
Aprilio baru saja kembali dari pertemuan nya dengan Nicholas, Laura dan Felix. namun saat akan melanjutkan pekerjaan nya, sekertaris nya datang dengan terburu-buru.
"Tuan Aprilio...anda sudah datang...", sapa sopan setelah memasuki ruangan atasan nya itu. Aprilio hanya bergumam menjawabnya. "Saya sudah menunggu anda sejak tadi...ada hal penting yang ingin saya sampaikan sejak tadi...hanya saja...saya takut mengganggu pertemuan anda...", lanjutnya.
"Kenapa...apa sesuatu terjadi...", tanya Aprilio menatap sekertaris nya itu.
"Iya tuan...", sekertaris itu, menyerahkan iPad nya yang menampilkan sebuah berita online. Aprilio mengernyit menatapnya sejenak, kemudian membacanya.
"Sudah berapa jam...Apa-
"Kak Lio", ucapan Aprilio terhenti saat seorang perempuan memasuki ruangan tanpa mengetuk pintu. bahkan langsung menghampiri Aprilio dan memeluknya dari belakang.
"Clara...apa kau tidak punya sopan santun", ujar April marah, dan langsung melepas paksa tangan perempuan itu.
"Kak...aku kan tunangan mu...", rengek nya manja.
"Tidak peduli kau tunangan ku atau bukan...ini kantor...jadi jaga sikap ku...", ujar Aprilio tegas dan beranjak dari duduknya.
"Em kalah begitu...saya permisi dulu tuan...", pamit sekertaris nya sopan, April mengangguk mengiyakan dan mendudukkan dirinya di sofa.
"Iya maaf Kak...aku hanya tidak sabar ingin bertemu Kakak...", rengek Clara ikut duduk di samping Aprilio dan memeluk lengan nya manja. "Maaf ya Kak...jangan marah...", lanjutnya merengek.
Sumpah, rasanya Aprilio bukan gemas, tapi justru mual melihat tingkah Clara ini. namun dia harus tahan hingga waktu nya tiba, dia akan membongkar segalanya.
"Kau kan pasti lelah baru sampai...kenapa tidak pulang saja...tapi malah kemari...", ujar Aprilio sehalus mungkin.
"Aku sudah sangat merindukan Kakak...jadi aku langsung kemari...aku juga ingin mengajak Kakak makan siang...", jelasnya manja.
"Aku baru saja datang makan siang bersama klien...", jawab Aprilio bohong.
"Jam segini Kakak sudah makan siang...", tanyanya tidak percaya.
"Mau bagaimana lagi... permintaan Klien...aku tidak bisa menolak...", jawaban Aprilio membuat Clara kecewa.
"Hah... padahal aku sudah membayangkan makan siang di restoran favorit ku sama Kakak...", lirih Clara sedih. "Tapi tidak apa-apa...kita makan malam bersama saja nanti... bagaimana...", lanjutnya berubah antusias dalam sekejap.
Tentu saja hal itu membuat Aprilio kesal, perempuan di depannya ini, benar-benar tidak tahu malu, tapi Aprilio tidak bisa menolaknya lagi, atau Clara akan curiga padanya.
__ADS_1
"Apa kau tidak ingin berkumpul dengan keluarga mu dulu...kan kau baru sampai...", ujar April mencoba mencari alasan yang tidak mencurigakan.
"Tidak apa-apa... keluar ku pasti mengerti kok...", tolaknya, membuat Aprilio menghela nafas pasrah.
"Baiklah...aku akan menjemputmu saat pekerjaan ku sudah selesai nanti...", ujar Aprilio akhirnya mengalah membuat Clara berbinar bahagia.
"Oke...kalau begitu...aku akan ke salon dulu...bye Kak...", ujarnya antusias dan Aprilio hanya mengangguk menjawabnya, setelah itu Clara beranjak pergi dari ruangan Aprilio.
Setelah Clara menghilang dari balik pintu, Aprilio menghembuskan nafas panjang dan menyandarkan tubuhnya. sejak tadi sebenarnya Aprilio memikirkan Aurora, bagaimana kalau Auto melihat berita itu, apa yang akan dia pikirkan.
Namun kemudian dia teringat sesuatu dan bergegas mengirim pesan pada seseorang, setelah itu beralih menghubungi seseorang.
Disisi lain
Berita itu bukan hanya berita online, tapi juga berita hangat yang menjadi perbincangan banyak orang. sekalipun di hapus berita online nya, bagaimana dengan berikut yang Live di televisi.
Seperti yang di lihat Aurora saat ini. sejak Aurora datang ke kota besar ini, Aurora hanya bertemu Aprilio sekali, tapi kenapa hati Aurora sakit saat melihat berita itu, bahkan tanpa sadar air matanya terus mengalir.
Clara Chen, Aurora merasa nama itu sangat familiar, hingga Aurora memaksa otaknya untuk mengulang-ulang nama itu dan mengingat sesuatu.
"aakkkhhh"
Hingga membuat Aurora mengerang kesakitan dan terduduk di bawah. hal itu membuat semua orang beralih menatap Aurora, dan beberapa di antaranya ingin membantu Aurora, dan akhirnya Aurora pingsan.
Melinda yang mendengar ribut-ribut, langsung keluar dari ruangannya, dan betapa terkejutnya saat melihat Aurora sudah jatuh pingsan.
"Apa yang terjadi...Kenapa dia seperti ini...", tanya Melinda beruntun pada semua orang.
"Kami tidak tau...Dia tadi sempat berdiri melihat berita di TV... kemudian dia kesakitan memegang kepalanya dan pingsan...", jelas salah satu pelanggan yang berada di sana.
"Astaga...tolong bantu saya mengangkatnya ke mobil...saya akan membawanya ke rumah sakit...", ucap Melinda meminta tolong.
Beberapa orang pria disana segera mengangguk, lalu mengangkat Aurora keluar kafe dan meletakkannya di mobil Melinda yang juga langsung segera menancap gas saat Aurora sudah di letakkan di dalamnya.
Di Kantor A
Felix, Nicholas dan Laura berkumpul untuk mencari alasan apa yang akan mereka katakan pada Aurora. Namun baru saja akan membahasnya, tiba-tiba ponsel Nicholas berdering.
__ADS_1
"Baru saja bertemu...kenapa sekarang dia masih menghubungi ku...", gumam Nicholas mengernyit heran, namun langsung menjawabnya.
"Kenapa menghubungi ku lagi..."
"Nic...lihat berita online...lalu minta Laura melihat bagaimana keadaan Aurora sekarang...kalau terjadi apa-apa cepat beritahu aku...", Aprilio dari seberang sana berbicara beruntun bahkan tanpa membalas ucapan Nicholas.
"tenanglah... cerita kan perlahan..."
"Cepat lakukan apa yang aku katakan tadi sekarang...jangan banyak tanya...", Aprilio langsung menutup panggilan nya bahkan sebelum Nicholas menjawab apapun lagi.
"Ada apa dengan nya... memangnya ada berita apa sih...", omelnya kesal, tapi langsung membuka situs berita online. betapa terkejutnya Nicholas saat membaca berita itu.
"Ada apa sayang...kenapa kau terlihat terkejut seperti itu...", tanya Laura penasaran dengan apa yang di lihat Nicholas.
"Lihatlah...", menunjukkan berita di ponselnya. "Bukan hanya berita online...tapi juga Live tadi... mungkin tidak...kalau Aurora melihat nya...", lanjutnya.
"Astaga... apa-apa ini...", Laura langsung mengambil ponsel Nicholas untuk membaca semuanya.
"Aprilio minta kita untuk menghubungi Aurora...dan memastikan kalau dia baik-baik saja...", jelas Nicholas lagi, tanpa pikir panjang Laura segera mengeluarkan ponselnya.
"Aku akan menghubungi nya...", lanjutnya ingin menghubungi Aurora, namun ternyata ada panggilan masuk lebih dulu. Laura mengernyit bingung saat nomor yang muncul tidak dia kenal.
"halo"
"halo kak Laura...ini aku Melinda..."
"oh Mel...aku pikir siapa...kau pakai nomor siapa...apa kau ada di luar...apa terjadi sesuatu...", tanya Laura beruntun cemas.
"Aurora pingsan Kak...aku membawanya ke rumah sakit xxx..."
"Apa...baiklah...aku akan kesana..."
"iya...tapi tolong jemput Antonio dulu...kasihan dia pasti menunggu Aurora sejak tadi..."
"iya iya tenang saja..."
**Bersambung
__ADS_1
Anak Genius CEO tampan
written by Blue Dolphin**