
"Baiklah...kalau begitu kami persilahkan Tuan Aprilio untuk memberikan penjelasan...", ujar MC mempersilahkan Aprilio setelah mengucapkan beberapa kata.
"Selamat Pagi Semuanya...Terima Kasih karena sudah hadir... sebelumnya saya sudah memperkenalkan putra saya...anda semua pasti penasaran siapa ibu nya...jadi kali ini...saya ingin perkenalkan ibu dari putra saya... sekaligus istri saya...Aurora Moon...yang sekarang sudah berubah menjadi Aurora Victory...", ujar Aprilio panjang lebar, kemudian menatap Aurora dan tersenyum simpul, terlihat jelas dia sangat bangga saat mengatakan nya.
Semua orang di sana tak sedikitpun melewatkan kesempatan untuk mengambil gambar momen yang menurut mereka langkah, karena bisa melihat seorang CEO yang terkenal dingin, bisa menatap dengan penuh cinta dan tersenyum lembut.
Sedangkan Aurora terlihat jelas jika sedang gugup, di tambah lagi silaunya flash kamera yang bergantian menyilaukan matanya, Aprilio yang melihat itu pun langsung menggenggam tangan Aurora yang berada di atas meja untuk menenangkan, dan lagi-lagi hal itu membuat semua orang histeris. (bukankah jadi terlihat seperti drama-drama di televisi)
"Kami bertemu 6 tahun yang lalu...saat itu...Istri saya dalam masa-masa sulit...anda semua pasti sudah tau apa yang terjadi pada Kepala Keluarga Moon 7tahun yang lalu...dan apa penyebabnya...semua sudah di jelaskan oleh istri saya saat konferensi pers online streaming beberapa hari yang lalu...saat itu dia sedang berjuang mencari uang untuk biaya hidup dan biaya rumah sakit mendiang Ayah nya...dan saat itu saya juga sedang membutuhkan seseorang yang bisa mengurus apartemen dan memasak..."
"Melalui perantara Dokter Laura dan Tuan Nicholas yang kebetulan teman sekolah dulu... akhirnya mereka mempertemukan kami... Dokter Laura adalah dokter yang menangani Tuan Jhonny Moon saat itu...Dokter Laura prihatin dengan apa yang terjadi pada Aurora...bahkan beliau menganggap Aurora seperti adiknya sendiri..."
"Singkat cerita... Aurora bekerja dengan saya...seiring berjalannya waktu... melihat sikap dan perilaku nya yang baik dan sopan... bahkan bisa melakukan semua pekerjaan rumah tanpa mengeluh dan terus semangat... membuat saya mulai menaruh perhatian pada nya... Dimata saya... dia terlihat berbeda daripada anak-anak perempuan orang kaya yang lain...jika anak-anak perempuan yang biasanya manja dan tidak bisa melakukan apa-apa...tapi dia tidak...dia bahkan tetap terlihat tegar dan kuat melakukan semuanya..."
"Yang semakin membuat ku kagum...dia tidak melupakan pendidikan nya... bahkan dia berusaha mendapatkan beasiswa agar tetap bisa berkuliah...jika di pikir-pikir sekarang... mungkin saat itu aku sudah jatuh cinta pada nya...", Aprilio tersenyum menatap Aurora yang menunduk menyembunyikan wajahnya yang merona.
"Lalu bagaimana anda menyatakan perasaan anda...", pekik seseorang perempuan berani, yang sepertinya bukan wartawan, namun keberaniannya membuat semua orang melotot tidak percaya, tapi Aprilio justru tersenyum.
"Eem", Aprilio tidak langsung menjawabnya dan berpikir sejenak, "...ya...anda semua pasti sudah bisa menebaknya...dari kepribadian saya yang acuh...tentu saja saya juga tidak romantis...jadi kesannya seperti
__ADS_1
atasan bertanya pada bawahan nya...", lanjutnya dengan sedikit terkekeh geli, hingga tanpa sadar membuat semua orang ikut terkekeh.
"Aurora...apa kau mau berkencan dengan ku...itu yang saya tanyakan secara langsung padanya...saat itu dia sedang menyiapkan makan malam untuk saya...tentu saja dia sangat terkejut... bahkan dia terdiam sejenak seperti patung...mungkin saat itu dia bertanya dalam hati...dia salah dengar atau tidak...jadi saya bilang kalau saya seperti nya menyukai mu...tapi saya tidak ingin terlalu lama dalam hubungan kekasih... karena saat itu Papa sudah menuntut saya untuk segera menikah... dan saya mengatakan pada Aurora seperti itu tanpa basa basi...Yang sesali sampai sekarang...apa yang saya katakan pada Aurora untuk meyakinkan nya saat itu...bukan kata-kata aku mencintaimu...aku akan membahagiakan mu...atau kata-kata manis lainnya... melainkan...saya akan bantu semua biaya rumah sakit Ayah mu sampai sembuh...Hah... bukankah itu terlihat jelas bagaimana acuh nya saya dulu...", Aprilio menghela nafas panjang.
"Apa Nyonya Aurora menerima tawaran anda Tuan...", pekik lagi perempuan tadi, Aprilio terkekeh mendengarnya.
"Tidak...dia menolaknya...", jawab Aprilio tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Maaf Tuan...bisakah Nyonya Aurora yang menjelaskan bagaimana beliau menolak anda...", sahut salah satu wartawan, mendengar hal itu Aprilio menatap Aurora sejenak.
"Bagaimana kalau saya saja... Soalnya istri saya masih belum-
Aurora menganggukkan kepalanya tanda dia bersedia berbicara, namun Aprilio mengernyitkan keningnya tanda bertanya "Apa kamu yakin?", dan sekali lagi Aurora mengangguk dengan tersenyum sebagai tanda dia sangat yakin.
"Baiklah...sepertinya istri saya tidak ingin mengecewakan anda semua...jadi dia bersedia untuk menjelaskan nya...", ujar Aprilio akhirnya membuat semua memberikan tepuk tangan untuk Aurora.
"Emm Terima Kasih semuanya... sebelum saya menjelaskan...saya ingin meminta pengertian pada semuanya yang ada di sini... apabila ucapan saya nanti kurang jelas atau kurang baik... karena jujur...ini adalah pengalaman baru untuk saya...", ujar Aurora gugup, semua orang sekali lagi memberikannya tepuk tangan.
"Mungkin...bagi sebagian perempuan yang mengagumi sosok Aprilio Victory...kalau mereka ada di posisi saya... mereka tidak akan menyia-nyia kan kesempatan yang di tawarkan langsung oleh Aprilio saat itu...benar tidak...", tanya Aurora.
__ADS_1
"Benar", terdengar beberapa perempuan menjawab dengan antusias, membuat Aurora terkekeh.
"Tapi... untuk saya saat itu...yang saya pikirkan adalah Ayah saya...beliau satu-satunya keluarga yang saya miliki... sebagai seorang putri...tentu saja saya ingin Ayah saya menyaksikan saya menikah...jadi saat itu saya tidak memikirkan untuk menikah... apalagi...Ayah saya selalu berpesan...Menikah itu sekali seumur hidup...jadi saya harus menikah dengan orang yang saya cintai dan yang mencintai saya... pernikahan bukanlah permainan...", jelas Aurora, beberapa orang terlihat mengangguk setuju dengan apa yang di katakan Aurora.
"itu alasan pertama...dan satu lagi alasan saya menolak tawaran Aprilio adalah...status Keluarga nya yang besar... sedangkan saya saat itu... hanya gadis sebatang kara yang harus bekerja keras untuk mendapatkan biaya hidup sehari-hari...jika kita menikah... bukankah itu sama saja mempermalukan diri saya sendiri...bahkan mempermalukan keluarga Victory...", suara Aurora sudah mulai lancar, bahkan terkesan meyakinkan.
Disisi lain
"Astaga...aku tidak menyangka temanku bisa mengarang cerita seperti novel...", ujar Nicholas terkekeh geli.
"ya...Cerita romantis...CEO sombong dan istri... istri apa ya judulnya kalau di jadikan novel...", sambung Melinda tertawa.
"Apa orang-orang akan percaya dengan cerita mereka...", tanya Felix.
"Entah orang-orang tau mereka berbohong tentang cerita perjalanan cinta mereka atau tidak...semoga saja orang-orang tidak peduli dengan itu... karena seharusnya yang mereka pedulikan itu saat ini... bagaimana keduanya menunjukkan cinta mereka untuk satu sama lain...", sambung Laura tak mengalihkan pandangannya dari layar televisi yang sengaja di siapkan disana, di ruangan mereka tadi, untuk melihat secara langsung konferensi pers nya.
**Bersambung
Anak Genius CEO Tampan
__ADS_1
written by Blue Dolphin**