biaya rumah sakit sendiri...dan... jika tidak bisa membayar biaya nya... pihak rumah sakit memintanya untuk membawa Ayah nya keluar dari rumah sakit... “ jelas Laura sendu


“kenapa mereka tidak punya hati seperti itu... trus bagaimana... “ Laura dan Nicholas akhirnya banyak bercerita tentang apa yang membuat mereka gelisah satu sama lain


Nicholas menceritakan awal mula hubungan Aurora dan Aprilio di mulai, bahkan juga awal mula untuk nya dan Laura, karena kalau bukan karena Aprilio saat itu mencari perempuan yang mau hamil tanpa menikah, yang akhirnya mempertemukan ke empatnya, semua ini tidak akan terjadi.


Felix tidak menyangka jika Aurora sudah melalui banyak hal-hal yang sulit. bahkan hingga memaksanya untuk menjual kehormatannya demi biaya rumah sakit sang Ayah, keluarga satu-satunya yang dia miliki. namun Tuhan berkehendak lain, setelah berkorban besar, nyatanya Ayah nya tetap meninggalkan nya, bahkan membuat nya terlibat dengan orang-orang licik yang sengaja mencelakai nya.


**Bersambung


Anak Genius CEO Tampan


written by Blue Dolphin**


.

__ADS_1


__ADS_2