Anak Genius Dewa Kebersihan

Anak Genius Dewa Kebersihan
Nia


__ADS_3

Aditya tersadar dari lamunannya saat merasakan sentuhan di pahanya, ia menyingkirkan tangan naya seraya berkata “ jangan sentuh aku naya”


“ maaf! Saya tidak memilik maksud lain pak, dari tadi saya terus memanggil bapak, tapi bapak malah melamun” ucap naya menjelaskan


“ maaf naya, ini mungkin tindakan yang tidak sopan, tapi sebaiknya kau pulang saja”


" Aku akan pulang pak adit, tapi setelah aku menunjukan ini" ucap naya seraya menyodorkan ponsel pintarnya


" vidio apa ini?" tanya aditya


" di lihat saja pak" jawabnya


Aditya pun menuruti ucapan naya, dalam vidio itu terlihat dea tengah berdiri bersama seorang montir, dea meminta montir itu untuk merusak rem mobilnya sendiri, dea juga terlihat memberikan banyak uang untuk pekerjaan itu.


Naya menslide layar ponselnya dan menunjukan vidio ke dua, yang mana memperlihatkan obrolan dea dan iren saat di kamar, sampai iren keluar dari kamar itu.


" iren meninggak bukan karna kecelakaan pak adit, tapi sengaja di celakakan" ucap naya menjelaskan, ia mengambil kembali ponselnya dari tangan aditya.


"dari mana kau mendapatkan video ini?" tanya aditya

__ADS_1


Belum sempat naya menjawab, kedatangan robby sudah mengalihkan perhatian aditya, sahabatnya itu menyelonong masuk ke dalam rumah bersama beberapa anggota kepolisian.


" Kau harus lihat video ini adi, dea benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya karna cinta" ucap roby


Robby menunjukkan dua video pada aditya, dan kedua Vidio nya sama persis seperti vidio yang tadi naya perlihatkan.


Naya yang sempat mengintip vidio di ponsel roby berseru " Pak rudi juga mendapatkan video ini! "


" Aditya, nak! " seru maya dengan panik


" Tenang ma, ada apa? " tanya aditya


Begitu dea mendekat, ia langsung di hadiahi sebuah tamparan keras oleh nyonya maya, dea langsung di amankan agar tidak mendapatkan kekerasan lagi dari anggota keluarga yang marah karna ulahnya. tentu saja wanita itu tidak terima begitu saja.


" lepaskan aku, apa-apaan ini? Apa yang kalian lakukan, lepaskan aku? " dea terus meronta dengan ucapan yang sama


" kami sudah mengetahui semua kebusukan mu dea" ucap naya sambil tersenyum puas


" apa maksudmu? " tanya dea tak mengerti, ia masih meronta berusaha untuk melepaskan diri.

__ADS_1


" kau ingin tahu apa kesalahan mu, kalau begitu lihat saja sendiri "


Salah satu petugas kepolisian menunjukan vidio itu pada dea, dia sangat terkejut sampai tak bisa berkutik lagi, saat di bawa pergi pandangan dea menatap tajam ke arah naya yang saat itu tersenyum penuh kemenangan.


Nia yang melihat kejadian dari lantai atas bersorak tanpa suara, namun saat ia berbalik arsena sudah ada di depannya seraya berkacak pinggang.


" ikut aku" titah tuan muda arsena dengan wajah jutek


Arsena membawa nia masuk ke dalam kamarnya, lalu menguncinya rapat-rapat, ia juga menurunkan pelapis dinding kedap suara agar tidak ada yang mendengar apapun yang terjadi di dalam kamar itu.


Anak itu naik ke atas tempat tidur dan berdiri di sana sambil berkacak pinggang, kemudian bertanya " Kenapa kau melakukan ini? Kenapa tidak memberi tahu aku sebelum membuat drama? "


Nia menatap arsena dengan penuh tanya sampai kepalanya miring, ia menaikan kedua alisnya dengan maksud untuk bertanya apa maksud dari anak itu.


" Kau pikir kau bisa berbohong di hadapanku, aku ini putramu, aku mengenalmu sejak aku lahir, jadi tidak mungkin seorang anak bisa tidak mengenali ibunya sendiri" ucap arsena tegas


Nia memutar bola matanya, ia hendak mengabaikan anak itu dan pergi dari sana, namun niatnya terurungkan saat arsena berseru " Baiklah! Tidak masalah jika kau tidak mau bicara padaku, aku akan menghapus vidio itu sampai tidak ada jejak, polisi akan membebaskan dea karna tidak ada lagi bukti untuk menahannya"


" issshhh.... Arsenaaaa.... Apa kau tidak bisa pura-pura tidak tahu saja nak!"

__ADS_1


__ADS_2