
disisi lain
"kau yakin itu dia...dimana alamat nya..." Aprilio refleks berdiri saat mendengar perkataan dari seseorang di seberang sana.
"iya tuan...Kami menemukan nya...selama ini dia tinggal di sebuah desa kecil di kota B..." Aprilio bergegas ingin beranjak pergi, namun saat hampir beberapa langkah menuju pintu keluar ruangan, Aprilio menghentikan langkahnya, kemudian menghembuskan nafas berat nya.
"baiklah...awasi dia terus...ada pergerakan apapun...cepat hubungi aku..." perintah Aprilio dengan tegas dan langsung memutuskan panggilan, tidak menunggu jawaban dari lawan bicaranya.
Aprilio bergerak mondar mandir gelisah, rasanya dia ingin langsung menemui seseorang yang mungkin bisa menjadi saksi tentang apa yang terjadi 6tahun lalu, tapi Aprilio harus berhati-hati menghadapi masalah ini, dia tidak bisa gegabah, Mungkin saja Aprilio sedang di awasi saat ini, jadi Aprilio harus tenang, untuk mengelabui musuh.
Aprilio kembali mendudukkan dirinya di kursi kerjanya lagi, menyandarkan tubuhnya, dan memijat pelipisnya, berpikir apa yang harus dia lakukan, siapa yang harus dia mintai bantuan, namun kemudian dia teringat seseorang, jadi tanpa pikir panjang, Aprilio bergegas pergi.
Moon Travel
Nicholas dan Felix berjalan hampir beriringan memasuki perusahaan travel yang seharusnya milik Aurora itu, setelan Jas dan wajah tampan mereka, menjadikan mereka pusat perhatian sejak awal masuk, hingga sekarang mereka berada di lantai paling atas milik pemimpin perusahaan.
Mereka di sambut ramah oleh seorang perempuan cantik yang sepertinya adalah seorang sekretaris. saat memasuki ruangan, masih belum ada siapapun.
"maaf tuan...mohon di tunggu...direktur akan segera kemari..." ujar sekertaris itu dengan mempersilahkan duduk.
namun setelah beberapa menit, yang di katakan direktur itu belum juga datang, tentu saja itu membuat Nicholas merasa kesal, namun dia harus menahannya, dan menyuruh sekertaris nya untuk keluar dan bertanya.
"maaf tuan... katanya... Direktur Utama nya berhalangan hadir...jadi akan di gantikan oleh wakil direktur..." jelas sekertaris Nicholas setelah dari luar bertanya dan mencari informasi.
"ck... perusahaan dalam keadaan seperti ini...masih saja sombong..." gumam Nicholas kesal.
"mereka tidak profesional..." bisik Felix di sampingnya, Nicholas mengangguk setuju.
Namun beberapa saat kemudian pintu ruangan di buka lebar oleh sekertaris yang tadi menyambut Nicholas dan Felix, mempersilahkan seorang perempuan muda yang berpakaian mewah dengan gaya berjalan yang begitu angkuh dan sombong, lalu menatap berbinar antusias dua orang pria tampan di depannya.
"Maaf membuat anda menunggu tuan Nicholas... perkenalkan...ini wakil direktur kami... ibu Angel-"
"eh enak saja aku di panggil ibu...aku bukan ibu-ibu..." potong nya marah, bahkan tidak meminta maaf karena terlambat.
"maaf nona...ini nona Angelica Moon... putri dari tuan Giovani Moon..." lanjut sekertaris itu memperkenalkan.
__ADS_1
"baiklah...saya Nicholas...direktur utama A Company... dan ini wakil direktur kami Felix..." ujar Nicholas mengulurkan tangan memperkenalkan diri nya dan Felix.
"jadi... kedepannya...saya akan bekerja sama dengan anda berdua..." ujarnya sambil menyambut menjabat tangan Nicholas dan Felix bergantian.
"mungkin...anda akan lebih banyak bertemu dengan wakil saya..." jawab Nicholas, membuat perempuan di depannya itu mengangguk, begitupun Felix.
"senang bekerja sama anda..." mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan, Felix pun menyambut nya dengan tersenyum. "tunggu...apa kita pernah bertemu sebelumnya..." ujarnya tiba-tiba.
"tidak... tidak mungkin...saya baru beberapa hari yang lalu datang dari luar negeri..." jawab Felix mencoba tenang.
"oh begitu... mungkin aku yang salah... karena wajah anda terlihat familiar..." ujarnya mengangkat bahunya, setelah itu lebih dulu duduk di kursi nya.
"silahkan duduk tuan..." Nicholas memaksakan tersenyum saat sekertaris itu mempersilahkannya duduk kembali, kemudian memutar bola mataku malas menanggapi perempuan yang bahkan tidak sopan karena dia duduk lebih dulu tanpa mempersilahkan tamu nya.
"baiklah...apa anda sudah baca proposal revisi yang saya kirimkan Nona Moon..." ujar Nicholas lebih dulu.
"proposal yang mana...aku tidak tau... bagaimana kalau kalian presentasi kan secara langsung saja apa yang ada di proposal kalian..." jawab angkuh, membuat Nicholas mengukir senyum terpaksa, kemudian menghela nafas berat.
"maaf nona Moon... sebelum nya...saya sudah mempresentasikannya...namun ada beberapa yang perlu di revisi sesuai kesepakatan yang di setujui tuan Moon...jadi kami kemari hanya membawakan kontrak kerja sama... bukan untuk presentasi lagi..." jelas Nicholas panjang lebar menahan amarah.
"tapi-
Felix memegang bahu Nicholas untuk mengingatkan nya agar tetap tenang, dan kemudian Felix tersenyum menatap Angelica.
"biar saya saja yang bacakan kontrak nya..." ujar Felix lembut, melihat itu, Nicholas memutar bola matanya malas.
disisi lain
Aprilio berjalan memasuki perusahaan milik sahabat nya, saat akan memasuki lift, seseorang lebih dulu menyambut nya.
"tuan Aprilio..." sapa seorang perempuan muda yang ternyata salah satu resepsionis di perusahaan Nicholas, Aprilio hanya mengalihkan pandangannya tanpa menjawab.
"maaf tuan...tuan Nicholas sedang tidak ada di kantor..." ujar resepsionis itu kemudian.
"kemana" tanya April singkat.
__ADS_1
"tuan Nicholas sedang pergi ke Travel Moon untuk tanda tangan kontrak kerja sama..." jawab resepsionis bername tag Lia itu.
"Jam berapa dia pergi..." tanya Aprilio lagi.
"Sekitar 1 jam yang lalu..." jawabnya sopan.
"Saya akan tunggu di kantornya..." ujar Aprilio dingin, kemudian langsung memasuki lift yang baru saja terbuka, tanpa menunggu jawaban dari resepsionis itu.
30menit kemudian
Nicholas bersama Felix baru saja sampai dan terkejut saat memasuki kantor nya, ada Aprilio yang tengah terlelap di sofa yang berada di sana.
"oh...kenapa anak ini ada disini..." ujar Nicholas menghampiri dan duduk di samping Aprilio. "Lio...Lio bangun...kenapa kau ada disini...kau menunggu disini sudah berapa lama..." tanya Nicholas pada Aprilio yang sudah perlahan terbangun.
"em...30 menit yang lalu..." jawab Aprilio lemas setelah melihat jam yang melingkar di tangannya.
"ada apa...apa sesuatu terjadi..." pertanyaan Nicholas membuat Aprilio sepenuhnya tersadar dari kantuknya.
"oiya...aku dapat kabar dari orang suruhan ku...kalau mereka sudah menemukan resepsionis Apartemen ku... yang dulu tiba-tiba menghilang..." jelas Aprilio antusias.
"mungkin saja...dia saksi mata kejadian yang terjadi pada Aurora 6tahun lalu..." lanjutnya.
"apa...lalu bagaimana...kau sudah memastikannya..." tanya Nicholas semangat.
"belum...aku menyuruhnya untuk mengawasi dulu... Karena menurut lebih baik kita langsung kesana...tapi setelah aku pikir-pikir...aku tidak bisa gegabah...kau tau kan kalau aku di awasi...kalau aku langsung kesana... takutnya orang di balik kejadian itu akan menyakiti nya..." jelas April panjang lebar, Nicholas dan Felix mengangguk setuju.
"bagaimana kalau aku saja...aku kan tau orang nya..." usul Nicholas.
"lalu bagaimana dengan perusahaan..." tanya Aprilio. "kau tidak mungkin pergi...kau pemimpin disini..." lanjutnya membuat Nicholas mengangguk mengiyakan.
"aku saja" ujar Felix membuat kedua pria lainnya, refleks menatapnya bersamaan.
**Bersambung
Anak Genius CEO Tampan
__ADS_1
written by Blue Dolphin**