
Kini tiba saatnya untuk menangkap penjahat yang menyebut dirinya sebagai agen cbi, semua anggota sibuk mempersiapkan diri mereka, begitu pun dengan maria dan ria, kedua wanita itu menyatukan kekuatan agar bisa menangkap david.
Sore itu, aditya pergi ke stasiun televisi negara, ia sudah bicara melalui konferensi vidio dengan pemimpin di sana, dan aditya disambut dengan hangat.
“ Aku sudah bicara dengan pak presiden, ini hanya untuk jaga-jaga saja, karna kita tidak tahu apakah rencana menangkap david di markas akan berhasil atau tidak” ucap aditya
“ Saya mengerti kecemasan anda, tapi apa tidak sebaiknya kita memblokir beberapa jalan saja tuan, saya rasa ini terlalu berlebihan ” seru pemimpin stasiun televisi
“ Jika kau pernah menonton film eksen, kau pasti pernah melihat penjahat yang mengancam orang asing hanya untuk melarikan diri sari pengejaran, untuk mencegah adanya korban lain saya setuju dengan usul tuan aditya” seru ketua agen cbi
Ketiga pria yang berjalan sambil mengobrol itu pun akhirnya tiba di ruang siaran berita, ketua agen cbi mengambil alih acara dari seluruh saluran televisi dan radio.
Dikatakan bahwa adanya penjahat berdarah dingin yang berkeliaran dengan bebas, sang ketua agen cbi menghimbau para warga untuk tidak berkeliaran di luar setelah jam 19: 00, ia juga mengatakan agar para warga yang berada di rumah untuk mewaspadai orang asing yang tiba-tiba mengetuk pintu.
__ADS_1
Tidak hanya itu, ketua agen cbi pun meminta bantuan para warga untuk saling membantu jika ada kejadian di luar kendali, dan bergegas melapor pada pihak keamanan.
Dan hanya konglomerat seperti aditya candra saja yang bisa mengendalikan perusahaan satu negara, ia membuat pengaturan agar para perusahaan memulangkan karyawan lebih cepat dari waktu biasanya, dan hanya membiarkan petugas keamanan yang kuat saja yang berjaga.
Jalanan perkotaan itu mendadak ramai untuk beberapa jam, lalu mendadak sepi setelah lonceng jam besar di pusat kota berbunyi, pertanda jam malam siaga telah tiba.
Kondisi kota menjadi sangat sunyi, hanya ada dedaunan yang gugur dan angin saja yang mengisi kekosongan di luar sana, dan david yang dipanggil pukul 18:30 dan tiba di markas pukul 19:14 menyaksikan itu semua.
Para anggota tentara negara pun sudah berkumpul di sana, layaknya misi membasmi penjahat kelas kakap, briefing pun dilakukan oleh sang ketua, dan david mengikuti serangkaian persiapan terakhir tanpa menaruh curiga.
Saat komandan berseru “ tangkap penjahat itu” semua pistol tertuju pada satu orang, yaitu david, saat itulah david menyadari situasi, pria itu bahkan langsung mengangkat kedua tangannya di udara.
Namun sesuai dugaan aditya, pria itu menghajar agen cbi lain dan kabur melarikan diri tepat sebelum di masukan ke sel melayang.
__ADS_1
Aksi baku tembak pun terjadi antara david melawan dua anggota cbi lain dan lima puluh pasukan tentara negara.
Sayangnya dalam satu negara hanya ada sepuluh orang agen yang boleh masuk, keterbatasan itu sedikit menyulitkan, terlebih karna setiap agen dibuat memencar, andai saja tujuh anggota cbi lainnya ada di sana, situasinya pasti akan lebih mudah untuk dikendalikan.
Seperti belut yang melepaskan diri dari genggaman tangan dengan mudah, seperti itu pula david bergerak dengan lincah hingga bisa keluar dari gedung markas cbi.
David membawa mobilnya melaju di jalanan kosong, aksi kejar-kejaran pun terjadi sudah seperti balap liar saja.
Setelah susah payah, david berhasil mengecoh orang-orang yang mengikutinya, hingga ia bisa membawa mobilnya berlenggang di jalanan yang sepi tanpa ada pengejaran.
Mobil david harus terhenti saat ria berada tepat di hadapannya, pria itu turun seperti orang yang hampir gila, david menjatuhkan diri berlutut di depan agen ria.
“ Ampuni aku ria.... “
__ADS_1