Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 31.1


__ADS_3

Semuanya refleks berdiri karena terkejut melihat siapa yang datang, bahkan beberapa saling berbisik kebingungan.


"Bukankah itu Aprilio Victory...CEO muda yang sukses itu"


"Benar itu dia... kenapa dia datang kemari"


"Apa jangan-jangan Victory Company sudah membeli saham perusahaan ini"


Begitulah kira-kira suara bisikan beberapa orang, yang tentu saja terdengar oleh yang lainnya, Giovanni terlihat gelisah, dia senang jika seseorang yang menjadi pemimpin di usia muda bisa membantu Moon Travel, tapi dia tidak rela jika Auto memasuki perusahaan ini.


"Apa maksud anda Tuan Aprilio Victory...kenapa Anda harus repot-repot menjamin dan membantu keponakan saya...", tanya Giovanni, "...anda kan orang yang sibuk... jadi anda seharusnya tidak perlu mengurus sesuatu yang tidak penting...", lanjutnya menatap remeh Aurora.


"Anda salah Tuan Giovanni... Aurora adalah orang yang paling penting buat saya daripada yang lain...jadi... jika ada orang yang menyakitinya sekali saja...saya yang akan membalasnya berkali lipat...", jawab Aprilio dingin.


Giovanni yang mendengarnya pun terdiam, begitupun dengan yang lain, mau bagaimanapun mereka tau apa resikonya jika menyinggung orang besar seperti Aprilio.


"Maaf...anda semua pasti bingung... baiklah...saya akan jelaskan...", ujar Aprilio kemudian merangkul Aurora dari samping, "...saya adalah suami Aurora...yang berarti Aurora adalah istri saya...menantu keluarga Victory...", lanjutnya menatap Aurora dengan tersenyum, berbeda dengan Aurora yang menatapnya khawatir.


"Jangan berbohong Tuan Aprilio...kalau anda sudah menikah...semua orang di kota ini pasti tau...dan semua media sudah meliput nya...jadi jangan membuat kebohongan hanya untuk menolong Aurora...", ujar Giovanni berani.


"Anda sepertinya belum tau bagaimana saya...coba tanyakan pada orang-orang yang pernah bekerjasama dengan saya...apa saya perlu berbohong hanya untuk mendapatkan sesuatu...", Aprilio terlihat begitu arogan dan mendominasi, "...tidak...karena saya bukan anda...", lanjutnya santai, ucapan itu tentu saja membuat Giovanni mengernyit bingung.


"Apa maksud anda"


"Tidak apa-apa...kalau anda semua masih belum percaya...saya kan tunjuk buktinya...", ujar Aprilio kemudian mengambil sesuatu dari saku jas nya, semua orang terkejut melihat apa yang di keluarkan Aprilio, begitupun Aurora.


Bukan tidak tau, hanya saja Aurora tidak menyangka akan jadi secepat ini, kemarin Aprilio memang sempat bertanya pada Aprilio tentang masalah pendaftaran pernikahan lebih dulu sebelum resepsi, setelah berdebat dan memberikan alasan masing-masing, akhirnya mereka sama-sama setuju untuk membuat nya lebih dulu, tapi Aurora pikir itu akan selesai beberapa hari lagi, namun ternyata sekarang Aprilio sudah memegang 2buku itu, rasanya seperti Aprilio sudah mempersiapkannya sejak lama.

__ADS_1


"Kalau ini...apa kalian percaya...", ujarnya menunjukkan buku pernikahan dengan membuka bagian tepat ada foto keduanya.


"Wow tenyata benar"


Semua orang semakin berbisik-bisik antara satu dan lainnya, ada yang pemaaf, ada juga yang yang tidak peduli.


"Walau begitu... Aurora tidak bisa seenaknya mengambil kembali perusahaan ini...karena Ayahnya sudah memberikan perusahaan ini pada saya...", sela Giovanni bangga.


"Tuan Giovanni... sepertinya anda terlalu percaya diri... apa anda tidak takut kalau saya akan membongkar semua rahasia anda...", ujar Aprilio mulai kesal.


"Rahasia...rahasia apa...saya tidak punya rahasia...", elaknya buru-buru.


"Benarkah...lalu kenapa tiba-tiba Ayah memberikan semuanya pada Paman...padahal ada aku Putrinya...dan kenapa saat Aurora menghilang 6tahun ini...Paman tidak mencari Aurora...dan kenapa saat Ayah koma selama setahun...Paman tidak pernah menjenguknya sama sekali...kenapa Paman...kenapa...bukankah Ayah adalah saudara kandung Paman... bukankah selama hidup... Ayah selalu baik dan peduli pada Paman...lalu kenapa Paman begitu kejam pada Ayah...kenapa Paman tega melakukan ini semua...kenapa Paman...kenapa...katakan padaku...apa salah ku dan Ayah pada Paman...", ujar Aurora emosional dengan mata berkaca-kaca dan tubuh yang bergetar menahan emosi.


"A-apa maksud mu...aku tidak mengerti", elak Giovanni gugup, Aprilio membawa Aurora kedalam pelukannya.


Aprilio menyeringai saat melihat betapa terkejutnya Giovanni melihat isi map-map itu, kemudian menatap asistennya dan mengangguk. Asisten Kim yang paham maksudnya, segera menghubungkan sesuatu ke speaker yang kebetulan memang ada di ruang rapat itu.


Awalnya semua orang masih menebak suara siapa itu, namun kemudian mereka terkejut saat mendengar pembicaraan nya yang membahas tentang kecelakaan yang menimpa Tuan Jhonny 7tahun lalu, mereka pun tau suara siapa itu.


"Apa-apaan ini...", teriak Giovanni mencoba merampas rekaman itu dari asisten Kim.


"Jangan mengelak lagi...kami sudah punya buktinya...", ujar Aprilio kemudian sekali lagi memberi isyarat pada asisten Kim, tanpa banyak tanya lagi asisten Kim berjalan ke arah pintu dan keluar.


Beberapa saat kemudian, asisten Kim kembali dengan beberapa polisi yang ternyata menunggu di depan sejak tadi, tentu saja hal itu semakin membuat gaduh suasana di ruang rapat itu.


"Tuan Giovanni Moon...anda di tahan atas tuduhan percobaan pemb***an dan penipuan... silahkan ikut kami...", ujar seorang polisi dengan tegas, sedangkan yang lain langsung memegangi kedua tangan Giovanni.

__ADS_1


"Saya tidak bersalah...Saya tidak tau apa-apa...Jangan tangkap saya Pak...lepaskan saya...biarkan saya menghubungi pengacara saya lebih dulu...", pekiknya memberontak.


"Anda bisa jelaskan di kantor...", polisi itu tak bergeming sama sekali dan tetap membawa Giovanni pergi, setelah sebelumnya berpamitan pada Aprilio lebih dulu.


Beberapa Menit Kemudian


Aurora dan Aprilio berada di kantor CEO yang berada di Travel Moon, keduanya baru saja selesai menjelaskan pada semua pemegang saham tadi dan berjanji akan menyelesaikan masalah ini dengan tuntas.


Keduanya sekarang tengah memperhatikan sekeliling ruangan itu dengan seksama, memeriksa setiap detail untuk mencari kemungkinan ada bukti lainnya lagi.


"Sudahlah Ra...biar nanti aku minta seseorang untuk memeriksa dan membersihkan semuanya...", ujar Aprilio mengajak Aurora duduk di sofa, "...lebih baik sekarang kamu istirahat...kamu pasti capek...atau kamu mau makan sesuatu...biar aku pesankan...", lanjutnya perhatian.


"Tidak...aku tidak lapar Lio...tapi...", Aurora menjeda ucapannya berpikir sejenak, lalu menatap Aprilio. "...bisakah aku minta tolong sesuatu...", mohonnya.


"Tentu...apa itu", jawab Aprilio cepat.


"Antarkan aku ke suatu tempat...", Aurora menjawab dengan tersenyum menyeringai membuat Aprilio mengernyit heran.


"Kemana..."


"Bukankah...seharusnya kita merebut kembali rumah ku juga...dan memberitahu penghuni disana apa yang terjadi...", jawab Aurora santai, "...aku tidak sabar melihat bagaimana wajah mereka saat mendengar masalah ini...", lanjutnya menyeringai.


**Bersambung


Anak Genius CEO Tampan


written by Blue Dolphin**

__ADS_1


__ADS_2