Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Sebuah tanya


__ADS_3

Iren memang mendapatkan ponsel itu, namun karna ponsel itu sudah menginap di dalam air, iren jadi harus menunggu ponselnya diperbaiki, ia menyerahkan urusan itu pada pak eka, sementara dirinya kembali ke ruang makan.


Aditya susah tidak lagi terlihat duduk disana, ia meninggalkan meja makan tanpa menyentuh sarapannya sedikitpun.


" nia! Tolong antar sarapan tuan aditya ke kamarnya" ucap maya, dari nada bicaranya maya terdengar sedang kesal.


Nia menuruti perintah itu, dibawanya sepiring sandwich dan segelas jus ke dalam kamar aditya, pria tampan itu tidak membukakan pintu, tapi tidak juga menguncinya, karena itu nia bisa masuk ke dalam sana.


Aditya terdengar tengah melakukan panggilan vidio dengan roby, dan percakapan mereka bisa terdengar jelas oleh nia.


Aditya: Ini sangat tidak masuk akal rob, bagaimanapun aku memikirkannya, aku tidak bisa menemukan jawabannya.


Roby: no komen adi, aku sama bingungnya denganmu, bagaimana jika kita lupakan sejenak masalah ini dan fokus pada rencana awal, hari ini kau jadi mengunjungi dea kan!


Aditya: tentu, aku akan mampir sebelum berangkat ke kantor, kau tidak lupa membuat janji temu denganku kan!

__ADS_1


Roby: sudah pasti adi! Aku berangkat pagi-pagi dan sekarang aku sedang ada di kantor kedutaan, aku pastikan siang ini juga kalian akan bertemu,


Aditya: nanti aku telpon lagi rob, jangan lupa kabari aku nanti ya!


Aditya mematikan sambungan teleponnya saat menyadari keberadaan nia di dalam kamarnya, ia menatap aneh pada nia yang duduk diatas tempat tidur sambil memangku nampan berisi sarapan, senyum aditya mereka saat sebuah ide melintas di kepala.


" Ayo ikut aku nia! " seru aditya seraya bangkit dari duduknya.


Aditya mengajak nia keluar dari kamarnya, nia mengikuti aditya walau tidak tahu langkahnya hendak di bawa kemana, saat aditya tersenyum, nia justru merenggut sebal, alasannya karna mereka kini berdiri di depan pintu kamar naya.


Tidak ada sahutan yang terdengar dari dalam, dan setelah masuk ke dalam sana, naya terlihat terbaring di lantai dekat jendela.


" nia tolong bangunkan dia" titah aditya


Karna kesal nia pun memberikan nampan makanan yang dipegangnya pada aditya dengan kasar, pria tampan itu sampai heran melihat tingkah pelayannya, tindakannya itu sama saja seperti saat majikan memerintah pelayan dan pelayan itu malah balas memerintah majikan di waktu yang sama.

__ADS_1


Nia mengguncang tubuh naya sampai wanita itu perlahan membuka matanya, ia langsung mendudukkan diri sambil bersandar di dinding, senyumnya terlihat manis saat menatap aditya berdiri di hadapannya.


" Kenapa kau tidur di lantai nay? " tanya aditya yang ikut mendudukkan dirinya di lantai, nia kembali mendengus kesal


Naya hanya memperlihatkan senyumnya, ia tidak tahu harus berkata apa, karna ia sendiri tidak yakin apakah sosok yang ia lihat itu sungguh hantunya iren, atau ada yang tengah dengan sengaja menakut-nakuti dirinya.


" aku membawakan sarapan untukmu, kau belum makan sejak kemarin, jadi habiskan ini ya! " ucap aditya,


Nia lagi-lagi mendengus kesal, ia menghentakan kakinya ke lantai lalu berniat pergi, tapi langkahnya terhenti karna ia tidak rela meninggalkan mereka untuk berduaan.


" terimakasih adit" ucap naya, senyumnya memancarkan kebahagian


" baiklah, habiskan makananmu, aku harus persiap karna ada pertemuan penting pagi ini" ucap aditya seraya bangkit dari duduknya.


Aditya berjalan ke arah nia yang saat itu berdiri di ambang pintu, ia menatap nia cukup lama, sampai sebuah tanya terucap dari bibirnya " Ada apa denganmu? Kenapa kau terlihat marah? "

__ADS_1


__ADS_2