Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 8


__ADS_3

Keesokan harinya


“ternyata dia coba melacak nomor Papa...” Gumam Antonio menyeringai melihat laptopnya, laptop yang di berikan Laura.


“lalu...apa dia berhasil...” Tanya Felix yang berada di samping Antonio, pria lebih tua itu ikut menatap laptop di depannya, namun dia benar-benar tidak mengerti apa-apa, dan bagaimana seorang anak kecil seperti Antonio lebih paham daripada dirinya yang lebih tua.


“Tenang saja Pa...Antonio sudah menanam kan kode di jaringan nomor Papa...jadi jika ada yang mau melacaknya...mereka tidak akan bisa dengan mudah melakukannya...jika mereka mencoba memecahkan kode nya... mereka akan terkena Virus yang aku tanamkan...” jelas bocah itu serius dengan menarik sebelah sudut bibirnya.


“Bagaimana kalau dia mengirim orang untuk mengawasi di sekitar sini...” tanya Felix


“kalau begitu...Papa menginap saja disini... Selama beberapa hari...” Antonio tersenyum pada Felix yang justru menatapnya bingung. “Untuk terlihat seperti Papa benar-benar suami Mama...dan kita tunggu bagaimana mana reaksi pria itu...” jelasnya


“tapi... bagaimana kalau dia justru menyerah pada Aurora...”


“Kalau begitu...dia bukan Papa ku...aku tidak ingin mempunyai Papa kandung yang bisa menyerah dengan mudah... setidaknya...jika memang dia merasa tidak ada harapan untuk bersatu dengan Mama...apa dia tidak bisa mencari kebenaran tentang diriku...anak kandungnya...” Antonio berkata begitu serius membuat Felix hanya bisa mengangguk. Aura Bocah 5 tahun itu terlihat begitu mirip dengan Aprilio saat bertemu waktu itu.


“baiklah...Papa akan bilang pada Mama mu... Kalau Papa akan menginap beberapa hari kedepan...” Antonio mengangguk menyetujui perkataan Felix, setelah itu, pria yang sudah sejak kecil merawat nya beranjak keluar dari kamar nya.


Setelah keluar dari kamar Antonio, Felix menuju ke dapur untuk menghampiri Aurora yang tengah sibuk memasak untuk makan malam.


“Ra...ada yang bisa aku bantu...” tanyanya berjalan mendekat.


“Tidak apa-apa...sudah selesai kok...” jawab Aurora yang tengah menata beberapa makanan di meja. “Kenapa...apa kau butuh sesuatu...” tanyanya


“Tidak...aku cuma mau bertanya pada mu... selama beberapa hari ke depan... Bisakah aku menginap di sini...” tanya Felix sambil menarik kursi yang biasa di tempati saat makan.


“astaga...kenapa harus minta ijin...ini kan rumah mu Felix...kau bisa tinggal disini sampai kapan pun yang kamu mau...kenapa masih bertanya... justru disini...aku yang menumpang pada mu...” jawab Aurora tidak enak.


“Jangan bicara seperti ada Ra...kita ini keluarga...” sela Felix

__ADS_1


“maka nya...kau sendiri tidak perlu bertanya jika ingin tinggal disini... mengerti” Felix tersenyum mengangguk menatap Aurora.


1jam kemudian


Aurora, Antonio dan Felix selesai makan malam 30menit yang lalu, Aurora baru saja selesai membersihkan dapur, sedangkan Felix sedang berada di sofa membantu Aurora melipat pakaian, dan Antonio sudah berada di dalam kamarnya.


Antonio di dalam kamarnya sedang tersenyum melihat laptopnya, sesuatu yang menarik baru saja terlintas di pikiran nya. Bagaimana jika membiarkan Aprilio melacak nomor ponsel Felix, dan mengirim mata-mata untuk melihat bagaimana sebenarnya kehidupan Aurora dan keluarga, Antonio mengangguk yakin, kemudian tangannya mulai bergerak di atas tombol laptop.


Toktok


Suara ketukan pintu membuat Antonio buru-buru mengganti sistem nya menjadi permainan.


“Sayang... sedang apa...” tanya Aurora membuka pintu. Antonio beralih menatap Aurora dengan tersenyum.


“Sedang main game Ma...ada apa...” jawabnya santai tidak gugup sama sekali.


“Tidak apa-apa...Mama hanya ingin berbicara dengan Nio...” Aurora kemudian masuk dan duduk di tepi tempat tidur Antonio. Bocah 5 tahun itu beranjak dari kursinya dan beralih duduk di samping Aurora.


“Em... bagaimana rasanya pindah kemari...apa Nio suka...apa Nio nyaman...” tanya Aurora lembut.


“Disini...ya... walaupun tidak setenang tinggal di desa...tapi sampai saat ini... Antonio cukup nyaman tinggal disini...” jelas anak itu yakin.


“Lalu...di sekolah bagaimana...apa Nio sudah punya teman...” tanya Aurora lagi.


“entahlah...” jawab Antonio singkat sambil mengangkat kedua bahunya.


“Antonio sayang...Disekolah itu...bukan hanya untuk mencari ilmu...tapi juga untuk mencari teman... anak seusia kamu itu...harus memiliki banyak teman...agar lebih percaya diri dan mudah bergaul dengan orang lain...” Aurora mengusap kepala Antonio dengan sayang.


“Iya Ma...nanti Lama-lama Nio akan punya teman kok...” Aurora akhirnya menyetujui perkataan Anti, namun masih terlihat ada sesuatu yang ingin dia katakan, “apa ada lagi yang ingin Mama tanyakan pada Nio...” lanjutnya, membuat Aurora refleks menatapnya.

__ADS_1


“a-h itu...apa ada yang Nio dan Papa sembunyikan dari Mama...” tanya Aurora sendu.


“Kenapa Mama bisa berpikir seperti itu...” tanya Antonio balik


“Karena Mama merasa jika Nio dan Papa Felix sering pergi berdua tanpa Mama...kadang kalian berdua juga berbincang lama di dalam kamar...apa ada sesuatu...” jelas Aurora.


“Ma...itu bukan sesuatu yang serius...Mama jangan khawatir...nanti Nio akan menceritakan nya pada Mama...” jawab bocah 5tahun itu dewasa.


“Baiklah...kalau Nio tidak mau menceritakan nya...Mama tidak akan memaksamu...” ujar Aurora sedih. “ya sudah... cepat istirahat... Jangan banyak bermain game...” lanjutnya mengusap kembali kepala Antonio kemudian beranjak keluar.


Disisi lain


Seorang pria masih berada di kantor, namun bukan bergelut dengan pekerjaan, pria itu sedang duduk di sofa menyandarkan tubuhnya dan memijat pelipisnya karena kepalanya terasa pening, banyak hal yang dia pikirkan, pekerjaan, bahkan hingga masalah Aurora.


Kring


“Ada apa...kalau tidak ada kabar baik...jangan menghubungi ku...” kesalnya setelah menekan tombol hijau pada ponselnya.


“Tuan... nomornya sudah bisa di lacak...” jawab seseorang di seberang sana.


“Apa...kau berhasil melacak nomor nya... bagaimana bisa...bukankah tadi masih belum bisa...” Aprilio refleks berdiri dari duduknya.


“Iya tuan...barusan saya coba lagi ternyata kodenya sudah bisa akses tanpa ada Virus...”


“Aneh...tapi...sudahlah...sekarang kau langsung pergi awasi pria itu...jangan lupa laporkan pada ku jika ada sesuatu...” Aprilio mematuhi panggilan lebih dulu setelah mendapat jawaban dari orang suruhan nya.


**Bersambung


Anak Genius CEO Tampan

__ADS_1


written by Blue Dolphin**


__ADS_2