
Dini hari saat matahari masih bersiap untuk menampakan diri, derap langkah kaki aditya dan maya memenuhi lorong rumah sakit yang sunyi.
Setelah dibuat kecewa dengan pulangnya roby seorang diri, maya mendapat telepon dari rumah sakit, mereka mengabarkan keberadaan iren yang menjadi penghuni baru di salah satu bangsal mereka, karna itu keduanya pun bergegas pergi ke rumah sakit.
" di mana istriku? " tanya aditya
" iren!" seru maya ketika melihat dokter itu tampak bingung.
" oh jadi iren adalah menantu bibi, dunia memang sempit ya! ada begitu banyak nama maya di dunia ini, dan ternyata ibu maya yang aku hubungi adalah bibi" sahut dokter steven, dokter pria itu adalah salah satu sepupu aditya.
" tidak usah banyak bicara steven, katakan dimana istriku? " tanya aditya seraya mencengkram kerah jas dokter steven.
" slow bro! dia di dalam" jawab steven
Aditya langsung menerobos masuk ke dalam ruang rawat di depannya, Ia sangat senang bisa melihat istrinya setelah sekian lama, pria itu bahkan langsung menghujani istirnya dengan ciuman, dengan wajah yang berurai air mata.
Iren terbangun saat merasakan tetesan air jatuh di wajahnya, ia langsung menangkup wajah aditya yang hendak menciumnya dengan telapak tangan.
"dasar tidak sopan! Baru ketemu sudah bersikap seenaknya, apa kau tidak punya rasa malu? Tadi kau mendorongku jatuh dari tangga, sekarang malah mencium ku, benar-benar keterlaluan" keluh iren dengan suara lemas
aditya menyingkirkan tangan iren dari wajahnya, lalu berkata" hei! apa kau tidak mengenalku, aku sudah mencukur semua rambut yang tubuh di wajahku, lihatlah wajahku sudah mulus bukan" seraya memamerkan wajahnya yang sudah kembali tampan
__ADS_1
" Kau pikir kau siapa sampai aku harus mengenalmu, kita kan baru bertemu beberapa jam yang lalu...
Iren menceritakan kisah pertemuan pertama mereka, kejadian itu bahkan masih ada di dalam kepala aditya, pria itu pun jadi mengenang masa lalu.
flashback on.
Aditya keluar dari kamar dengan tergesa-gesa setelah mendapat kabar bahwa ibunya sudah kembali dari Indonesia, pria itu bahkan berlari saat menuruni anak tangga.
Aditya tidak sengaja menabrak seorang pegawai yang hendak naik dengan membawa setumpuk berkas, tumpukan berkas di tangan pegawai itu berjatuhan karna satu senggolannya, namun untungnya aditya berhasil menggenggam tangan pegawai yang hampir jatuh itu.
Melihat pegawai itu memakai celana bahan hitam seperti pegawai laki-laki, aditya pun tidak ragu untuk menarik tangan pegawai itu hingga masuk ke dalam pelukanya.
Topi yang iren kenakan terjatuh saat aditya menarik tubuhnya, rambut yang semula ia sembunyikan di dalam topi itu jatuh menjuntai dengan cantiknya, aditya sampai terpesona melihat kecantikan wanita yang ia tarik ke dalam pelukanya itu.
Ucapan itu membuat aditya sadar dari lamunanya, fobia yang aditya miliki sampai membuatnya mendorong iren begitu saja.
Iren mengaduh kesakitan saat aditya membuatnya terjatuh dari tangga, pria itu menghela nafas kasar saat menyadari telah melakukan kesalahan, ia bergegas turun dan mengulurkan tangan, berniat membantu iren.
" tidak usah" ucap iren kesal seraya menepis tangan aditya
Maya menghampiri iren seraya menggelengkan kepala melihat ulah putranya, ia kemudian membantu iren untuk berdiri, lalu memaksa aditya untuk mengobati luka lecet di tangan iren, dengan dalih bertanggung jawab, maya mulai melancarkan aksinya untuk mendekatkan iren dengan putranya.
__ADS_1
flashback of
Aditya masih mengingat dengan jelas pertemuan pertamanya dengan iren, namun ia tidak mengerti kenapa iren bicara seolah kejadian itu baru saja terjadi.
" nyonya maya! " seru iren ketika melihat maya memasuki ruangan bersama dengan dokter steven, cara iren memanggil maya membuat aditya menatap dokter steven dengan penuh tanya.
" iren bagaimana keadaanmu? " tanya maya seraya mengusap pucuk kepala iren dengan lembut,
" aku sudah lebih baik nyonya" jawab iren dengan semangat
Dokter steven menarik aditya untuk ikut keluat denganya, kedua pria dewasa itu duduk di kursi tunggu di depan ruang rawat.
" apa yang terjadi dengan istriku steven? Kenapa dia tidak mengenali aku?" tanya aditya, kebingunganya terlihat jelas di wajahnya
" Aku juga masih belum mengetahuinya kak, aku sudah memeriksa kakak ipar secara menyeluruh, menurut pemeriksaan kakak ipar hanya mengalami gegar otak ringan, tapi gelombang ingatanya berantakan, kondisi kakak ipar sangat buruk kak" tutur dokter steven
" Apa itu artinya iren hilang ingatan? " tanya aditya
" Akan lebih baik jika begitu, kami akan lebih mudah mengobatinya, tapi kasus kakak ipar berbeda, dia akan mengingat memorinya dengan acak, terkadang ingat dan terkadang lupa seperti orang yang linglung" tutur dokter steven
Aditya menghembuskan nafas berat, baru saja ia bisa bernafas lega karna iren sudah kembali, tapi cobaan hidup kembali mengujinya, seoalah tak membiarkan dirinya bahagia.
__ADS_1
" kedepanya kau harus lebih banyak bersabar kak, dan ingat! Jangan membuat kakak ipar stress, karna stress hanya akan memperburuk keadaanya, aku akan berusaha yang terbaik untuk membantu kakak ipar kembali pulih secepatnya" ucap dokter steven