
Beberapa hari yang lalu
"Aku tidak menyangka kau akan mengajak kami berkumpul seperti ini...", ujar Nicholas, yang di angguki setuju oleh Aprilio. "...pasti ini bukan ide mu...", lanjutnya yang kali ini di angguki Felix sendiri.
"Benar...ini kemauan Melinda..."
"Hadeh...belum apa-apa sudah bucin...", sela Nicholas
"ck... seperti kau tidak saja...", balas Felix kesal, yang lagi-lagi hanya di angguki setuju oleh Aprilio. "...Mel bilang kita kan sering kumpul makan di restoran... Walaupun makanannya enak...tapi suasananya membosankan... apalagi untuk anak-anak kalian juga tidak bisa leluasa bermain kalau di dalam ruangan... Jadi sekali-sekali kita makan di tempat terbuka seperti ini... sekaligus menikmati alam...plus bagus juga untuk mengenalkan anak kecil pada alam sejak dini...gitu katanya...", lanjutnya menjelaskan, Nicholas dan Aprilio terkekeh ringan mendengar cara Felix menirukan cara bicara Melinda.
"Astaga...bucin bucin ", ledek Nicholas.
"Hey sesama bucin jangan meledek...", kali Aprilio bersuara.
"Enak aja...kau itu yang bucin...sampe rela berkorban nyawa...", balas Nicholas kesal.
"Ya...aku tidak akan menyangkalnya... karena mau bagaimanapun aku rela mengorbankan nyawa ku demi Istri dan Anak ku...apa kau tidak akan begitu...apa kau akan kabur kalau Istri dan Anak mu dalam bahaya...
"Bukan begitu...", pekik Nicholas.
"Wah wah...Laura harus tau nih...", ujar Aprilio menggodanya, bahkan bersiap-siap ingin memanggil Laura.
"Hey...kau ini mau aku tidur di luar ya...", ujar Nicholas cemberut.
"Baru segitu saja takut...makanya jangan ngeledek orang...", balas Aprilio terkekeh ringan, sedangkan Felix tertawa kecil melihat pertengkaran keduanya, apalagi Felix baru tau kalau Aprilio juga bisa bercanda.
__ADS_1
"Mel benar...kalau tempat nya seperti ini... suasananya juga akan berbeda...iyakan...", ujar Felix tiba-tiba.
"Ya... lihat lah mereka terlihat bebas dan bahagia sekali...", timpal Nicholas yang di angguki setuju oleh Aprilio.
Saat ini ketiganya sedang duduk bersila di bawah pohon, di atas alas kain yang sudah di persiapkan oleh Melinda untuk acara piknik hari ini, di Deon mereka banyak sekali camilan dan minuman.
Sedangkan ketiga perempuan mereka sedang menemani bermain dua bocah lucu, putra Aprilio dan Nicholas, entah bermain kejar-kejaran, balon sabun, ataupun hal-hal random lainnya, namun semuanya terlihat begitu bahagia.
"Kenapa ya...aku merasa kalau akan ada yang mengusik kebahagiaan kita...", ujar Aprilio tiba-tiba.
"Hah...apa maksudmu Lio", tanya Nicholas yang terkejut, begitupun dengan Felix.
"Entahlah...aku merasa akan ada sesuatu yang terjadi...tapi mungkin saja hanya perasaan ku saja...", jelas Aprilio sendu.
"Ya...mungkin karena aku sudah pernah kehilangan Aurora dalam waktu yang lama...jadi jika ada sesuatu...aku jadi lebih sensitif...aku takut kalah aku tidak bisa melindungi Aurora lagi...", paparnya menjelaskan.
Nicholas dan Felix terdiam sejenak dan saling pandang, mereka sama-sama bisa merasakan kalau Aprilio trauma dengan menghilangnya Aurora beberapa tahun yang lalu, dan selama ini mereka tidak tau hal itu.
"Tenang... sekarang yang menjaga Aurora bukan hanya kau saja...tapi ada aku dan Nicho...bahkan ada Mel dan Laura...kami akan membantu mu menjaga Aurora...", jelas Felix tulus, yang di angguki setuju oleh Nicholas.
"Benar...tapi itu bukan hanya berlaku untuk Aurora...tapi untuk lain juga...kita harus saling membantu dan melindungi... bukankah itu gunanya persahabatan...", kali ini giliran Aprilio dan Felix yang mengangguk setuju dengan perkataan Nicholas.
Kembali ke saat ini
"Apa kita harus langsung meeting sekarang....", ujar pria bernama Malvino tersebut.
__ADS_1
"Ah rencana kami seperti itu...apa ada masalah tuan...", tanya Melinda sopan.
"Saya lelah...bisakah saya istirahat dulu...kita meeting nya besok saja...", jelasnya santai.
"Oh em...", Melinda melihat ke arah Felix terlebih dulu seolah bertanya, "... Baiklah kalau begitu...staff kami akan mengantarkan anda ke hotel...", lanjutnya.
"Kalau begitu...kita meeting saja di hotel besok...agar suasananya lebih nyaman...iyakan Nyonya Aurora...", ucapan pria itu kali ini benar-benar membuat semua orang tercengang, terutama Aprilio.
"A-apa maksud anda Tuan...", tanya Melinda buru-buru, karena merasa janggal dengan ucapan itu.
"Bukankah sebagai penerus Perusahaan ini... Nyonya Aurora harus ikut andil dalam kerja sama ini...", jawabnya santai.
"Maaf Tuan...tapi selama ini...Aurora tidak pernah melakukan hal itu... Karena mau bagaimanapun...ini bukan keahliannya...", sela Felix lebih dulu.
"Kalau belum pernah...ya lakukan hanya untuk kerja sama kali ini saja...mau bagaimanapun ini kerja sama besar...kerja sama antar Benua lho...bukan antar kota...", jelas Malvino panjang lebar, semua orang terdiam tak bisa berkata-kata, karena memang ini kerja sama yang besar, dan ini kesempatan untuk mengembangkan Travel Moon hingga ke pasar Eropa.
Bisa Felix lihat jika Aprilio sedang berusaha mati-matian menahan emosinya, begitupun dengan Aurora yang merasa tidak nyaman dengan hal itu, sedangkan di sisi lain Melinda tengah kebingungan mengambil keputusan.
"Maaf Tuan Malvino...di Moon Travel saya yang menjadi pemimpin nya...saya yang seharusnya bertanggung jawab dalam segala urusan kerja sama...saya juga tau maksud anda baik...tapi saya tidak bisa memaksa saudara saya untuk melakukannya...mohon pengertiannya...", jelas Felix.
"Bisnis ini bukan hal yang sulit ataupun rumit...saya juga tidak meminta Nyonya Aurora untuk terlibat langsung...saya hanya ingin beliau hadir sebagai bagian dari perusahaan ini...dan menghargai saya datang langsung kemari...", ujar Malvino ngotot, Aurora tak bisa berkata apa-apa, dia hanya sibuk menenangkan Aprilio agar tidak emosi.
"Begini saja...kalau anda ingin Nyonya Aurora hadir...lebih baik kita adakan meeting nya di perusahaan saja...tapi kalau anda bersikeras untuk meeting di hotel...mohon maaf...kami tidak bisa mengabulkannya...mau bagaimanapun... Nyonya Aurora adalah seorang istri... setidaknya itu salah sopan santun menjaga kehormatan nya...", jelas Melinda membuat Malvino kalah telak tak bisa berkata apa-apa, mau bagaimanapun dia tidak tau aturan sopan santun di sini, karena ini bukan negerinya.
Bersambung
__ADS_1