
Hari kembali berganti, matahari yang kemarin tenggelam telah kembali menampakan sinarnya, anehnya! Tidak seperti biasanya hari ini david datang lagi.
" berikan! " david merebut sarapan dari tangan lion.
Tidak hanya itu, david juga menarik lion yang tengah duduk dengan kasar, lalu berkata " pergilah! " dari nada suaranya, sepertinya mood pria itu tidak dalam keadaan yang baik.
Lion menatap iren dan begitupun sebaliknya, keduanya mencoba berkomunikasi lewat tatapan mata, tapi sepertinya david menyadari hal itu.
" kenapa masih disini? " tanya david tanpa menatap lion
" kalau begitu saya permisi dulu tuan dev" ucap lion, dari tatapan matanya bisa terlihat bahwa lion enggan meninggalkan iren bersama dengan david.
__ADS_1
Dengan sangat terpaksa iren menerima suapan demi suapan bubur yang david sodorkan, di tengah prosesnya pikiran iren berkelana, ia tersenyum mengingat bagaimana reaksi aditya saat ia berpura-pura tidak mengenali suaminya itu saat vidio call kemarin.
" Lihatlah, sepertinya pikiranmu mulai terbuka setelah kepalamu terluka ya sayang, apa sekarang kau akan jujur pada dirimu sendiri iren, yang kau cintai itu aku kan! Aku tahu itu" ucap david
Iren tersadar dari lamunannya, senyumannya pun ikut menghilang, ia (iren) tidak senang setiap kali david menyatakan bahwa ia (iren) mencintainya (david) dengan begitu percaya diri, tapi hari ini ia merasa tidak punya tenaga untuk menyahuti perkataan david, yang sudah pasti tidak akan ada habisnya.
Iren menutup mulutnya dengan rapat saat ia merasa kenyang, david mengelap mulut iren dengan tisu, memberinya minum, lalu menyuapi obat juga, jika dilihat sekilas pria itu terlihat telaten mengurus iren.
Iren memejamkan mata seraya mengingat kenangan manisnya bersama suami dan putranya, rasa kantuk dari obat itu membuat iren terlelap, dan perlahan semakin lelap sampai tak sadar dengan apa yang tengah terjadi di sekitarnya.
Setelah desainer, ia membawa masuk seorang pengacara, membuat iren memberi cap jempol pada dokumen yang ia bawa, lalu pengacara itu juga pergi setelah menyelesaikan urusanya.
__ADS_1
Dan yang ketiga, ia membawa masuk seorang ilmuan, pria itu memberikan suntikan di bagian bawah kepala iren, dan juga di tangan iren, lalu pria itu juga pergi.
David membuka ikatan di tangan dan kaki iren, lalu memindahkan wanita itu ke kamar lain, ia tidak mengunci pintu kamar itu, tapi ia juga tidak keluar dari sana.
Tanpa david ketahui lion berkali-kali mengirim sinyal darurat pada arsena, puluhan pesan pun sudah ia kirim, namun entah kenapa kali ini tidak ada balasan pesan dari anak yang ia panggil guru itu.
Hingga matahari terbenam, lion, sakay dan juga denis terus berusaha menyelesaikan permintaan arsena secepat yang mereka bisa, sakay dan denis bahkan tidak beranjak dari depan komputer mereka, jika lapar lion yang akan menyuapi, jika ingin ke kamar kecil, lion lah yang menggantikan, lion tidak ikut sibuk di depan komputer karena ia juga mengawasi gerak gerik david.
" pak lion ada penyusup dari hutan sektor kiri" seru seseorang petugas keamanan, lion langsung memberinya kode untuk tidak bicara dengan nada suara keras.
Lion mengikuti petugas keamanan itu ke ruang cctv, ia tersenyum saat melihat wanita bercadar dengan seragam agen CBI lengkap, wanita itu nampak melambaikan tangan ke arah kamera.
__ADS_1
" berikan akses untuk mereka menyusup, suruh para penjaga lain untuk mengabaikan mereka" ucap lion memberi perintah.
Kepala petugas keamanan pun memberi instruksi diam-diam pada yang lain, sementara itu lion kembali ke tempat sakay dan denis, ia memerintahkan keduanya untuk memutus akses internet dengan selang waktu 15 menit, hal itu iya lakukan untuk menghapus jejak akses dari jaringan arsena, karna anak di bawah umur, tidak boleh sampai terseret masalah orang dewasa.