Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 39.2


__ADS_3

"Saya Bersedia"


...


"Saya Bersedia"


"Baiklah...kalian sudah resmi menjadi suami istri"


"Cium cium cium"


Sorakan semua orang untuk Aurora dan Aprilio berciuman menjadi lebih mendominasi setelah pengucapan janji pernikahan.


Aprilio menyentuh pipi kanan Aurora yang menunduk malu, kemudian tangannya mengarah ke dagu Aurora dan menariknya perlahan agar Aurora mengangkat kepalanya untuk saling bertatapan.


Tatapan Aprilio yang lembut, sanggup membuat Aurora terlena dan terbawa suasana saat Aprilio semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Aurora, perlahan tapi pasti, Aprilio menyatukan bi**r mereka.


cup


Di sisi lain, Felix refleks ingin menutup mata Antonio saat melihat apa yang di lakukan kedua orang tua bocah 5tahun, namun ternyata Antonio sudah lebih dulu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Tentu saja hal itu membuat Felix terkekeh geli, namun kemudian mengusap kepala Antonio lembut, saat matanya mengalihkan perhatian dari Antonio ke arah lain, tanpa sengaja mata Felix berpapasan dengan mata Melinda, dengan buru-buru Felix langsung membuang pandangannya ke arah lain.


Melinda mengernyit heran dengan apa yang di lakukan oleh Felix, tapi kemudian Melinda memilih acuh karena dia pikir mungkin Felix hanya malu, namun nyatanya itu terjadi berulang kali, saat Melinda memanggil atau menghampiri Felix, pria itu memiliki banyak alasan untuk menghindar.


"Felix...kamu nanti langsung pulang...", tanya Melinda saat para tamu undangan sudah meninggalkan pesta.


"Memangnya kenapa", tanya Felix.


"Mau jalan-jalan sebentar tidak...", ajak Melinda tidak malu-malu.


"Oh em itu...aku tidak bisa...aku sudah ada janji dengan Nio...ingin menemani nya...", elaknya beralasan.

__ADS_1


"Kemana"


"Tidak kemana-mana...hanya bermain di kamarnya saja...", jawab Felix.


"Apa aku bisa ikutan", tanya Melinda antusias.


"Jangan... takut nya kalau banyak orang akan mengganggu Tuan Dion beristirahat...kasihan beliau pasti capek...", tolak Felix buru-buru.


"Oh begitu... baiklah aku mengerti... kalau begitu aku pulang duluan ya...sampai jumpa besok...", ujar Melinda lengkap berpamitan pada Felix.


"Iya"


Keesokan harinya


Di Travel Moon


*toktok


cklek*


"ya Pagi"


"Kamu mau aku buatkan kopi atau teh", tanya Melinda antusias dan ceria seperti biasa.


"ah itu


toktok


cklek


"Maaf Tuan...ini kopi anda...", ujar seorang office boy mengantarkan secangkir kopi dan meletakkannya di meja Felix.

__ADS_1


"Ya terima kasih", ujar Felix, OB itu pun membungkuk sejenak lalu pergi.


"Maaf Mel...aku sudah pesan kopi tadi saat baru datang... Terima Kasih tawaran nya...", jelas Felix.


"Oh oke tidak apa-apa...kalau begitu aku akan kembali ke ruangan ku...", ujar Melinda tersenyum namun terlihat kekecewaan pada raut wajahnya.


"Ya...", Melinda berbalik dan ingin beranjak pergi setelah mendapat jawaban dari Felix, "...tunggu Mel...", namun kemudian terhenti saat Felix kembali memanggilnya, tapi belum sempat berbalik, "...mulai sekarang...kamu tidak perlu membuatkan minuman untuk ku...aku bisa meminta tolong pada OB...", tubuh Melinda seketika terpaku mendengar perkataan Felix.


"Kenapa...", tanya Melinda pelan sebelum berbalik.


"Apa", tanya Felix balik karena tidak mendengar apa yang di katakan Melinda, tidak langsung menjawab, terlihat Melinda tengah mengambil nafas lalu membuangnya, setelah itu berbalik menatap Felix.


"Kenapa...kenapa tiba-tiba kamu berubah seperti ini...", tanya Melinda.


"Berubah...apa maksud mu Mel...aku tidak mengerti...", tanya Felix pura-pura.


"Sebelumnya...kamu tidak masalah jika aku yang membuat kan minuman untuk mu...lalu kenapa hari ini kamu melarang ku...", tanya Melinda menggebu-gebu.


"Ah aku tidak bermaksud melarang Mel...hanya saja aku tidak ingin merepotkan mu...itu kan bukan tugas mu...", ujar Felix memberi alasan.


"Bohong...kamu bersikap aneh sejak kemarin setelah berbicara dengan ayah ku...kenapa...ada apa...apa yang kalian bicarakan...apa yang di katakan Ayah ku...sampai membuat mu menghindari ku seperti ini...", tanya Melinda beruntun.


"Tidak Mel itu-


"Apa ayah ku bilang kalau aku punya perasaan pada mu... atau Ayah ku bilang kalau aku berkorban untuk mu... Mengorbankan cita-cita ku... dan menjadi sekertaris mu... apa Ayah ku meminta mu menjauhi ku...", tanya Melinda lantang namun terdekat bergetar.


"Mel...i-tu a-ku...", Namun Felix tidak bisa menjawabnya.


"Baiklah aku mengerti...", Melinda mengangguk sedih, kemudian bergegas pergi dari sana, tanpa memperdulikan Felix yang memanggilnya.


**Bersambung

__ADS_1


Anak Genius CEO Tampan


written by Blue Dolphin**


__ADS_2