
Beberapa tahun yang lalu
Aprilio masih senang datang ke kamar mendiang ibunya, kamar yang memang sejak dulu di larang Aprilio untuk di masuki siapapun, termasuk sang Ayah, karena menurutnya saat itu, Ayahnya sudah tidak menyayangi Ibunya lagi dan menikahi orang lain.
Hanya semenjak menikah lagi, Ayahnya tidur di kamar lain bersama Nyonya Hyuri, sedangkan Aprilio tinggal di apartemen sendirian. hingga setelah kecelakaan 6tahun lalu, dan sang Ayah menceritakan alasannya menikahi Nyonya Hyuri, karena merasa bersalah hingga merindukan sang Ibu, dan merasa aneh dan curiga dengan hal itu, akhirnya Aprilio memilih untuk ke kamar sang ibu yang sudah lama tidak dia datangi.
"Bu... Aprilio merasa ada sesuatu yang aneh...apa Ibu juga tau apa itu...", gumamnya mengusap foto sang ibu yang dia pegang.
Entah kenapa, tiba-tiba Aprilio tertarik dengan deretan buku-buku milik sang ibu, dari buku tentang desain, majalah, novel, hingga beberapa buku panduan, dan satu buku yang mencuri perhatian Aprilio, buku tua bersampul kulit coklat dengan kancing jepret penguncinya.
"Buku Diary...apa ini milik Ibu...", gumam Aprilio membolak-balik nya, kemudian setelah berpikir sejenak, Aprilio membukanya.
Lembar perlembar Aprilio buka, banyak hal-hal penting dan sesuatu yang istimewa Ibu nya tulis di buku itu. bahkan tentang Aprilio saat kecil pertama kali lahir, hingga Aprilio mendapatkan berbagai piala kejuaraan, Aprilio membacanya dengan tersenyum.
*Senin, 2*-7-20**
hari ini Hyuri memberiku vitamin, dia bilang beberapa hari ini aku terlihat lelah dan lesu, mungkin karena banyaknya pesanan dari pelanggan, di tambah lagi Lio sedang tidak enak badan, dan seperti biasa menjadi lebih manja pada ku, tapi aku tetap bahagia karena bisa jadi ibu yang baik untuk putra ku yang pintar itu*.
Hingga akhirnya sampai di lembar tulisan yang membuat Aprilio mengernyit heran.
"Vitamin... bukankah Ayah dan ibu selalu meminum obat ataupun vitamin dari dokter...", gumam Aprilio.
Matanya kemudian langsung beralih ke meja rias milik mendiang sang Ibu, terdapat banyak alat make up, semua perawatan kecantikan, dan masih seperti dulu, tak ada yang berbeda, karena Aprilio sesekali meminta bibi Chu untuk membersihkannya. Aprilio membuka sebuah laci kecil di meja rias itu dan menemukan beberapa botol obat, membacanya satu persatu, dan menemukan sebotol vitamin.
Back to story'
__ADS_1
"Aku sudah membawanya ke lab...dan vitamin ini mengandung zat yang merusak organ tubuh secara perlahan jika di konsumsi secara rutin...", tuan Dion membulatkan matanya terkejut mendengar penjelasan Aprilio.
"Kau...yang sengaja membuat istri ku sakit...", tuan Dion menunjuk nyonya Hyuri marah.
"Bukan...itu tidak benar... tidak ada buktinya jika itu dari ku kan...", elaknya cepat.
"Memang...tidak ada bukti yang langsung mengacu pada anda Nyonya...tapi selama ini...dan anda juga pasti tau selama menjadi Nyonya Victory...keluarga ku selalu meminum obat ataupun vitamin dari dokter pribadi keluarga kami...dan dokter bilang tidak pernah memberi ibu vitamin apapun...dan yang paling penting...semua pegawai butik ibu dulu... mengatakan...hanya anda yang dekat dan bersama ibu ku setiap hari...bukankah itu sudah cukup untuk mencurigai anda...", tekan Aprilio.
"Tidak mungkin...aku memang dekat dengan Nyo- Ibu mu...tapi bukan berarti aku yang melakukan nya...pasti ada seseorang yang menjebak ku...", tolaknya bersikeras.
"Benarkah...lalu bagaimana anda menjelaskan tentang pesan yang di kirim ibu ku pada anda...pesan yang anda jadikan sebagai alasan untuk menikah dengan Ayah saya...", tekan Aprilio lagi.
"Memang saat itu...ibu mu menghubungi ku beberapa kali...namun saat itu aku sedang di jalan... tidak bisa menjawabnya... setelah itu dia mengirimkan pesan...saat membacanya aku merasa jika pesan itu aneh...jadi aku menghubungi nya...tapi tidak di jawab...dan aku langsung kembali ke butik dan menemukan beliau tergeletak di lantai...", jelas Nyonya Hyuri lantang, namun Aprilio hanya menatapnya remeh.
Nyonya Hyuri terdiam tak bisa berkata-kata lagi, hal itu tentu saja membuat Aprilio menyeringai menang.
"Kedua masalah ini...aku sudah melaporkan nya pada polisi...biar mereka yang menangani dan mencari bukti-bukti yang lain...", jelas Aprilio saat melihat Nicholas datang dengan beberapa polisi. "Dan satu hal lagi...karena aku sudah mendapatkan kembali saham yang kalian ambil dengan cara licik...jadi mulai saat ini... keluarga ku... tidak ada hubungan apapun dengan kalian berdua lagi...", lanjutnya setelah itu pergi dari sana, tanpa memperdulikan apapun dan siapapun yang memanggil nya.
Aprilio berjalan keluar bersama Nicholas, sedangkan tuan Dion juga berjalan tidak jauh di belakangnya, setelah meminta Nicholas untuk mengantar Ayahnya pulang dan menjelaskan segala nya.
"Lio...", panggil tuan Dion saat sudah di depan Aprilio.
"Ayah...aku ada urusan sebentar...biar Nicholas yang menceritakan semuanya pada Ayah...", jelasnya lebih dulu.
"Baiklah...", tuan Dion menghela nafas pasrah.
__ADS_1
"Pinjam mobil mu...", ujarnya meminta kunci mobil milik Nicholas, dan kemudian berlalu begitu saja.
"Hey...kau kau kemana", teriakan Nicholas tak di dengarkan sama sekali, bahkan terlihat jika Aprilio mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang dengan menjalankan mobilnya.
Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya Aprilio sampai di tempat tujuannya, beberapa menit yang lalu, dia menghubungi seseorang untuk bertemu. dan tanpa pikir panjang Aprilio segera turun dari mobil nya, saat orang yang ingin dia temui baru saja keluar dari pintu Apartemennya.
Bahkan Aprilio langsung berlari memeluk wanita yang hanya satu-satunya di antara laki-laki dewasa dan anak-anak itu, mereka adalah Aurora, Antonio dan Felix. ketiganya sangat terkejut dengan apa yang di lakukan Aprilio, namun tidak bisa mengatakan apa-apa.
"Sudah berakhir... masalah keluarga ku sudah berakhir Ra...aku juga sudah tau siapa yang mencelakai mu 6tahun lalu...aku sudah melaporkan masalah ini ke polisi...jadi sekarang kita bisa hidup tenang dan bahagia...", Aprilio mengatakan semuanya seakan meluapkan apa yang dia rasakan selama ini, bahkan Aprilio lupa jika masih ada lagi masalah yang belum selesai, yang mungkin juga bisa membuat Aurora dan Antonio dalam bahaya.
Aprilio melepas pelukannya dan menatap Aurora, bahkan Aurora bisa melihat jika mata pria di depannya ini, merah dan berkaca-kaca, membuat Aurora merasa tidak tega dan hatinya juga ikut sedih, setelah itu Aprilio beralih menatap Antonio yang berada di sisi kanan Aurora, dan langsung memeluk putra yang selama ini hanya bisa dia lihat dari jauh.
"putra ku...maaf kan Papa selama ini tidak ada di samping mu...", ucapnya meneteskan air mata.
"Papa...", bahkan bocah 5 tahun itu yang biasa bersikap tenang, kini ikut menangis dan membalas pelukan Aprilio.
Sedangkan Aurora dan Felix saling pandang sesaat, mereka juga ikut menangis, dengan perasaan dan pikiran yang berbeda, jika Aurora terkejut dan takut karena kejadian ini begitu cepat, sedangkan Felix merasa kecewa, karena mungkin mulai sekarang Antonio tidak akan membutuhkannya lagi.
Suasana begitu haru dan hanyut dengan perasaan masing-masing, bahkan mereka tidak peduli dengan orang-orang yang menatap mereka, dan mereka juga tidak menyadari jika dari kejauhan ada seseorang yang menatap mereka dengan menyeringai.
**Bersambung
Anak Genius CEO Tampan
written by Blue Dolphin**
__ADS_1