Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 46


__ADS_3

"Lio...kamu kan pasti banyak kerjaan...nanti malah kerjaan mu menumpuk... Lebih baik kamu ke kantor aja...", ujar Aurora mencoba membujuk Aprilio.


"Tidak apa-apa... kerjaan ku tak terlalu banyak...aku juga sudah menyerahkan nya pada Sekertaris...", jawab Aprilio tak bergeming.


"Permintaan klien memang aneh...kita juga tidak bisa menolak...tapi sepertinya itu bukan masalah besar...lagian disini kan ada Felix dan Melinda yang membantu ku...", jelas Aurora mencoba membuat Aprilio tidak khawatir.


"Benar...justru karena permintaannya yang aneh itu yang membuat ku harus ada disini...memang apa yang dia harapkan untuk bertemu dengan mu yang bahkan tidak mengerti sedikitpun tentang bisnis ini...", jelas Aprilio penuh curiga.


Sedangkan Felix dan Melinda yang berada di sana tak bisa berkata apa-apa, karena memang permintaan klien baru mereka kali ini terdengar aneh.


Umumnya, pihak yang mengajukan kerja sama yang akan mendatangi klien yang di ajak bekerja sama, namun dalam kerja sama ini, justru klien yang bersedia mendatangi Moon Travel dengan syarat jika penerus asli bersedia mengikuti meeting ini.


Saat awal mendapatkan persyaratan ini, Felix dan Melinda sudah berusia untuk menjelaskan dan memberi pengertian kalau Aurora tidak mungkin bisa terlibat dalam kerja sama ini, namun pihak klien menegaskan jika tidak bisa memenuhi syarat itu, mereka akan membatalkan kerja sama ini.


"Sudahlah...aku dan Melinda akan turun menyambut klien...kalian tunggu di ruang meeting saja...redakan emosi kalian...jangan sampai ada masalah saat bertemu klien nanti...", ujar Felix berjalan meninggalkan ruangan.


"Ra...minta OB buatkan teh atau apapun untuk menenangkan suami mu...", bisik Melinda pada Aurora yang kemudian mengikuti langkah Felix setelah Aurora mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


"Sayang...sudah ya... jangan kesal...aku sebenarnya juga tidak nyaman ikut meeting seperti ini...tapi mau bagaimana lagi...ini kan proyek penting untuk Felix Melinda bahkan untuk Travel Moon... seperti katamu tadi...aku tidak mengerti apa-apa tentang bisnis ini...aku tidak bisa membantu masalah pekerjaan...dan sekarang mereka membutuhkan bantuan ku... jadi setidaknya aku ingin membantu sedikit...kan hanya bertemu saja...mungkin klien ingin lebih berhati-hati karena ini termasuk kerja sama yang besar...", jelas Aurora panjang lebar.


"Ya...aku mengerti...kamu tenang saja...aku tidak akan mengganggu meeting ini...aku hanya menemani mu saja...", balas Aprilio lembut sambil mengusap kepala Aurora.


Beberapa menit kemudian


Cklek


"Silahkan Tuan Malvino...", suara Melinda terdengar di barengi dengan pintu ruang meeting yang terbuka. Aprilio dan Aurora yang berada di sana langsung beranjak dari duduknya dan mendekat.


Melinda terlihat berjalan di samping seorang pria bule berambut coklat dengan tinggi yang hampir sama dengan Aprilio, begitu pun bentuk tubuhnya, hanya saja mata nya berwarna biru, sedangkan di sisi lain ada Felix. Mungkin karena Felix tidak bisa berbahasa Inggris, maka Melinda yang mengambil untuk menjadi pembicara.


"Oh anda kan...


"Anda kan yang menabrak saya di bandara waktu itu...", ujar Pria itu lebih dulu.


"Sayang...kalian pernah bertemu...", bisik Aprilio dalam bahasa mereka.

__ADS_1


"Ya...waktu kita bulan madu kemarin...di bandara aku tidak sengaja menabrak nya...", balas Aurora berbisik


"*Benar... maafkan saya atas kejadian itu...."


"Tidak apa-apa...itu kan tidak sengaja..."


"Terima kasih...oh iya...saya Aurora Moon...ya... seperti yang di katakan sekertaris Mel tadi....saya penerus perusahaan ini... terima kasih anda sudah bersedia menemui kami...", ujar Aurora ramah.


"Saya Malvino Deon...CEO Hotel Xavier... *Senang bertemu dengan anda lagi... Tapi... Siapa dia..." , tanya menatap Aprilio yang sejak tadi menatapnya tajam seolah-olah waspada.


"oh...Beliau adalah Tuan Aprilio Victory...pemegang saham terbesar di Travel Moon... Sekaligus CEO Victory Company... perusahaan teknologi terkenal di sini...", sela Melinda memperkenalkan Aprilio.


"Victory Company...pantas saja wajahnya familiar... Sepertinya akan jadi kerja sama yang luar biasa... karena di dukung juga oleh pemilik perusahaan teknologi terbesar di negara ini..Salam Kenal Tuan Aprilio...saya Malvino Deon...", balas pria bule dengan berlebihan.


"Salam kenal Tuan Malvino...Saya Aprilio...selain yang di sebutkan sekertaris Mel tadi...saya juga SUAMI dari Aurora...semoga kerja sama berjalan dengan lancar ke depannya...", balas Aprilio dengan menekankan kata Suami dalam ucapannya, tentu saja hal itu sedikit membuat suasana menjadi canggung.


"Astaga...saya tidak tau kalau ini juga termasuk bisnis keluarga...wah sungguh luar biasa...hahaha...", ujarnya tertawa sambil bertepuk tangan, sambil menatap sekeliling, membuat yang lain terpaksa ikut tertawa dan mengangguk*.

__ADS_1


Felix yang melihat hal itu mengernyit menatap kliennya itu dengan heran, sesekali dia juga menatap Aprilio yang tengah menatap pria bule itu aneh, Felix bisa merasakan juga apa yang di rasakan Aprilio, tiba-tiba mereka teringat dengan percakapan mereka bertiga saat merayakan hari jadiannya dengan Melinda beberapa hari yang lalu.


Bersambung


__ADS_2