Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 23.2


__ADS_3

Beberapa Hari Kemudian


Sejak sadar, Aprilio sungguh tidak betah berlama-lama di rumah sakit, dan memaksa untuk pulang, namun Aurora berhasil memberinya pengertian, untuk harus melakukan beberapa pengecekan terhadap kondisi tubuhnya, jika hasilnya bagus, maka Aurora akan menuruti nya.


"Selamat Datang Tuan Muda",


Dan disinilah mereka sekarang, baru saja sampai di mansion keluarga Victory, setelah mendapatkan hasil pemeriksaan, Aprilio tak ingin menunggu lagi dan langsung meminta pulang, dan untungnya kebetulan Nicholas datang berkunjung, jadi sahabat Aprilio itu menghubungi dan memberi kabar Tuan Dion.


"Papa...Mama", pekik Antonio berlari ke arah Aurora dan Aprilio yang baru saja memasuki pintu mansion.


"Hay sayang...", ujar Aurora kemudian berjongkok untuk memeluk Antonio.


"Hay Jagoan...", sambung Aprilio yang berdiri di jauh dari keduanya, membuat Aurora dan Anti mengurai pelukannya dan beralih menatap Aprilio.


"Papa sudah sembuh...", tanyanya polos


"Tentu saja...Papa kan kuat...", ujarnya sambil menunjukkan kepalan tangannya, membuat semua orang disana tersenyum melihat interaksi keduanya.


"Kau ini kenapa sih buru-buru sekali keluar dari Rumah Sakit nya...", sela Tuan Dion mendekati Aprilio.


"Aku sudah sehat...kenapa harus lama-lama disana...", jawab Aprilio santai, membuat Tuan Dion berdecak malas.


"Sudahlah...ayo duduk dulu...", ajak Tuan Dion akhirnya. "...atau kau mau langsung ke kamar saja...", tanyanya.


"Tidak tidak...aku sudah stres berada di kamar terus selama di rumah sakit...", tolaknya buru-buru, dan berjalan mendahului dan duduk ke sofa.


Semuanya tersenyum melihatnya, dan mengikuti Aprilio untuk duduk di sofa, jika Antonio dan Nicholas biasa saja saat ikut duduk, namun berbeda dengan Aurora yang terlihat canggung.


"Ayo Ma...", ajak Antonio menarik tangan Aurora, jadi mau tidak mau Aurora mengikuti ajakan putranya.


Disisi lain


Felix tengah bergulat dengan pekerjaan Nicholas yang di berikan padanya, untungnya tidak ada rapat atau meeting dengan klien, jadi Felix hanya berada di ruangan Nicholas saja untuk mempelajari beberapa berkas.


toktok


"Masuk", suara ketukan pintu tak membuat Felix mengalihkan sedikitpun perhatian nya dari berkas-berkas di depannya.


"Tuan Felix", panggil Daniel sesaat setelah memasuki ruangan itu, karena mengenali suara itu, Felix tak perlu repot beralih menatapnya.


"Iya Daniel...ada apa...", jawabnya masih sibuk.


"Resepsionis menghubungi...jika ada seseorang yang mencari anda...katanya-


"Siapa...Angel Moon ya...aduh... bilang saja kalau saya tidak ada...saya sedang malas meladeninya...", ujar Felix buru-buru memotong ucapan Daniel.


"Bukan Tuan...Bukan Nona Angel...tapi perempuan bernama Melinda...", jawaban Daniel membuat Felix lega, namun juga mengernyit heran.


"Melinda... untuk apa dia kemari...", gumamnya sendiri. "...kalau begitu...biarkan dia masuk...", lanjutnya.

__ADS_1


"Baik Tuan...saya permisi...", pamit Daniel meninggalkan ruangan.


Hingga beberapa menit kemudian, pintu kembali di ketuk dan di buka langsung oleh Melinda yang menyembulkan kepalanya lebih dulu, tertegun sejenak saat melihat bagaimana wajah serius Felix saat bekerja, hingga tiba-tiba Felix beralih menatapnya.


"a-ah hay...boleh aku masuk...", sapanya gugup.


"Hay Mel...masuklah...", jawab Felix tersenyum berdiri dari duduknya dan menghampiri Melinda.


"Woah...kau benar-benar terlihat seperti CEO di drama Korea...", ujar berjalan masuk.


"Ck kau ini ada-ada saja...tumben kau kemari...duduklah... kau mau minum apa...", ajaknya ramah.


"Apa saja deh terserah...",


"Tunggu sebentar...", Felix berjalan ke arah meja kerja Nicholas, dan menghubungi seseorang untuk membuat kan minum. "...jadi...ada perlu apa...", tanyanya setelah selesai, dan kembali berjalan dan duduk di sofa yang berseberangan dengan Melinda.


"Sebenarnya...aku kemari ingin mengajakmu pergi bersama ke kediaman keluarga Victory nanti...aku tidak enak kalau pergi sendiri...", jelas Melinda panjang lebar.


"Kenapa tidak ajak Laura saja...", tanya Felix heran.


"Kak Laura katanya ada operasi mendadak nanti...entah bisa datang atau tidak...", ujar Melinda santai memberi alasan, sambil mengangkat bahunya.


"oh begitu...baiklah...nanti pukul 6 aku akan menjemputmu...", ujar Felix setuju.


"Jangan-


toktok


"Silahkan di minum...", ujar Felix mempersilahkan, Melinda pun mengangguk dan mengambil cangkir miliknya untuk di minum, begitupun dengan Felix. "...jadi...apa yang ingin kau katakan tadi...", lanjutnya meletakkan kembali cangkir itu setelah meminumnya sedikit.


"Kalau bisa...kita berangkat lebih awal...", jawab Melinda kemudian meletakkan cangkir miliknya. "... karena aku ingin membelikan sesuatu untuk Antonio...dan setidaknya juga untuk Tuan Dion...", lanjutnya menjelaskan.


"Ah benar juga...aku sampai lupa...", Felix mengangguk setuju. "... tidak enak kan kalau kita datang kesana dengan tangan kosong...", lanjutnya.


"Maka dari itu... bagaimana kalau kita pergi ke mall terlebih dulu sebelum ke sana...", Melinda berujar dengan antusias.


"Baiklah...aku akan menjemputmu setelah pekerjaan ku selesai...", ujar Felix yang langsung di angguki Melinda setuju.


"Aku akan kirimkan alamat kantor ku...", ujar Melinda mengeluarkan ponselnya.


toktok


"Maaf menganggu Tuan Felix", ujar Daniel buru-buru membuka pintu setelah di ijinkan Felix masuk.


"Ada apa Daniel..."


"Maaf Tuan...Resepsionis baru saja menghubungi saya... sepertinya...Nona Angel Moon datang...dan sudah naik lift menuju kemari...", Daniel berujar sedikit panik, karena dia tau jika Felix sedang tidak ingin menemui perempuan itu.


"Apa...", pekiknya terkejut, "...Kenapa tidak meminta ijin pada saya lebih dulu...", lanjutnya marah.

__ADS_1


"Maaf Tuan...kata Resepsionis... Nona Angel tidak bertanya lebih dulu...tapi langsung menuju lift...maka dari itu... Resepsionis menghubungi saya...", jelas Daniel lagi.


"Aduh Mel...Angel tidak boleh melihat mu ada di sini...bisa bisa dia tau kalau aku ada hubungannya dengan Aurora...bagaimana ini...", ujarnya panik.


"Tenanglah...a-aku akan sembunyi saja...", ujar Melinda mencari tempat sembunyi.


"Benar...tapi sembunyi di mana...", Felix menatap sekeliling.


"Di kamar mandi saja...", sela Melinda ingin beranjak ke arah kamar mandi.


"Jangan...", cegah Felix, membuat Melinda menghentikan langkahnya, "... bagaimana kalau dia mau numpang ke kamar mandi...nanti ketahuan... kalau begitu...di situ saja...", lanjutnya menggandeng tangan Melinda, Daniel hanya diam saja melihat tingkah keduanya.


"Yang benar saja...kau suruh aku sembunyi di sini...", protes Melinda saat Felix memintanya sembunyi di bawah meja kerja nya.


"Tuan...saya akan keluar untuk sedikit mengulur waktu...", sela Daniel.


"Iya sana...", ujar Felix tanpa sadar seperti nada mengusir.


"Cepatlah Mel...atau semua rencana ku dan Nicholas akan berantakan...", ujar Felix buru-buru, Melinda pun akhirnya menghela nafas dan mengalah.


"Baiklah...", Melinda segera bersembunyi di bawah meja, namun Felix bukannya pergi, tapi justru menduduki kursi nya dan menggesernya mendekat ke arah Melinda. "...Apa yang kau lakukan...", protes Melinda tak terima.


"Sssttt...diamlah...", bisik Felix sambil merapikan duduknya dan bersikap santai.


toktok


Mendengar ketukan pintu, Melinda pun tak bisa protes lagi, dan memilih diam.


"Masuk"


"Permisi Tuan Felix...Nona Angel Moon mencari anda...", ujar Daniel seolah tidak ada apa-apa.


"Oh persilahkan masuk...", jawab Felix merapikan berkas-berkasnya.


"Maaf...apa aku menganggu Felix...", tanya Angel sesaat memasuki ruangan.


"Oh tidak... silahkan duduk...", Angel mengangguk dan berjalan ke arah sofa, namun kemudian mengernyit heran sambil menatap sesuatu.


"Kamu ada tamu ya...", tanyanya kemudian.


"Ti-tidak...aku hanya sendirian sejak tadi...kenapa...", jawab Felix sedikit gugup.


"Apa kamu minum 2 cangkir sekaligus..."


**Bersambung


Anak Genius CEO Tampan


written by Blue Dolphin**

__ADS_1


__ADS_2