Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 11


__ADS_3

Sejak semua nya terungkap beberapa hari yang lalu, Aurora memang menjadi lebih pendiam, sehingga membuat semua orang bingung dan cemas, bukankah saat mengetahui itu, Aurora baik-baik saja, bahkan masih tegar menanyakan masalah lain, lalu kenapa sikapnya berubah menjadi lebih pendiam. Felix, Melinda bahkan Laura merasa cemas, apa yang sedang Aurora pikirkan.


"Ra..." panggil Felix setelah menyelesaikan makan malamnya. Aurora mengangkat kepalanya menatap Felix dengan bergumam.


Mereka tengah makan malam, 2 atau 3 hari ini, Felix merasa jika Aurora marah padanya, walaupun tidak sepenuhnya mengabaikan Felix, tapi Aurora hanya berbicara singkat dan seperlunya saja pada Felix, tentu saja hal itu membuat Felix sedih dan bingung. jadi saat ini dia memutuskan untuk berbicara dengan Aurora, untuk menyelesaikan segalanya.


"bisa kita bicara berdua..." lanjut Felix kemudian.


"boleh...tapi aku bersih-bersih dulu..." jawab Aurora sambil membersihkan meja makan.


"biar aku bantu" ujar Felix


"tidak perlu..." tolak Aurora cepat, membuat Felix pun hanya bisa mengangguk mengerti.


Skip


Entah Aurora yang terlalu lama, atau Felix yang memang sangat kelelahan. laki-laki itu ternyata ketiduran saat menunggu Aurora di ruang tamu, bahkan dengan posisi duduk dan kepalanya menengadah bersandar ke sofa.


Aurora menatap Felix dalam diam, beberapa hari ini Aurora lebih banyak diam bukan karena marah atau apapun, tapi Aurora menyadari sesuatu, jika Felix mengetahui siapa laki-laki yang dulu ada di dalam hati Aurora (bahkan mungkin hingga saat ini), dan siapa ayah kandung Antonio, bukankah itu melukai hati dan perasaan Felix, lalu kenapa dia masih bersikap begitu baik pada Aurora dan Antonio.


Selama 6tahun ini, Aurora bahkan tidak bisa membuka hati untuk Felix, bukankah jika Aurora bertemu lagi dengan Aprilio, kemungkinan Felix untuk menikah dengan Aurora semakin kecil, bahkan mungkin juga masalah Antonio.


Aurora merasa bersalah, tidak bisa melakukan apapun untuk Felix, padahal selama 6tahun ini, Felix memberikan segalanya untuk Aurora dan Antonio. untuk sekedar membuka hati menerima perasaan Felix saja, Aurora tidak bisa, padahal Felix memperlakukan Antonio seperti anak kandungnya sendiri. Aurora tidak ingin menyakiti Felix dan Aurora juga ingin membalas semua kebaikan Felix dan ibunya selama ini, tapi apa yang harus Aurora lakukan? entahlah.


"Felix...Lix...bangun...jangan tidur disini..." panggil Aurora membangunkan.


"eoh Ra..." Felix menggeliat sejenak sebelumnya akhirnya membuka matanya perlahan.


"tidurlah di kamar Nio...kamu pasti kelelahan..." ujar Aurora lembut menatap Felix.

__ADS_1


"ah maaf...aku ketiduran ya...aku akan cuci muka saja... ada hal yang harus aku bicarakan dengan mu...kamu tunggu disini saja..." jawab Felix cepat dan segera beranjak dari sana menuju kamar mandi.


beberapa menit kemudian Felix kembali ke ruang tamu setelah mencuci muka, Aurora sudah menunggu, bahkan sudah menyiapkan dua cangkir teh hangat dan sepiring buah-buahan.


"maaf Ra...lama ya..." tanyanya berjalan dan duduk kembali ke tempatnya tadi.


"lix...kalau kau lelah...kita bicara besok saja..." ujar Aurora tulus.


"tidak apa-apa... sebentar saja..." jawab Felix cepat.


"baiklah...apa yang ingin kamu bicarakan..." tanya Aurora.


"aku minta maaf Ra...aku tau kamu marah dan kecewa pada ku karena tidak jujur masalah Laura dan yang lain...tapi aku melakukan itu karena aku takut kalau sesuatu akan terjadi padamu Ra... sungguh aku tidak bermaksud mengkhianati mu..." jelas Felix panjang lebar.


"aku tidak marah...aku memang sempat kecewa pada mu dan Antonio...tapi aku tau kalian melakukan itu untuk kebaikan ku...tapi ada sesuatu yang menganggu ku..." jelas Aurora.


"apa itu..." tanya Felix penasaran.


"aku baik-baik saja...memangnya kenapa..." tanya Felix kebingungan.


"apa...kau tidak marah...atau takut...aku kembali bersama dengan laki-laki itu...Ayah kandung Antonio..." tanya Aurora hati-hati, membuat Felix mengerti kemana arah pembicaraan Aurora.


"Ra... untuk apa aku marah...aku tidak bisa memaksakan perasaan ku pada mu...jika kita paksakan untuk bersatu dalam ikatan... bukankah sama saja kita saling menyakiti...ini bukan dunia novel Ra..." ujar Felix bijak. "untuk masalah Antonio...bukankah itu adalah kenyataan...kalau Aprilio adalah Ayah kandungnya... aku tidak berhak marah Ra...aku sudah sangat bersyukur...selama 6tahun ini bisa menjadi Ayah untuk Antonio...jadi...jangan khawatir...aku bahkan ikut bahagia...kalau kalian juga bahagia..." lanjutnya panjang lebar.


"tapi-


"Ra...aku tau saat ini kau masih tidak mengingat apapun tentang nya...tapi dari semua cerita yang aku dengar dari Nicholas...dia adalah orang yang baik...dia sudah melakukan banyak hal untuk mu...jadi kita hanya perlu menunggu ingatan mu kembali..." Felix berujar begitu tenang, menyiratkan jika semua yang di katakan adalah jujur, bukan hanya ucapan menenangkan untuk menutupi rasa sakit nya.


"dan...satu lagi...kau benar-benar tidak keberatan aku membantu Nicholas untuk mengambil alih perusahaan Moon kan..." tanya Felix memastikan.

__ADS_1


"tentu saja tidak...aku tidak mengerti apa-apa tentang perusahaan...jadi sebaiknya...kau saja yang tangani...aku takut malah akan membuat nya berantakan...dan membuat hasil kerja semuanya sia-sia...aku tidak mau itu terjadi..." jelas Aurora panjang lebar dan yakin.


"baiklah...aku akan berusaha sebaik mungkin..." balas Felix tak kalah yakin.


"ya sudah...lebih baik kau menginap saja... daripada kau menyetir sambil ngantuk..." ujar Aurora yang di angguki Felix.


Disisi lain


Meja makan yang besar, namun hanya di isi dengan tiga orang, dua laki-laki dan seorang perempuan. kedua laki-laki memakan makanan tanpa suara, bahkan senyum sedikitpun, sedangkan yang perempuan sesekali berbicara dan bertanya, walaupun terkadang tidak mendapat jawaban.


"Lio...tadi Cla... menelpon dan mengatakan kalau kau tidak pernah mengangkat telponnya..." ujarnya


"aku sibuk" jawab Aprilio singkat.


Aprilio memang tinggal di rumah besar Victory, sejak mengalami kecelakaan 6tahun lalu dan mengetahui kebusukan Ibu tirinya. dia berusaha bertahan disana, padahal sebelumnya, Aprilio lebih memilih tinggal di apartemen daripada di rumah ini. tapi Aprilio harus bersabar, setidaknya untuk menjaga Papa dan mengawasi ibu tirinya, mungkin saja dia juga akan mendapatkan bukti-bukti kejahatan yang di lakukan ibu tirinya itu.


"sebentar lagi ulang tahun Cla...apa kau sudah memikirkan hadiah apa yang akan kau berikan..." tanya wanita paruh baya itu lagi.


"entahlah..."


"bagai-


"aku sudah selesai...aku harus melanjutkan pekerjaan ku .." potong Aprilio lebih dulu, dan beranjak dari sana sebelum mendapat jawaban dari kedua orang tuanya.


"apa kau tidak bisa diam saja...kenapa kau selalu berbicara yang tidak penting..." tegur tuan Dion marah, dan ikut pergi dari sana. membuat nyonya Hyuri berdecak kesal.


"ck...dasar...awas saja kalian...kalau rencana ku berhasil...aku akan mengusir kalian dari sini..." gumamnya kesal.


**Bersambung

__ADS_1


Anak Genius CEO Tampan


written by Blue Dolphin**


__ADS_2