Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 34


__ADS_3

kring


"Halo"


"Tuan...maaf menganggu pagi-pagi...seorang perempuan membuat keributan di depan kantor...", ujar seseorang dari seberang sana.


"Siapa"


"Maaf Tuan...saya tidak tau...tapi dia menyebutkan kalau putrinya tidak bersalah... putrinya di jebak... begitu yang saya dengar..."


"Saya tau... pantau terus...saya akan segera kesana..."


"Baik Tuan"


Panggilan di putus, menghela nafas dan memijat pangkal hidung nya sejenak.


"Ada apa Lio", tanya Aurora khawatir melihat wajah Aprilio.


"Sepertinya...Bibi mu membuat keributan di depan Victory Company...", jawabnya.


"Apa...kenapa dia datang kesana...kalau mau membuat keributan seharusnya dia datang ke Travel Moon...bukan ke Victory...", ujar Aurora cemas.


"Entahlah...mungkin dia merasa kalau kamu sudah menjadi bagian dari keluarga Victory...atau juga...dia sengaja ingin membuat image mu rusak di depan semua yang berhubungan dengan Victory...", jelas Aprilio panjang lebar.


"itu bisa saja Lio...apa lagi kalau Papa mu tau masalah ini... beliau pasti semakin tidak menyukai ku...", ujar Aurora sedih.


"Siapa bilang kalau Papa tidak menyukai mu...", tanya Aprilio membawa tubuh Aurora untuk menghadap nya.


Saat ini keduanya masih berada di kamar mereka, dan bersiap untuk sarapan, sedangkan Antonio sudah lebih dulu turun untuk menemui kakeknya.


Aurora melakukan semua yang di lakukan seorang istri lakukan pada umumnya, menyiapkan baju ganti, dan perlengkapan lainnya, setelah itu Aurora akan pergi ke kamar Antonio saat Aprilio mandi, dan kembali setelah Antonio selesai, dan barusan saat masuk kamar, Aurora mendengar April sedang menerima telpon.

__ADS_1


"Ya buktinya...Papa mu jarang mengajakku bicara...", jawab Aurora cemberut.


"Itu bukan karena tidak suka sayang...itu hanya Papa merasa canggung saja... apalagi aku tidak pernah memperkenalkan kalian sebelumnya...tapi langsung mengajakmu tinggal disini...jadi belum masih belum terbiasa...itu saja...", jelas Aprilio.


"Begitu ya..."


"Dan satu lagi...", Aprilio tersenyum saat melihat Aurora menatapnya polos, "...Papa itu orangnya tidak pandai basa basi...jadi... bagaimana kalau kamu yang lebih dulu mengajak Papa berbicara...", lanjutnya.


"Aku ya...tapi-


"Sudah... tidak ada tapi-tapian...ayo sekarang kita turun sarapan... karena aku harus segera ke kantor... sebelum Papa mendapatkan laporan tentang Bibi mu lebih dulu...", potong Aprilio, akhirnya Aurora hanya mengangguk mengiyakan.


Aurora dan yang lainnya memang sudah bersiap untuk kemungkinan jika Ibu Angel, atau Nyonya Natasya


akan datang mencari keributan, dan benar saja, dia datang, tapi mereka tidak menyangka jika dia akan datang ke Victory bukan ke Travel Moon, dia datang kantor Victory disaat jam para karyawan baru saja datang dan berteriak-teriak seolah dialah korban.


"...Malangnya nasib ku...Suami dan Putri ku di tangkap karena di fitnah...karena kami tidak punya uang...jadi mereka seenaknya pada kami... lihatlah kantor besar ini... dan lihatlah aku yang tidak punya apa-apa...", teriaknya dengan nada di buat-buat agar mendapat simpati, di tambah lagi dengan baju yang sengaja dia kenakan agar melengkapi aktingnya.


"Kenapa aku tidak bisa berteriak disini... sedangkan orang yang menangkap suami dan putri ku adalah pemimpin perusahaan ini...demi menyenangkan istrinya...dia bahkan menutup mata untuk kebenaran...", ujar Natasya lagi dengan nada tinggi.


"Nyonya...kalau anda ada keluhan dengan beliau...anda bisa menunggu di dalam...beliau akan menemui anda nanti...", jelas petugas keamanan tadi.


"Kenapa di dalam...apa dia malu jika berbicara dengan ku disini...di depan banyak orang...biar semua orang tau bagaimana sikap sebenarnya pemimpin kalian...", mendengar itu, petugas keamanan tadi tidak bisa berkata-kata lagi dan akhirnya pergi masuk.


"Lihatlah... bagaimana sikap mereka...apa karena aku orang miskin...jadi mereka bersikap seenaknya... lalu bagaimana dengan nasibku selanjutnya... bagaimana aku bisa hidup...", ujarnya dengan menangis tersedu-sedu.


"Sungguh malang suami ku...harus menjalani sisa hidupnya di dalam sana... bagaimana juga dengan masa depan Putri ku nanti... Tuhan...kenapa ini terjadi pada kami...",


Perlahan-lahan situasi itu menarik perhatian beberapa orang untuk berkumpul, karyawan Victory Company, maupun hanya orang yang kebetulan lewat, kebanyakan dari mereka saling berbisik-bisik ataupun merekam kejadian itu.


Sebenarnya kebanyakan dari mereka tidak percaya dengan ucapan Natasya, mau bagaimanapun Keluarga Victory adalah keluarga yang sudah berdiri selama puluhan tahun, dan selama ini citra mereka selalu baik, walaupun terkadang ada berita miring, semuanya rata-rata hanya rumor dari orang-orang yang iri dengan mereka.

__ADS_1


Namun bagaimanapun, hal seperti ini tetap saja berpengaruh terhadap kinerja Victory Company, jika muncul berita di media sosial, pasti seluruh klien ataupun pemegang saham akan berbondong-bondong mencerca berbagai pertanyaan, dan tentu saja itu berdampak pada karyawan Victory Company.


"Maaf nyonya...mari ikut kami...", seseorang berpakaian formal datang bersama petugas keamanan tadi bahkan dengan beberapa orang petugas lainnya, dua di antaranya juga langsung memegangi tangan Natasya masing-masing.


"Semua yang ada disini mohon dengarkan apa yang saya katakan...saya disini mewakili CEO Victory Company memohon maaf sebesar-besarnya karena sudah menganggu kenyamanan anda semuanya...", Ujar orang itu yang ternyata adalah asisten Tuan Dion, "...untuk penjelasannya...dalam waktu dekat...CEO akan mengadakan konferensi pers untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya...cukup itu saja yang bisa saya sampaikan... terima kasih ", lanjutnya.


"Hey lepaskan aku... lihatlah semuanya... mereka sungguh sewenang-wenang...", Teriak Natasya saat petugas keamanan membawanya memasuki Victory Company. "...lepaskan aku...lepaskan", teriaknya sambil terus berusaha memberontak.


"Kami akan melepaskan anda Nyonya...tapi tolong jaga sikap dan bicara anda...", Ujar salah satu petugas yang memegangi Natasya, "...Anda bisa bicara langsung dengan Tuan Dion... beliau menunggu anda di ruangan itu...", Lanjutan menunjuk ke salah satu ruangan.


"A-apa...u-untuk apa aku menemui Tuan mu...", Elak Natasya mulai terlihat ketakutan, Mungkin dia tidak menyangka jika yang ingin menemuinya adalah Tuan Dion, bukannya Aprilio.


"Lho...bukankah Anda membuat keributan untuk hanya untuk di dengar oleh CEO kami...lalu kenapa sekarang anda marah-marah seperti ini...", ujar asisten Tuan Dion.


"Bukan...bukan dia...bukankah CEO kalian itu Aprilio...", elak Natasya.


"Ah Tuan Aprilio... bukankah itu sama saja...karena yang anda usik adalah keluarga Victory...berarti bisa juga Tuan Dion... bukankah begitu Nyonya Natasya Moon...", Natasya memegang dengan apa yang di ucapkan asisten Tuan Dion.


"Lalu dimana Aprilio dan istrinya...aku ingin membuat perhitungan dengan mereka...bukan dengan Tuan Dion...", elaknya lagi mencari alasan.


"Oh itu tidak masalah...saya akan menghubungi Tuan Aprilio...anda bisa menunggu nya di dalam...", ucap asisten itu dengan menunjuk ke salah satu ruangan.


"Ah itu... sepertinya tidak usah...aku punya urusan lain... jadi aku harus langsung pergi...", tolaknya buru-buru.


"Itu tidak bisa...anda-


"Kenapa buru-buru seperti itu Nyonya..."


**Bersambung.


Anak Genius CEO Tampan.

__ADS_1


written by Blue Dolphin**.


__ADS_2