Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Bau darah segar


__ADS_3

Pak eka berhadapan dengan aditya, roby dan stevan, ia berusaha untuk bersikap setenang mungkin, dan berharap mereka tidak mencurigai ada yang tidak beres di rumah.


Setvan menajamkan penciumannya lalu bertanya “ kenapa aku mencium bau darah segar?”


Pertanyaan itu membuat aditya menatap lekat pak eka dari atas sampai bawah, ia mendapati jejak tanah yang seperti tercampur darah di lantai, lalu ikut mengajukan pertanyaan “ pak eka, darah apa yang ada di telapak sepatumu? “


Pak eka tidak bisa menghindar dari pertanyaan itu, otaknya yang sudah tua jadi harus bekerja keras mencari alasan tanpa haru mengungkapkan segalanya.


“ anu tuan... Tadi saya mengikuti shef ferdi, dia memotong daging dengan tangannya sendiri, dan darahnya mengenai sepatu saya” ucap pak eka, ia memilih berkata jujur dengan tetap menyembunyikan kebenaran.


Suara jeritan dari luar membuat perhatian ketiga pria itu teralahkan, pak eka menggunakan kesempatan itu untuk menghela nafas kasar lalu pamit dengan tergesa-gesa.


“ah... saya lupa kalau harus mengantar makanan untuk nyonya, sepertinya otak saya tambah lemot karna usia, saya permisi tuan-tuan” ucap pak eka


Kepala pelayan itu melarikan diri, ia bergegas pergi dari sana, dengan tergesa-gesa ia menuju kamar nyonya maya.


Di dalam kamar itu terlihat nia tengah menyuapi maya, dan arsena yang duduk santai di sofa sambil membaca buku komik kesukaannya.


“ pak eka aku mendengar suara teriakan dari luar, apa yang terjadi? “ tanya maya dengan nada suara yang lemas

__ADS_1


“ tidak ada yang berteriak nyonya, itu hanya perasaan nyonya saja” jawab pak eka seraya mengelap keringat di dahinya.


Arsena tiba-tiba saja tergelak, tertawa begitu keras sampai terpingkal-pingkal, lalu berkata “ cerita komiknya sangat lucu” saat tatapan semua orang mengarah padanya.


“ sudah nia, aku sudah kenyang” ucap maya seraya menjauhkan tangan nia yang hendak kembali menyuapkan bubur


Nia meletakan mangkuk bubur di atas nakas, ia memberikan ramuan herbal untuk maya, wanita yang sudah jadi nenek itu masih saja bertingkah seperti anak kecil, ia meminum obat sambil menutup hidungnya, ia tidak tahan dengan bau dan rasa ramuannya yang pahit.


“ Aku benci minum jamu!” ucapnya kemudian.


Suara hendel pintu yang dibuka merebut perhatian orang-orang yang ada di dalam kamar itu, dokter stevan masuk sambil tersenyum pada semua.


Dokter muda itu menanyakan apa yang tengah dirasakan oleh maya, bagian tubuh mana yang terasa sakit, namun maya hanya menjawab bahwa dirinya hanya merasa lemas dan tidak bisa makan dengan benar, karna memang hanya itu yang ia rasakan.


Dokter stevan melirik ke arah nakas, melihat bubur yang masih penuh, dan gelas air putih yang sepertinya hanya diminum sedikit, ia juga melirik ke arah gelas kosong yang ada di tangan maya.


“ apa bibi minum ramuan herbal? “ tanya dokter stevan


Maya mengangguk sambil tersenyum, lalu berkata “ nia yang membuatkannya, rasanya tidak enak tapi nia bilang ini bagus untuk tubuh, jadi bibi meminumnya”

__ADS_1


Kini dokter stevan mengalihkan pandangannya ke arah nia, lalu bertanya “ apa aku boleh tahu ramuan itu dibuat dari bahan apa saja”


Nia mengangguk, maya kemudian menyerahkan tablet yang tergeletak di sampingnya pada nia, dan pelayan itu pun mulai mengetik.


“ Ramuan itu dibuat dari rempah-rempah pilihan, di antaranya daun mint, kayu manis, jahe, kunyit, kapulaga, cabai, dan moster” tulis nia yang dibaca oleh dokter stevan


“ kenapa kau memasukkan cabai ke dalam ramuan yang kaubuat?” tanya dokter stevan dengan penuh selidik


“Cabai punya kandungan yang cukup pedas berkat capsicum, capsicum bisa membuat kita berkeringat, sehingga bisa mengeluarkan racun pada tubuh dan membuat kita kehilangan berat badan, selain itu ketika lada dimakan dengan kunyit, penyerapan kunyit dalam tubuh akan meningkat menjadi 2000% lebih tinggi” terang nia yang ia tulis di tablet


“ racun?” dokter stevan melirik ke arah pak eka seolah meminta penjelasan


“ begini tuan! Nia bilang bahwa gejala yang nyonya alami mirip sekali dengan orang yang menghirup racun bunga, tetangga nia pernah mengalaminya jadi dia membuat ramuan itu untuk jaga-jaga saja”


“ itu bagus nia, aku terkesan, setelah kakak ipar ternyata ada juga orang yang kritis terhadap atasan” ucap dokter stevan


Dokter stevan memeriksa kondisi tubuh maya, namun ia tudak menemukan sesuatu yang serius, mungkin karna ramuan yang nia berikan mulai bekerja.


“ aku akan mengambil sempel darah bibi untuk diperiksa di leb” ucapnya kemudian

__ADS_1


__ADS_2