
11 tahun kemudian...
Arsena mendatangi kamar reski, iya langsung mendudukkan dirinya diatas tempat tidur, seraya menatap adiknya yang tengah sibuk mempersiapkan semua buku-buku yang akan ia bawa ke sekolah.
" dek! ini hari apa? " tanya arsena dengan senyum yang menyeringai
"hari sabtu kak! Kalau kakak tidak ada keperluan lain sebaiknya kakak keluar, kar'na aku sedang sibuk" jawab reski yang tidak sedikit pun melirik ke arah arsena
Arsena mendengus kesal, bisa-bisanya dia di usir oleh diusir oleh adik kecilnya itu, tapi bukan hanya karna itu.
Arsena pun bangkit dari duduknya, ia melangkah keluar dari kamar adiknya dengan raut wajah masam, tapi kemudian ia kembali tersenyum saat melihat aditya keluar dari kamar, arsena yang sudah menginjak usia remaja itu perlahan mendekati sang papa yang tengah berjalan seraya sibuk dengan ponsel dalam genggamannya.
" papi ingat tidak sekarang tanggal berapa?" tanya arsena seraya mengikuti papinya itu dengan setengah berlari.
" papi tidak tahu sena, papi tidak menjual tanggal, tapi yang pasti sekarang bukan tanggal merah dan papi harus ke kantor" arsena menggeram kesal mendengar jawaban aditya,
"reski ayo cepat turun nak! mau sarapan bersama tidak! " seru aditya kemudian
" yes papi! " seru reski seraya keluar dari kamarnya.
" ish... kakak.... hentikan! " keluh reski, saat arsena mengacak-ngacak rambut reski yang berlalu melewati dirinya
Aditya, reski dan arsena pun berjalan beriringan menuruni anak tangga, menuju ruang makan, di sana maya sudah duduk manis menunggu anggota keluarga lainya.
" pagi ma! "
" pagi nek! "
Reski dan aditya mencium pipi maya secara bergantian, arsena pun ikut melakukanya, ia lantas duduk di samping sang nenek.
" nek hari ini hari apa?" tanya arsena setengah berbisik
" bagi nenek semua hari sama saja sena! jika hari ini adalah hari penting katakan saja secara langsung, nenek sudah tuan dan mulai pikun" jawab maya
Aditya dan reski terkekeh melihat tingkah arsena yang tengah merajuk, ia bangkit dari duduknya dan menghampiri iren yang tengah sibuk menyiapkan bekal di dapur.
" Amih kenapa tidak ada yang ingat hari ulang tahunku, jangan bilang amih juga lupa" keluh arsena seraya memeluk iren dari belakang
" lepaskan pelukanmu dari istriku sena! " tegur aditya kesal
Arsena berbalik menatap aditya lalu berkata " aku tidak memeluk istri anda tuan, yang ku peluk ini amih ku" kemudian menjulurkan lidah meledek aditya.
Iren mengelus lembut pipi arsena yang tengah menaruh kepala di atas pundaknya, ia lalu berkata " Amih tidak lupa sena! Anak amih sudah besar ya! Padahal rasanya baru kemarin kau dilahirkan"
" Amih tidak ada niat untuk mengucapkan selamat ulang tahun padaku? " tanya sena seraya mengangkat kepala yang semula ia letakan di bahu iren
" Amih rasa itu tidak perlu, kau kan sudah bukan anak kecil lagi yang ulang tahunnya harus dirayakan" jawab iren yang membuat arsena melepaskan pelukannya.
" Hari ini adalah sweet seventeen ku, tapi tidak ada yang peduli, aku benci kalian! " geram sena yang kemudian pergi begitu saja.
" Sena sarapan dulu nak! " seru iren sedikit berteriak
" Aku akan sarapan dengan malika saja! Aku punya sahabat yang jauh lebih peduli dari keluargaku sendiri" teriak arsena seraya terus melangkahkan kakinya meninggalkan seluruh keluarganya di ruang makan.
Semua orang yang arsena tinggalkan tertawa dengan puas karna berhasil mengerjainya, ponsel iren yang ia letakan di atas meja tiba-tiba saja berdering, aditya pun mengambil ponsel itu dan menerima telpon yang masuk.
Malika: Selamat pagi tante!
Aditya: Ini om yang menjawab lika
__ADS_1
Malika: Hehehe... Maaf lika tidak tahu, selamat pagi om,
Aditya: Pagi juga!
Malika: Om lika mau tanya sama tante, apa tante tidak keberatan jika lika tidak jadi menemaninya berbelanja siang ini? Putra om mendadak meminta lika temani seharian, om tahu kan bagaimana tuan muda ars, ucapanya tidak bisa dibantah
Aditya: Tidak apa-apa lika, kau temani saja sena dan bawa dia tepat waktu.
Malika: terimakasih om
Aditya hanya menjawab dengan gumaman lalu mengakhiri sambungan telepon itu.
Arsena yang baru tiba di sekolah langsung mencari sahabatnya, ia pergi ke bukit di belakang gedung sekolah, menghampiri malika yang tengah duduk di bawah pohon.
Arsena merampas novel dari tangan lika lalu berbaring diri di dekat wanita itu, menaruh kepalanya di pangkuan lika.
Lika mencabut earphones dari telinganya, bertanya dengan menggerakan kedua alisnya yang cantik.
" Tidak ada yang peduli padaku! " keluh sena
" Aku peduli padamu tuan muda ars, jangan lupakan pengorbananku, aku bangun di tengah malam hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun padamu"
" yah! Hanya kau yang peduli padaku"
" Ada banyak orang selain aku yang peduli padamu, kau hanya tidak menyadarinya tuan muda ars"
Sepasang sahabat itu kemudian pergi dari bukit saat bel tanda masuk kelas berbunyi, mereka belajar dengan seriu, makan siang bersama saat istirahat, lalu pergi ke perpustakaan jam sekolah usai.
Sore harinya mereka pergi ke sebuah panti di pinggiran kota, memberikan sedikit bantuan bagi mereka yang membutuhkan.
Arsena menatap lika yang tengah tertawa setelah jauh tersungkur saat berbain, arsena menjadikan malika sebagai sahabat sejak 1 tahun yang lalu, kebaikan hatinya, kemandirianya, keteguhan wanita itu membuat seorang arsena mengaguminya.
Malam harinya lika mengajak arsena ke hotel sampai membuat arsena heran.
" kenapa kita ke sini? " tanya arsena
" Aku akan memberikan hadiamu di hotel ini tuan muda ars" jawab lika sambil tersenyum
Arsena jadi salah faham setelah mendengar jawaban dari gadi itu, ia berpikir malika akan menyerahkan dirinya sebagai kado ulang tahun.
" Lika ini tidak benar! " ucap arsena, malaikat dalam hatinya mendorong arsena untuk tidak menerima hadiah itu.
Malika tidak menjawab ucapan itu, gadis itu malah mendorong arsena untuk masuk ke sebuah ruangan.
" Malika!"
Arsena menyebut nama itu dengan begitu lembut saat lika menutup pintu, dan arsena tidak bisa melihat apapun termasuk dirinya sendiri.
" Malika putri gunawan!" arsena menaikan nada bicaranya
"Jangan bercanda denganku, ini tidak lucu, cepat nyalakan lampunya" nada memerintah yang menjadi ciri khas tuan muda ars pun terdengar.
Tak lama sebuah lampu sorot menyala dengan berpusat padanya, perlahan lampu-lampu lainya pun mulai menyala dan orang-orang pun mulai terlihat bersama dengan sebuah seruan " surprise "
" Kalian benar-benar ya! " ucap arsena saat melihat semua teman dan keluarganya berdiri di hadapanya.
Serangkaian acara ulang tahun arsena pun berjalan dengan sangat meriah, hanya ada satu kado yang membuat arsena membatu di tempatnya, hadiah dari sang ayah, yang sangat menyebalkan dan ingin ia tolak tapi tak mampu ia lakukan.
Aditya memberikan kuasa perusahaan pada arsena tengah merayakan sweet seventeen-nya, dari semua hadian, itulah yang paling buruk baginya.
__ADS_1
Setelah pesta usai dan semua tamu telah pergi, arsena memilih untuk tidak ikut pulang, ia mencari malika yang belum memberikan hadiah padanya.
Di sebuah gazebo di tengah danau, malika yang tengah berdiri terlihat sangat cantik walau dengan pakaiannya yang sederhana, sinar rembulan yang menyinarinya membuat aura kecantikan itu semakin terpancar.
" kau belum memberikan hadiahmu lika" ucap arsena seraya berjalan menghampiri.
Gadis itu berbalik, dan memberikan kotak hadiah yang telah ia persiapkan sejak seminggu yang lalu.
Arsena mengambil hadiah itu, tapi kemudian ia berkata " aku menginginkan hadiah lain" seraya meletakan kadonya di atas meja
" apa? " tanya malika bingung.
" kau! " jawab arsena yang langsung menarik tubuh wanita itu ke dalam pelukanya, lalu menciumnya.
Malika mencoba menghentikan arsena, menjauhkanya dirinya yang tidak hanya mencium, namun mencoba menyibak bagian belakang roknya.
Arsena melepaskan ciumanya saat ia mulai kesulitan bernafas, namun kemudian gadis itu menapar arsena dengan cukup keras, lalu pergi meninggalkan arsena sendiri.
.
.
.
.
Terima kasih kepada para pembaca setia "Anak Genius Dewa Kebersihan"
Chapter bonus akan berhenti sampai di sini, tapi kisah arsena masih belum selesai.
Cinta pertama arsena 'Malika Putri Gunawan' akan menjadi perusak rumah tangga seseorang dalam novel baru yang berjudul " Menjadi pelakor" sosok arsena pun akan muncul entah di episode berapa nanti, untuk kalian yang penasaran jangan lupa baca dan nantikan!
Love you all
⠀ 。゚゚・。・゚゚。
゚。 。゚
゚・。・゚
︵ ︵
( ╲ / /
╲ ╲/ /
╲ ╲ /
╭ ͡ ╲ ╲
╭ ͡ ╲ ╲ ノ
╭ ͡ ╲ ╲ ╱
╲ ╲ ╱
╲ ╱
︶
__ADS_1