Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan
Bab 40.1


__ADS_3

Beberapa menit kemudian


"Hah...ini sudah lebih dari 15 menit...tapi orang itu belum kembali...mungkin aku menghancurkan rencananya...dia pikir mungkin aku akan ikut dengan nya...lalu dia bisa berbuat macam-macam...huh...dia pikir aku bodoh...salah...aku Melinda...sudah hafal dengan trik murahan seperti itu...", gerutu Melinda kesal sendiri.


Setelah menggerutu sendiri, Melinda memilih untuk beranjak dari duduknya, meregangkan badan sejenak, lalu menepuk membersihkan celana nya.


"Kalau begitu aku hubungi Kak Laura saja sekarang...", gerutu nya mengeluarkan ponselnya dan berjalan ke arah mobilnya, namun baru beberapa langkah, Melinda menghentikan langkahnya saat Melinda melihat mobil pria tadi kembali.


"Maaf...apa kamu menunggu lama...", ujar pria itu setelah turun dari mobilnya dengan membawa sebotol bahan bakar.


"Tidak apa-apa...malah aku pikir kau tidak akan kembali...", jawab Melinda jujur.


"Itu Tidak mungkin...aku yang menawarkan bantuan... masa aku kabur begitu saja...", jelas pria itu buru-buru.


"Maafkan aku"


Skip


"Alen mau pesan apa..."


"Sama kan saja dengan pesanan mu Mel",


Melinda saat ini sedang berada di sebuah rumah makan dengan pria yang membantunya tadi. Pria itu bernama Alenio Sebastian, owner sebuah kedai kopi, dan usia nya setahun lebih tua dari Melinda.

__ADS_1


Hanya saja, pria blasteran itu menolak saat Melinda ingin memanggilnya Kakak, dia bilang lebih nyaman dengan panggilan santai saja, karena lebih tepatnya mereka hanya selisih beberapa bulan saja.


Setelah Alen kembali membawa sebotol bahan bakar tadi, bahkan membantu Melinda mengisinya ke dalam mobil, Melinda menawarkan mengembalikan uang membeli bahan bakar tadi dan sedikit uang tambahan untuk berterima kasih, tapi Alen menolak, katanya dia membantu dengan tulus, tidak mengharapkan balasan.


Setelah saling beragumen tentang uang, dan Melinda yang terus memaksa, akhirnya Alen memberikan solusi dari permasalahan itu, solusi sederhana, Alen meminta Melinda untuk mentraktir nya makan di sebuah kedai, dengan mengendarai mobil masing-masing, dan disinilah mereka untuk makan bersama, di kedai yang menyediakan makanan rumahan.


Beberapa menit kemudian, semua makanan yang mereka pesan sudah selesai, dan di letakkan di atas meja mereka, Alen sempat terkejut saat melihat banyaknya makanan yang Melinda pesan sudah siap di atas meja.


"Banyak sekali...kamu bisa makan semua ini Mel...", tanya Alen tidak percaya.


"Tentu saja...kalau saat badmood seperti ini...aku akan makan sangat banyak...", jelas Melinda antusias.


"Badmood...aah pantesan saat kamu duduk-duduk di bawah pohon tadi, terlihat sekali kalau kamu sedang galau...", ujar Alen terkekeh.


"Ya... sedikit ", jawab Alen.


"Hah...memang patah hati itu tidak enak banget ya...", ucap Melinda menghela nafas berat.


"Patah hati...", Melinda mengangguk mengiyakan pertanyaan Alen, "...jadi kau baru saja di putusin...atau ternyata kekasih mu berkhianat ya...", lanjutnya.


"Belum sampai tahap itu...hanya cinta bertepuk sebelah tangan...", jawab Melinda jujur.


"Benarkah... bagaimana kamu bisa tau kalau dia tidak menyukai mu...", tanya Alen buru-buru.

__ADS_1


"Ya... semuanya terlihat jelas dari sikapnya yang berubah menjauhi ku... padahal aku tidak pernah menyatakan perasaan ku langsung pada nya...aku juga tidak pernah memintanya menjadi kekasih ku...saat ini aku sudah bersyukur walaupun hanya sebagai teman atau partner kerja saja...",


"Lalu darimana dia tau"


"Entah...mungkin dari Ayah ku...karena mereka berdua sempat berbincang bersama kemarin...", jawab Melinda.


30menit kemudian.


Melinda menghentikan mobilnya tepat di depan Travel Moon, di belakang nya ada Alen, yang bergegas turun dari Mobilnya sendiri.


"Oh Mel... sebelum kamu pergi...bisa kah aku minta nomor mu...", tanya Alen menyerahkan ponselnya, namun Melinda tidak langsung menjawab atau menerimanya, "...kita masih bisa berteman kan...", lanjutnya menjelaskan membuat Melinda terkekeh.


"Tentu saja...punya banyak teman memang lebih baik...", jawab Melinda mengambil ponsel Alen kemudian mengetikkan nomor nya, lalu mengembalikannya kembali pada Alen.


"Oke terima kasih Mel...lain kali main ke kafe ku...aku akan traktir kopi...", ujar Alen antusias.


"Tentu...kirimkan alamat nya...aku akan main kesana kalau ada waktu...", jawab Melinda tersenyum, Alen pun mengangguk setuju, kemudian pamit pergi dengan melambaikan tangannya, begitupun Melinda juga membalas dengan hal yang sama.


Melinda sedikit terkekeh kecil kemudian memberikan kunci mobilnya pada security untuk meminta bantuan memarkirkan mobilnya, Melinda pun memasuki gedung Travel Moon. Tanpa Melinda sadari, ada seseorang yang sedang memperhatikan dirinya dan Alen sejak tadi.


**Bersambung


Anak Genius CEO Tampan

__ADS_1


written by Blue Dolphin**


__ADS_2